triwulan pertama kehamilanKehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kehamilan (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran).

Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin.

  • Triwulan ke-1 membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin).
  • Triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa.
  • Triwulan ke-3 menandakan awal ‘viabilitas’, yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.

Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi hidup yang baru.

Hal-hal yang harus dihindari pada triwulan pertama kehamilan

  • Alkohol

Alkohol adalah salah satu yang biasa menyebabkan kerusakan mental dan fisik, dimana alcohol lebih dapat memperparah abnormalnya janin dibanding akibat dari heroin, kokain, atau marijuana.

Alkohol mudah disalurkan kedalam janin, dimana janin ini tidak memiliki perangkat organ yang cukup untuk mengeliminir pengaruh alkohol dibandingkan ibunya. Ini artinya bayi yang belum lahir cenderung untuk membentuk konsentrasi alkohol yang tinggi, yang akan menetap didalam tubuh bayi untuk waktu yang lebih lama dibanding ibunya.

Dan banyaknya konsumsi alkohol yang moderate, seperti saat pesta minuman, dapat merusak system syaraf perkembangan bayi.

  • Asap rokok (Perokok Aktif Dan Pasif)

Tentu Anda pernah mendengar atau membaca bahwa rokok dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan kanker. Hal ini tentu saja bukan sekedar info belaka, tetapi sebuah peringatan keras bahwa rokok memang dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kehamilan.

  • Kafein

Hal pertama yang harus dihindari oleh ibu hamil adalah kafein. Dalam beberapa penelitian, terlalu banyak mengonsumsi kafein akan menyebabkan keguguran atau bayi prematur. Dr. Kathleen Bradley, seperti dikutip dari babiesonline, mengatakan bahwa “Asupan kafein yang dikonsumsi oleh ibu hamil seharusnya tak lebih dari 300 mg per hari. Anda harus sangat berhati-hati dalam membatasi kafein yang masuk ke dalam tubuh.”

Sebaiknya kurangi konsumsi teh dan kopi selama hamil. Lebih baik perbanyak minum susu dan air putih. Teh dan kopi mengandung zat yang dapat membuat pembuluh darah mengecil (konstriksi) yang berakibat suplai zat makanan ke janin berkurang.

Ingatlah, bahwa kafein tidak hanya terdapat di dalam kopi. Teh hijau dan teh hitam, cola dan minuman ringan (soft drink) juga mengandung kafein. Cobalah untuk menggantinya dengan produk-produk decaffeinated (yang tetap mengandung kafein, tetapi dalam jumlah yang lebih kecil) atau produk yang bebas kafein.

Jika anda juga mencemaskan coklat (yang juga mengandung kafein), kabar baik bahwa anda dapat mengkonsumsinya asalkan tidak berlebihan.  Kandungan kafein yang terdapat dalam coklat perbatang adalah 5 – 30 mg, sedangkan kafein yang terkandung dalam kopi mencapai 95 – 135 mg. Jadi, tidak ada masalah mengkonsumsi coklat yang tidak banyak.

  • Olahraga berlebihan

Jika anda telah mengikuti program olahraga sebelum hamil, konsultasikan kepada dokter anda apakah aman jika diteruskan. Jika sebelumnya anda tidak aktif berolahraga dan/atau anda memiliki kehamilan dengan resiko tinggi, konsultasikan pada dokter anda bagaimana cara yang aman untuk memulai olahraga.

  • Mandi sauna

Memang sangat menyenangkan jika Anda bisa mandi sauna, apalagi tubuh seringkali pegal-pegal. Namun, hindari mandi sauna/mandi air yang terlalu panas. Atur temperatur sedemikian rupa agar air tetap hangat. Hindari berendam terlalu lama karena ini akan berpengaruh langsung terhadap janin.

  • Berhubungan seks (masih kontroversi)

Hubungan intim selama masa kehamilan pada dasarnya aman dilakukan, baik pada hamil muda maupun hamil tua. Namun bila terdapat perdarahan, riwayat abortus sebelumnya, plasenta menutup jalan lahir dan ketuban pecah sebelum waktunya atau keadaan lain atas saran dokter sebaiknya jangan melakukan hubungan intim.

  • Terbang dengan pesawat, terutama jika jarak tempuh membutuhkan waktu lama.

Jika ingin pergi dengan pesawat terbang sebaiknya saat umur kehamilan 20 -32 minggu untuk menghindari kemungkinan terjadinya abortus dan persalinan prematur. Konsultasikan dahulu dengan dokter anda sebelum pergi.

  • Obat-obatan alternatif

Kondisi hamil sangat jauh berbeda dengan kondisi saat tidak hamil. Mungkin saat tidak hamil Anda bisa bebas mengonsumsi obat-obatan alternatif (jamu, misalnya). Anda tak perlu takut kandungan kimianya akan mempengaruhi janin. Namun, saat hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika Anda hendak mengonsumsi obat-obatan, baik alternatif maupun kimia.

Mengkonsumsi sembarang obat yang dijual bebas berbahaya sebab bisa mengakibatkan kemungkinan cacat bawaan bayi meningkat. obat-obatan itu akan lebih berbahaya jika terkena pada bayi yang masih berumur kurang dari tiga bulan dalam kandungan.

Beberapa obat antinyeri dilaporkan ada yang menyebabkan kelainan jantung pada janin jika dikonsumsi ibu hamil dalam dosis tinggi dan jangka panjang

(Diambil Dari Berbagai Sumber)