Ibu Menyusui Juga Bisa Ikut Berpuasa

ibu menyusuiSebagian dokter berpendapat ibu menyusui sebaiknya berpuasa jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan karena sebagian kebutuhan nutrisi bayi sudah dipenuhi dari makanan pendamping ASI. Berpuasa sebenarnya bukan mengurangi porsi makan, tetapi hanya memindahkan waktu makan dengan jumlah kalori yang sama. Karena itulah ibu yang masih menyusui boleh saja tetap memberikan ASI asalkan kebutuhkan nutrisinya terjamin.

ASI yang dihasilkan tidak akan berubah atau kualitasnya menurun jika sang ibu berpuasa. Saat berpuasa, mekanisme tubuh ibu akan melakukan mekanisme kompensasi. Saat ibu tidak mendapat asupan makanan saat siang hari, produksi ASI di dalam tubuh akan mengambil dari zat gizi cadangan dalam tubuh ibu, seperti lemak, protein, vitamin, dan mineral. Tubuh sang ibu akan mengisi ulang cadangan gizi ini setelah dirinya berbuka puasa.

Zat gizi yang paling utama yang harus ada dalam makanan ibu menyusui adalah kalori dan protein. Selain itu, yang paling penting adalah kebutuhan air harus tercukupi, agar ibu menyusui tidak mengalami dehidrasi. Jika semua kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi, maka ibu menyusui juga bisa ikut berpuasa dengan catatan sebagai berikut:

Memenuhi kebutuhan serat lebih banyak

Tidak hanya di bulan puasa, ibu menyusui memang harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat. Nah, apalagi di bulan puasa, saat ibu akan berpuasa dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman selama hampir 13 jam.

Saat yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan serat saat bulan puasa adalah di saat sahur. Anda bisa membuat hidangan makanan sahur yang dilengkapi dengan sayur dan buah. Sebab kandungan serat banyak terdapat di sayuran. Selain itu, sayuran tidak hanya kaya serat tetapi juga vitamin A, karoten, lycopene dan zat antioksidan lainnya. Kebiasaan mengkonsumsi sayuran di saat sahur juga bisa membuat ibu menyusui menahan lapar lebih lama, serta bisa mencegah ibu menyusui mengalami konstipasi/sembelit.

Istirahat yang cukup          

Untuk menjaga stamina dan produksi ASI selama menjalankan ibadah puasa, Anda harus meluangkan waktu untuk tidur siang. Karena salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kualitas ASI adalah dengan istirahat yang cukup. Ibu menyusui disarankan untuk tetap beraktivitas di pagi hari dan sore hari. Saat siang hari, Anda sebaiknya beristirahat selama 60 menit dengan tidur.

Tetap makan tiga kali sehari

Kebutuhan nutrisi ibu menyusui lebih banyak dibandingkan saat hamil, yakni sekitar 2.800-3.000 kkal perhari dengan prinsip gizi seimbang. Jika jumlah kalori yang diasup terlalu sedikit, maka ibu menyusui bisa menjadi kurus. Total kebutuhan kalori tersebut bisa dibagi dalam tiga kali waktu makan, yaitu saat sahur, berbuka, serta menjelang tidur malam. Dengan tetap makan tiga kali sehari, maka pemenuhan kebutuhan nutrisi akan terjaga, sehingga kualitas dan kuantitas ASI juga ikut terjaga.

Manajemen ASI

Selain pengaturan nutrisi, manajemen ASI menjadi kunci penting. Ibu sebaiknya memiliki persediaan ASI untuk pagi hingga sore ketika berpuasa. Sedangkan saat malam usai berbuka, ibu bisa memberi ASI langsung. Malam hari juga menjadi waktu yang tepat untuk memompa ASI karena nutrisi dan cairan yang keluar sudah tergantikan.

Memperhatikan konsumsi cairanHerba ASI

Untuk mengganti cairan tubuh yang keluar melalui ASI, ibu harus memperhatikan konsumsi minumannya. Minumlah air paling sedikit 3 liter. Minum sari buah atau jus buah juga baik sebagai sumber cairan sekaligus vitamin. Ibu menyusui juga bisa menambahkan menu segelas susu di setiap santap sahur dan berbuka puasa. Karena susu mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan selama menyusui. Selain susu, komposisi makanan saat sahur juga harus Anda perhatikan, yaitu harus memenuhi karbohidrat 50 persen, protein 30 persen, dan lemak 20 persen. Sahur dapat memberikan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas seharian.

Jadi ibu menyusui bisa kok berpuasa tanpa mengakibatkan dampak negatif pada produksi ASI. Untuk menambah pasokan ASI, bisa juga Anda mengkonsumsi obat herbal herba ASI untuk melancarkan ASI.

sumber gambar:
1. http://www.lacornucopia.com.sv/uploaded/promos/bebe.jpg
2. http://pondokibu.com/uploads/2013/05/Herba-ASI.jpg

Komentar