anakMengingatkan anak, ternyata butuh strategi. Salah-salah, malah bisa membuat anak semakin menarik diri atau bahkan sebaliknya: semakin menjadi-jadi! Bagaimana cara mengingatkan anak yang efektif?

“Serang” perilakunya yang salah, bukan pribadinya

Anda tentu ingat, bahwa kita dilarang memberikan “cap” dan vonis buruk terhadap anak. Misalnya, dengan mengatakan, “kamu bodoh” atau “kamu pemalas”. Ini namanya menyerang pribadi anak. Apa efeknya?

Daya rekam anak-anak sangat kuat. Manakala yang masuk dalam “pita” rekamannya adalah sesuatu yang negatif, maka perilaku dan kepribadian yang negatif lah yang lahir. Jika Anda mengecap anak Anda bodoh, bila sering terjadi hal demikian maka ia akan membentuk sebuah pikiran bahwa “aku bodoh”. Dan itulah yang akan ia bawa hingga dewasa.

Tapi, akan lain halnya jika Anda menyerang perilakunya. Misalnya, Anda mengatakan, “Apakah kamu tahu bahwa itu perbuatan yang buruk?” atau “kenapa harus takut? Bukankah kamu anak pemberani?”

Kata-kata positif Anda akan memberikan sebuah kekuatan bagi anak Anda dan memotivasi mereka untuk menjadi positif, meski awalnya mereka berbuat salah.