Gaya Mendidik Anak Yang Tidak Efisien


Gaya Mendidik Anak Yang Tidak EfisienAda beberpa gaya mendidik anak yang secara emosional pada umunya tidak efisien menurut daniel goleman :

Sama sekali mengabaikan perasaan. Orang tua semacam ini memperlakukan masalah emosional anaknya sebagai hal kecil atau ganguan, sesuatu yang mereka tunggu-tunggu untuk dibentak. mereka gagal memanfaatkan momen emosional sebagai peluang untuk menjadi lebih dekat dengan anak, atau untuk menolong anak memperoleh pelajaran-pelajaran dalam keterampilan emosional.

Terlalu membebaskan. Orangtua ini peka akan perasaan anak, tetapi berpendapat bahwa apapun yang dilakukan anak untuk menangani badai emosinya sendiri baik adanya. bahkan misalnyadengan cara memukul. Seperti orangtua yang mengabaikan perasaaan anaknya, orangtua jenis ini jarang berusaha memperlihatkan kepada anaknya respons-respons emosional alternatif. Mereka mencoba menenangkan semua kekecewaan dan, misalnya, akan menggunakan tawaran-menawarserta suap agar anak berhenti bersdih hati atau marah.

Menghina, tidak menunjukkan penghargaan terhadap perasaan anak. Orangtua semacam ini biasanya suka mencela, mengecam, dan menghukum keras anak mereka. Misalnya, mereka mencegah setiap ungkapn kemarahan anak dan menjadi kejam bila melihat tanda kemarahan palin kecil sekalipu. Mereka adalah orangtua yang akan berteriak marah pada anak yang mencoba menyampaikan alasannya “Jangan membantah”

Terakhir, ada orangtua yang memanfaatkan situasi kemarahan anak dengan bertindak mirip pelatih atau guru dibiang emosi. Merekamenanggapi perasaan anak dengan cukup serius untuk berupaya memahami apa sebenarnya yang membuat mereka marah (“apakah kamu marah karena sakit hati pada temanmu?”) dan menolong anak menemukan cara-cara positif untuk menenangkan perasaan (“Dari pada memukulnya, mengapa kamu tidak mencari mainan dan bermain sendiri saja sampai kamu ingin bermain dengan temanmu lagi?”)

 

Sumber Gambar : http://www.blogcdn.com/www.parentdish.ca/media/2013/08/scolded-girl.jpg

5 Komentar

  1. Bagaimana menyikapi anak Ɣªήƍ selalu minta perhatian? Kadang kalau sudah jengkel saya bisa2 main ppukul saja atau dicubitin, mohon nasehatnya

  2. solusinya bagaimana
    saya ingin menjadi ibu sekaligus teman bagi anak saya!tapi,keburukan saya sebagai ibu ..
    saya sering kali kesal dan emosi bisa di bilang tidak sabaran …
    bagai mana ya ?menghilangkan rasa itu apa lagi di depan anak saya,,,

    1. terimakasih telah berbagi dengan kami, Ibu…
      ketika kita emosi, sebaiknya kita menghindar dulu. minta suami untuk memegang anak. nanti kalau sudah reda, baru kita dekati, kita nasehati baik2. pertama klu kita type orang yg kurang sabar, memang harus bisa membuat diri kita sabar dulu…
      klu sedang ingin marah, jauhi anak dulu. misalnya, anda masuk kamar. byk2 berdzikir-jika Anda muslim. insya Allah akan segera reda kekesalannya. dan ingat, katakan pada diri Anda bahwa: saya ibu yang sabar, saya ibu yang baik, saya menikmati mendidik anak-anak saya…

  3. solusinya menangani anak dalam situasi emosional baiknya seperti apa. ini saya baca di artikel yang judulnya gaya mendidik anak yang tidak efisien

    1. ketika sedang emosi, Anda bisa menyingkir sejenak darinya. dan mengatakan padanya bahwa Anda butuh waktu untuk menenangkan diri Anda, lalu ia boleh mendatangi Anda jika ia telah siap bicara dengan kata2 dan perilaku yang baik.

Komentar