Ada beberpa gaya mendidik anak yang secara emosional pada umunya tidak efisien menurut daniel goleman :

Sama sekali mengabaikan perasaan. Orang tua semacam ini memperlakukan masalah emosional anaknya sebagai hal kecil atau ganguan, sesuatu yang mereka tunggu-tunggu untuk dibentak. mereka gagal memanfaatkan momen emosional sebagai peluang untuk menjadi lebih dekat dengan anak, atau untuk menolong anak memperoleh pelajaran-pelajaran dalam keterampilan emosional.

Terlalu membebaskan. Orangtua ini peka akan perasaan anak, tetapi berpendapat bahwa apapun yang dilakukan anak untuk menangani badai emosinya sendiri baik adanya. bahkan misalnyadengan cara memukul. Seperti orangtua yang mengabaikan perasaaan anaknya, orangtua jenis ini jarang berusaha memperlihatkan kepada anaknya respons-respons emosional alternatif. Mereka mencoba menenangkan semua kekecewaan dan, misalnya, akan menggunakan tawaran-menawarserta suap agar anak berhenti bersdih hati atau marah.

Menghina, tidak menunjukkan penghargaan terhadap perasaan anak. Orangtua semacam ini biasanya suka mencela, mengecam, dan menghukum keras anak mereka. Misalnya, mereka mencegah setiap ungkapn kemarahan anak dan menjadi kejam bila melihat tanda kemarahan palin kecil sekalipu. Mereka adalah orangtua yang akan berteriak marah pada anak yang mencoba menyampaikan alasannya “Jangan membantah”

Terakhir, ada orangtua yang memanfaatkan situasi kemarahan anak dengan bertindak mirip pelatih atau guru dibiang emosi. Merekamenanggapi perasaan anak dengan cukup serius untuk berupaya memahami apa sebenarnya yang membuat mereka marah (“apakah kamu marah karena sakit hati pada temanmu?”) dan menolong anak menemukan cara-cara positif untuk menenangkan perasaan (“Dari pada memukulnya, mengapa kamu tidak mencari mainan dan bermain sendiri saja sampai kamu ingin bermain dengan temanmu lagi?”)