Indah Pada Waktunya

Indah Pada WaktunyaSering kali kita marah, memprotes, dan menggugat Allah atas segala ketidakenakan yang kita rasakan. Kita marah, manakala keinginan dan cita-cita tidak bisa terwujud. Kita marah manakala jabatan yang kita incar ternyata diduduki oleh orang lain yang menurut kita dia bukan siapa-siapa. Kita marah manakala orang yang kita cintai ternyata bukanlah jodoh kita, atau karena pasangan yang telah diberikan oleh-Nya ternyata tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Kita menghujat, memprotes, menggugat…Allah tidak adil…Allah tidak sayang pada hamba-Nya…

Ada banyak kemarahan disini…

Tapi, sadarkah kita? Bahwa sesungguhnya Dia Maha Tahu? Bahwa di setiap ketidakenakan itu pasti ada sebuah pelajaran yang bisa jadi sangat berharga dan berarti bagi kehidupan kita di masa depan?

Ketika cita-cita tidak bisa terwujud, mungkin belum saat ini, Allah ingin menguji seberapa tangguh kita dalam berusaha. Atau, Dia menggantikannya dengan sebuah jalan yang lain, yang ternyata jalan itu lebih baik dari jalan yang kita inginkan sebelumnya. Ketika Anda berharap ingin masuk ke sebuah universitas favorit, ternyata Allah berkehendak lain dengan tidak lolosnya Anda dalam seleksi. Bisa jadi, Anda kemudian di universitas lain, namun disanalah Anda mendapatkan hidayah Anda atau Anda justru dapat menjadi lebih kreatif dan berprestasi disana. Bersyukurlah…dan husnudzani Allah…

Ketika orang yang Anda cintai mengkhianati Anda, meninggalkan Anda, maka bersyukurlah. Itu tandanya Allah Tahu bahwa dia bukanlah pasangan yang tepat bagi Anda. Berdo’alah agar Anda diberikan pengganti yang lebih baik, dalam segalanya.

Ketika pasangan hidup Anda saat ini ternyata tidak sesuai yang Anda harapkan, tetaplah bersyukur dan jaga cinta Anda terhadapnya. Tahukah Anda? Dia hadir karena Allah Tahu dialah yang tepat bagi Anda. Kalian bersama untuk saling melengkapi satu sama lain. Belajarlah untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mencintainya berarti Anda siap untuk menerimanya dengan segala kelebihan dan kekurangan, juga berdamai dengan masa lalunya. Bertahanlah…Anda ada untuk menjadikannya lebih baik, dia ada untuk menjadikan Anda lebih baik…

Anda mungkin pernah mendengar ini:

Aku meminta pada Allah setangkai bunga segar, tapi Dia memberiku kaktus berduri. Aku meminta pada Allah hewan mungil yang cantik, tapi Dia memberiku ulat berbulu. Aku sempat menggugat, betapa tidak adilnya Allah…

Tapi, kaktus itu pun berbunga, indah sekali. Ulat itu juga tumbuh menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah…

Allah tidak akan memberikan segala yang Anda minta. Allah hanya akan memberikan apa yang Anda butuhkan. Dia Maha Tahu, Dia Maha Adil…Dan jalan Allah, selalu indah pada waktunya…

Sumber Gambar : https://c2.staticflickr.com/4/3267/3185086961_67cf265d9e_b.jpg

10 Komentar

    1. mbak sitri : silahkan mbak sitri dengan senang hati mbak. kl mbak mau berbagi disinijuga boleh.

  1. bagus isinya. pas bgt buat aku..coz aku lagi mengalami perasaan yg tidak nyaman atas kondisi keluargaku .

  2. Prinsip saya dalam hal berhubungan dengan orang lain adalah : KALAU KITA BISA DENGAN SENYUM DAN TAWA MENERIMA KELEBIHAN ORANG DILUAR KITA, KENAPA KITA TIDAK BISA BERSABAR DAN IKHLAS MENERIMA KEKURANGAN ORANG LAIN TERSEBUT?Dan ternyata kita juga punya lebih banyak kekurangan dari orang tersebut. So jangan sok hebat, sempurna, dan lebih segala2nya. Ada langit di atas langit.

Komentar