Haree Geenee Gak Punya Handphone????

Haree Geenee Gak Punya HandphoneLayaknya iklan, itulah yang terucap dari bibir si kecil -sebutlah Ana- yang baru duduk di kelas 6 SD. Sudah lama sebenarnya Ana menginginkan sebuah handphone yang memiliki fasilitas kamera, mp3, juga video lengkap dengan bluetoothnya, dia sudah paham betul lho….. Saat ayah-nya mencoba menawarkan handphone dengan fasilitas sederhana tanpa kamera dan video, dengan cepat langsung diprotesnya. Apakah cerita Ana juga pernah atau malah sedang diributkan oleh buah hati anda? Apa solusi anda? Sebenarnya seberapa penting sih, arti sebuah handphone bagi anak?

Mungkin memang sudah bukan waktunya lagi bagi kita untuk sekarang ini jika tidak ada alat komunikasi seperti handphone atau telepon seluler (ponsel). Dan jika cerita diatas tadi menggambarkan suatu kondisi yang banyak terjadi di saat-saat sekarang ini maka perlulah kita para orangtua menelaah dengan bijak seberapa fungsikah kegunaan handphone tersebut untuk buah hati kita. Apakah memang dibutuhkan ataukah hanya sekedar memenuhi kebutuhan akan gengsi saja.

Dari hasil riset Sriwijaya Pos di kota Palembang pada tahun 2004 didapat sekitar 6% atau 28.800 orang anak usia 7-12 tahun yang memiliki handphone. Setidaknya hal ini dapat mewakili data kepemilikan handphone pada anak di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan dan Surabaya. Dan tentulah angka tersebut makin meningkat di tahun 2009 ini.

Tingkat kepemilikan handphone yang cukup tinggi di kalangan anak dan remaja memang disebabkan oleh kebutuhan akan fungsinya. Seperti salah seorang ibu di Jogja yang menyetujui membelikan anaknya sebuah handphone namun dengan tabungan si anak itu sendiri karena begitu banyaknya kegiatan yang diikuti sang anak di luar kegiatan belajar di sekolahnya. Hal ini diakuinya memudahkan apabila mengontak si anak sehingga jika ada sesuatu hal, komunikasi tetaplah terjaga.

Namun banyak juga dari mereka yang memiliki handphone karena pertimbangan gaya juga gengsi. Tipe, merk, fitur yang ada pada handphone juga harga handphone itu sendiri menjadi bahan pembicaraan yang sepertinya hal tersebut mutlak dimiliki untuk kondisi sekarang. Perlulah kita memberi pengertian yang bisa diterima si anak jika hal tersebut terjadi. Kita para orang tua juga harus waspada akan bahaya serbuan pornografi melalui pesawat ponsel. Membelikan handphone sesuai kebutuhan sebagai alat komunikasi saja tanpa kamera, video merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekhawatiran tersebut.

Jika memang kebutuhan akan sebuah handphone diperlukan oleh si anak, saatnya kita orang tua membuat aturan main yang perlu diingatkan berulang-ulang seperti :

1. Waktu Pemakaian
Berikan batasan waktu untuk bermain games pada handphone. Laranglah mereka memakai handphone disaat jam belajar, terutama saat pelajaran sekolah dan jam belajar dirumah. Sebenarnya memang sudah ada beberapa sekolah yang dengan tegas menetapkan aturan pemakaian handphone saat jam belajar di kelas, karena pastilah akan mengganggu proses belajar mengajar.

2. Hati-hati Bila di Tempat Umum
Ingatkan si anak untuk tidak mengeluarkan handphone di tempat umum. Tanamkan pengertian kepada mereka karena ini demi keamanan mereka juga.

3. Jumlah Pulsa
Jatah uang pulsa untuk mereka dan ingatkan selalu agar  pulsanya tidak melonjak dan membengkak. Jangan sampai uang keperluan sekolah dipakai untuk membeli pulsa. Ajari mereka untuk bertanggung jawab dengan konsekuensinya.

4. Orientasi Fungsi dan Kontrol
Ingatkan si anak akan fungsi utama handphone agar mereka berorientasi pada fungsinya itu bukan pada kirim mengirim gambar-gambar porno. Lakukan selalu pengecekan berkala pada handphone si anak, jika diketemukan gambar yang tidak semestinya ada pada handphone ajaklah mereka bicara, berilah pengertian yang baik dan jangan lupa tingkatkan lagi pengawasan.

Jadi memang semua hal tersebut kembali kepada kita dalam menyiapkan dan mengontrol pemanfaatan handphone bagi si anak. Sekarang kita mengerti bukan, bahwa handphone bagi anak bak pisau bermata dua. Mau menjadi manfaat ataupun mudharat pada si anak tergantung kita, para orangtua, bisa dengan bijak memberi pengarahan.

Sumber : ummi

Sumber Gambar : http://img3.wikia.nocookie.net/__cb20130816102438/loxtest/images/2/2b/Mobile_matrioska_14.jpg

Komentar