<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pondok IBU &#187; SPIRIT &amp; MOTIVASI</title>
	<atom:link href="http://pondokibu.com/category/spirit-motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pondokibu.com</link>
	<description>Informasi Seputar Dunia Ibu &#38; Anak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 15:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>KRITIK, OH&#8230;PEDASNYA</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/kritik-oh-pedasnya/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/kritik-oh-pedasnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 04:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[kritik membangun]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi kritik]]></category>
		<category><![CDATA[tips menyikapi kritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2840</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya kita semua tidak suka dikritik oleh orang lain namun banyak dari kita suka sekali melontarkan kritik yang kadang tak enak didengar oleh orang lain. Kritik pada umumnya menghadirkan kesempatan untuk membuat kemajuan dan kebanyakan kritik sebenarnya dimaksudkan untuk bersifat membangun. Jadi tinggal bagaimana kita mennyikapi kritik tersebut sehingga dapat mendorong kepribadian kita ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/04/kritik.jpg"><img class="size-full wp-image-2841 alignleft" title="kritik" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/04/kritik.jpg" alt="" width="126" height="84" /></a>Pada dasarnya kita semua tidak suka dikritik oleh orang lain namun banyak dari kita suka sekali melontarkan kritik yang kadang tak enak didengar oleh orang lain. Kritik pada umumnya menghadirkan kesempatan untuk membuat kemajuan dan kebanyakan kritik sebenarnya dimaksudkan untuk bersifat membangun. Jadi tinggal bagaimana kita mennyikapi kritik tersebut sehingga dapat mendorong kepribadian kita ke arah yang lebih baik.<span id="more-2840"></span><br />
Dalam suatu pekerjaan tak seorangpun menyukai kualitas pekerjaan mereka diremehkan, atau ada suara yang mempertanyakan keputusan mereka atau integritas mereka ditantang. Tapi hal ini sebenarnya hanyalah soal bagaimana kita berhadapan dengan kritik yang menentukan kekuatan kita dan seberapa besar jiwa kita.</p>
<p>Ada banyak CEO sukses dan para pelaku bisnis di luar sana yang membuat kekeliruan dan menerima kritik, tetapi mereka membuktikan bahwa mereka bisa meletakkan ego mereka ke samping, menilai situasi, mengambil kepemilikan, dan kembali bahkan lebih kuat.</p>
<p>Kembangkan kulit badak dan siapkan diri kita untuk menerima kritik baik itu adil atau tidak. Bersikaplah obyektif, ambil tindakan dan biarkan hal itu berlalu. Selalu beri orang sedikit alasan untuk mengritik pada kesempatan pertama nantinya dan dimasa mendatang.<br />
<strong><br />
Bagaimana Menyikapinya?</strong><br />
Berusahalah menahan diri dari amarah. Marah adalah signal alami jika dari kita mengalami suatu kritik. Yakinlah bahwa setiap orang memang berhak mengutarakan pendapatnya. Namun, bila kita saja tidak dapat mengatasi kemarahan maka hal lain yang berguna mendorong kita melakukan langkah-langkah untuk perbaikan diri akan mustahil dapat dilakukan.</p>
<p>Mungkin tidak semua kritik itu benar, namun pengkritik menganggapnya berbeda. Jadi terimalah kritik dengan sikap terbuka, bila perlu ubahlah pandangan si pengkritik. Pahami keberatannya sehingga kita dapat menanggapinya secara tepat.</p>
<p>Jangan masukkan kritik ke dalam hati. Meski anda bersikap terbuka, bukan berarti anda selalu memasukkan kritik ke dalam hati dan menjadikannya sebagai urusan pribadi. Hal ini sama saja dengan menyiksa diri anda sendiri. Mungkin kritik ditujukan pada usaha, produk, staff, bukan pada pribadi kita. Ingatlah bahwa kita perlu menjaga hubungan jangka panjang. Bila kritik ditujukan secara tidak proporsional, amati saja ketidakmampuan pengkritik menyampaikan kritiknya.</p>
<p>Pahami bahwa mungkin kritik itu benar. Jadi cobalah untuk memahami dan meminta keterangan yang lebih spesifik mengenai apa yang dikritik tersebut. Ini sangat bermanfaat bagi kita dan pengkritik agar dapat melihat situasi yang sebenarnya.</p>
<p>Tugas kita jika menghadapi suatu kritik hanyalah menyikapi kritik tersebut sehingga kita dapat meraih lebih banyak perbaikan dan keuntungan dari kritik itu. Membalas kritik dengan kritik sama dengan menyulut perdebatan yang tidak perlu, jangan lakukan hal itu! Kita takkan bisa memadamkan api dengan api. Akhirnya yang terjadi hanya abu hangus saja.</p>
<p>Tanyailah diri sendiri perbaikan apa yang dapat dilakukan. Dengan demikian kita mampu melihat kritik sebagai perbaikan bagi diri sendiri, sekaligus mendapatkan keuntungan darinya. Lebih banyak perbaikan untuk suatu produk jika banyak sekali kritikan yang masuk dibandingkan pujian dari konsumen pemakai produk kita.</p>
<p>Mintalah pendapat dari orang lain yang benar-benar tulus, bila kita tidak yakin akan sebuah kritik. Pendapat mereka dapat membantu kita menemukan bagian mana dari kritik itu yang benar atau keliru.</p>
<p>Mulailah membiasakan diri terhadap suatu kritik dengan tenang dan positif. Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih atas suatu kritikan, meski tidak selamanya benar. Bagaimana pun perhatian dari si pengritik patut dihargai.<br />
<strong><br />
Bersikaplah profesional</strong><br />
Janganlah selalu mencari kambing hitam. Kita tidak perlu bersikeras, menyalahkan orang lain atas suatu kritikan atau mengingkari isu dengan harapan isu akan mengabur. Suatu penjelasan sering nampak seperti suatu pengingkaran atau alasan.</p>
<p>Kembangkan kulit badak dan  selalu persiapkan diri untuk menerima kritik baik itu adil atau tidak. Bersikaplah obyektif, ambil tindakan dan biarkan hal itu berlalu. Selalu beri orang sedikit alasan untuk mengritik pada kesempatan pertama nantinya dan dimasa mendatang.</p>
<p>Kritik dapat diakibatkan oleh kurang perasaan, pelanggaran nyata atau harapan yang tak mampu. Kritik dapat juga berasal dari kepicikan, kecemburuan atau karena &#8220;sindrom&#8221; sedang tidak dalam kondisi baik. Kritik membangun hanya dapat berdampak pada diri kita secara negatif jika kita terus mencaci maki diri sendiri. Maka fokuslah selalu pada kesuksesan yang akan kita raih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/kritik-oh-pedasnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MY MOM’S BIG HEART</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/my-mom%e2%80%99s-big-heart/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/my-mom%e2%80%99s-big-heart/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 00:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati ibu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2336</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada hati yang paling luas, itu adalah hati seorang ibu. Pernahkah kita merenung, menengok ke belakang, sesaat saja. Mengambil sebuah slide, satu episode saja dari kehidupan kita di masa kecil. Pernahkah kita berbuat salah pada ibu? Membentaknya, mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati, bahkan memukulnya?
Tentu pernah. Dan ibu selalu memaafkan semua kesalahan yang pernah kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2337" title="love mom" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/12/love-mom.jpg" alt="love mom" width="116" height="116" />Kalau ada hati yang paling luas, itu adalah hati seorang ibu. Pernahkah kita merenung, menengok ke belakang, sesaat saja. Mengambil sebuah slide, satu episode saja dari kehidupan kita di masa kecil. Pernahkah kita berbuat salah pada ibu? Membentaknya, mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati, bahkan memukulnya?</p>
<p>Tentu pernah. Dan ibu selalu memaafkan semua kesalahan yang pernah kita buat. Ibu, sang pemilik hati yang besar…dan luas.<span id="more-2336"></span></p>
<p>Saya pernah cemburu, karena ibu saya memperhatikan teman saya, bahkan orang yang pernah berseteru dengan saya. Ibu berbuat baik pada mereka, memperhatikan mereka, seperti memperlakukan anaknya sendiri.</p>
<p>Ketika itu saya marah. Saya tidak senang ibu saya terlalu memperhatikan anak lain. Lha wong, saya anaknya, dan masih banyak anak ibu yang lain. Kenapa ibu harus memperhatikan anak orag lain? Mereka kan, punya ibu sendiri. Apalagi jika itu “musuh” saya. Dia kan sudah jahat pada saya. Kenapa ibu malah baik padanya?</p>
<p>Ternyata, saya baru tahu, ibu melakukan itu demi saya. Ibu berbuat baik pada teman saya, karena dia teman saya. Tentu saya menyayanginya. Bila saya sayang pada teman saya, maka ibu juga akan menyayanginya.</p>
<p>Ibu berbuat baik pada “musuh” saya, karena ibu tidak ingin orang tersebut terus menerus menyimpan dendam dan kemarahan pada saya. Ibu takut jika saya celaka, entah karena dia kalap atau karena doanya. Ibu ingin, kebaikan ibu terhadapnya bias meredam semua kemarahannya terhadap saya.</p>
<p>Sungguh, saat mengetahui hal tersebut, saya sangat terharu. Begitu besarkah hati ibuku, sampai ia rela menerima caci maki pada awalnya, demi menundukkan hati orang-orang yang menyimpan dendam pada anak-anaknya. Begitu besar hati ibu, sampai kesalahan terbesar apapun, ibu berusaha memaafkan, berusaha mengembalikan anak-anaknya pada jalan yang benar…</p>
<p><em>Duhai ibu…</em></p>
<p><em>Betapa aku ingin, meraih surga di telapak kakimu…</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/my-mom%e2%80%99s-big-heart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENUAI PAHALA DI BULAN DZULHIJJAH</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/menuai-pahala-di-bulan-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/menuai-pahala-di-bulan-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2292</guid>
		<description><![CDATA[Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar walillahil hamd…
Gema takbir berkumandang, tabuh berbunyi bertalu-talu, menyeru umat Islam untuk melaksanakan shalat ‘ied berjama’ah di lapangan. Hewan-hewan qurban telah disiapkan, menanti untuk segera dibagikan kepada mereka yang berhak.
Berqurban, sebuah anjuran bagi mereka yang mampu untuk menyembelih hewan sebagai bukti keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah. Sebagaimana kisah Ibrahim ‘alaihissalam yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-2294" title="masjid" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/11/masjid.jpg" alt="masjid" width="137" height="103" />Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar walillahil hamd…</em></p>
<p>Gema takbir berkumandang, tabuh berbunyi bertalu-talu, menyeru umat Islam untuk melaksanakan shalat ‘ied berjama’ah di lapangan. Hewan-hewan qurban telah disiapkan, menanti untuk segera dibagikan kepada mereka yang berhak.<span id="more-2292"></span></p>
<p>Berqurban, sebuah anjuran bagi mereka yang mampu untuk menyembelih hewan sebagai bukti keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah. Sebagaimana kisah Ibrahim ‘alaihissalam yang menyembelih puteranya Ismail ‘alaihissalam karena taat pada Allah.</p>
<p>Dalam kisah tersebut, Allah memerintahkan Ibrahim ‘alaihissalam untuk menyembelih puteranya. Disinilah keimanannya teruji. Siapakah yang lebih ia cintai; Allah ataukah puteranya? Sebuah konsekuensi yang sangat besar. Bagaimana tidak, Ismail ‘alaihissalam adalah putera yang telah ia tunggu-tunggu kehadirannya. Namun,perintah Allah juga merupakan sesuatu yang tak terbantahkan.</p>
<p>Akhirnya, Ibrahim pun memilih kecintaannya pada Rabb-nya. Dan serta merta mematuhi perintah-Nya untuk menyembelih puteranya, Ismail ‘alaihissalam. Keikhlasan itupun berbuah. Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba yang gemuk.</p>
<p>Legenda ini termaktub dalam Al-Qur’an, telah kita baca berulang kali, kita mendengar ceritanya, dan sudah sepantasnyalah kita meneladani potret keduanya. Bagaimana seorang hamba mencintai Allah melebihi segalanya.</p>
<p>Marilah kita sejenak menginstrospeksi diri kita: apakah kecintaan kita terhadap Allah telah menjadi yang utama dibandingkan dengan segala perhiasan dunia yang kita miliki saat ini? Sejauh manakah kita mau berkorban dan memiliki keikhlasan untuk beribadah hanya karena-Nya?</p>
<p>Sering kali kita lalai, kita beribadah, beramal, bukan karena Allah. Namun karena sesama makhluk. Karena kita ingin dilihat oleh sesama kita, bahwa kita begini dan begitu. Yang pada akhirnya terjatuh pada jurang riya’.</p>
<p>Sering kali pula kita melalaikan kewajiban kita kepada Allah demi sebuah kesenangan semu; jabatan, pekerjaan, wanita, harta, dsb. Banyak dari kita yang melalaikan shalat wajib karena pekerjaannya. Dan alasan-alasan lain.</p>
<p>Mari, jadikan momen 10 Dzulhijjah ini sebagai momen pembuktian kecintaan kita kepada Allah.</p>
<p><strong>SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430 H.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/menuai-pahala-di-bulan-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INDAH PADA WAKTUNYA</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/indah-pada-waktunya/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/indah-pada-waktunya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 04:48:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1837</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita marah, memprotes, dan menggugat Allah atas segala ketidakenakan yang kita rasakan. Kita marah, manakala keinginan dan cita-cita tidak bisa terwujud. Kita marah manakala jabatan yang kita incar ternyata diduduki oleh orang lain yang menurut kita dia bukan siapa-siapa. Kita marah manakala orang yang kita cintai ternyata bukanlah jodoh kita, atau karena pasangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1836" title="ulat-kupu" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/10/ulat-kupu.jpg" alt="ulat-kupu" width="130" height="119" />Sering kali kita marah, memprotes, dan menggugat Allah atas segala ketidakenakan yang kita rasakan. Kita marah, manakala keinginan dan cita-cita tidak bisa terwujud. Kita marah manakala jabatan yang kita incar ternyata diduduki oleh orang lain yang menurut kita dia bukan siapa-siapa. Kita marah manakala orang yang kita cintai ternyata bukanlah jodoh kita, atau karena pasangan yang telah diberikan oleh-Nya ternyata tidak sesuai dengan yang kita harapkan.<span id="more-1837"></span></p>
<p>Kita menghujat, memprotes, menggugat…Allah tidak adil…Allah tidak sayang pada hamba-Nya…</p>
<p>Ada banyak kemarahan disini…</p>
<p>Tapi, sadarkah kita? Bahwa sesungguhnya Dia Maha Tahu? Bahwa di setiap ketidakenakan itu pasti ada sebuah pelajaran yang bisa jadi sangat berharga dan berarti bagi kehidupan kita di masa depan?</p>
<p>Ketika cita-cita tidak bisa terwujud, mungkin belum saat ini, Allah ingin menguji seberapa tangguh kita dalam berusaha. Atau, Dia menggantikannya dengan sebuah jalan yang lain, yang ternyata jalan itu lebih baik dari jalan yang kita inginkan sebelumnya. Ketika Anda berharap ingin masuk ke sebuah universitas favorit, ternyata Allah berkehendak lain dengan tidak lolosnya Anda dalam seleksi. Bisa jadi, Anda kemudian di universitas lain, namun disanalah Anda mendapatkan hidayah Anda atau Anda justru dapat menjadi lebih kreatif dan berprestasi disana. Bersyukurlah…dan husnudzani Allah…</p>
<p>Ketika orang yang Anda cintai mengkhianati Anda, meninggalkan Anda, maka bersyukurlah. Itu tandanya Allah Tahu bahwa dia bukanlah pasangan yang tepat bagi Anda. Berdo’alah agar Anda diberikan pengganti yang lebih baik, dalam segalanya.</p>
<p>Ketika pasangan hidup Anda saat ini ternyata tidak sesuai yang Anda harapkan, tetaplah bersyukur dan jaga cinta Anda terhadapnya. Tahukah Anda? Dia hadir karena Allah Tahu dialah yang tepat bagi Anda. Kalian bersama untuk saling melengkapi satu sama lain. Belajarlah untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mencintainya berarti Anda siap untuk menerimanya dengan segala kelebihan dan kekurangan, juga berdamai dengan masa lalunya. Bertahanlah…Anda ada untuk menjadikannya lebih baik, dia ada untuk menjadikan Anda lebih baik…</p>
<p>Anda mungkin pernah mendengar ini:</p>
<p>Aku meminta pada Allah setangkai bunga segar, tapi Dia memberiku kaktus berduri. Aku meminta pada Allah hewan mungil yang cantik, tapi Dia memberiku ulat berbulu. Aku sempat menggugat, betapa tidak adilnya Allah…</p>
<p>Tapi, kaktus itu pun berbunga, indah sekali. Ulat itu juga tumbuh menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah…</p>
<p>Allah tidak akan memberikan segala yang Anda minta. Allah hanya akan memberikan apa yang Anda butuhkan. Dia Maha Tahu, Dia Maha Adil…Dan jalan Allah, selalu indah pada waktunya…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/indah-pada-waktunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALASAN-ALASAN MENGAPA KITA “HARUS” TERSENYUM</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/alasan-alasan-mengapa-kita-%e2%80%9charus%e2%80%9d-tersenyum/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/alasan-alasan-mengapa-kita-%e2%80%9charus%e2%80%9d-tersenyum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 04:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[senyum]]></category>
		<category><![CDATA[tersenyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1817</guid>
		<description><![CDATA[Senyum. Sesuatu yang sangat mudah dilakukan sebenarnya. Kita hanya perlu menarik bibir saja hingga membentuk sebuah garis senyum. Tapi, mengapa kita ‘harus’ tersenyum?
Senyum membuat kita lebih menarik. Sekarang bercerminlah. Buat wajah Anda tersenyum. Bagaimana tampaknya? Lalu, buat wajah Anda cemberut. Bagaimana tampaknya? Mana yang lebih menarik? Survey membuktikan, kita lebih terlihat menarik saat kita tersenyum. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1818" title="senyum2" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/10/senyum2.jpg" alt="senyum2" width="116" height="116" />Senyum. Sesuatu yang sangat mudah dilakukan sebenarnya. Kita hanya perlu menarik bibir saja hingga membentuk sebuah garis senyum. Tapi, mengapa kita ‘harus’ tersenyum?</p>
<p><strong>Senyum membuat kita lebih menarik.</strong> Sekarang bercerminlah. Buat wajah Anda tersenyum. Bagaimana tampaknya? <span id="more-1817"></span>Lalu, buat wajah Anda cemberut. Bagaimana tampaknya? Mana yang lebih menarik? Survey membuktikan, kita lebih terlihat menarik saat kita tersenyum. Tak percaya? Buktikan saja!</p>
<p><strong>Senyum dapat mengembalikan mood yang payah.</strong> Anda merasa tidak mood saat ini? Cobalah untuk tersenyum. Meskipun pada mulanya senyum Anda tidak tulus atau dibuat-buat, tapi senyum dapat mempengaruhi tubuh untuk memperbaiki moodnya.</p>
<p><strong>Senyum mudah menular.</strong> Ketika suasana di rumah atau di tempat Anda bekerja sedang suram, cobalah untuk tersenyum. Maka senyum Anda akan menulari teman-teman dan orang-orang di sekeliling Anda. Seperti senyuman bayi, yang otomatis dan tulus, akan mencairkan kebekuan kakek tua yang menunggu vonis penyakitnya dan membuatnya lebih rileks.</p>
<p><strong>Stress hilang karena senyum</strong>. Senyum dapat mengendurkan saraf-saraf yang tegang. Juga membuat gurat-gurat kelelahan, capek, dan kekesalan Anda menjadi hilang. Anda pun dapat terlihat awet muda.</p>
<p><strong>Senyum membuat Anda sukses.</strong> Senyum membuat Anda menjadi tampil lebih percaya diri. Nah, kepercayaan diri ini lah yang membuat Anda dapat meyakinkan klien, dapat menarik minat lebih banyak klien, dan itu pada akhirnya akan membuat Anda sukses.</p>
<p><strong>Senyum membuat Anda berpikir lebih positif</strong>. Senyum tanpa diiringi dengan pikiran positif, tentu takkan bisa terlihat seperti senyum yang sebenarnya. Pikiran positif tanpa senyum pun, juga takkan mungkin. Jadi, senyum dan pikiran positif akan selalu berjalan seirama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/alasan-alasan-mengapa-kita-%e2%80%9charus%e2%80%9d-tersenyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMUA HANYA SEMENTARA</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/semua-hanya-sementara/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/semua-hanya-sementara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 04:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesenangan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesulitan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1616</guid>
		<description><![CDATA[Seperti roda yang berputar, terus bergulir, kadang di atas, kadang di bawah, itulah hidup. Adakalanya kita diuji dengan ketidakenakan, masa-masa sulit yang membuat kita sering kali berkeluh kesah. Adakalanya kita diuji dengan kesenangan dan kebahagiaan, sebuah karunia yang membuat hati terasa lapang dan ringan.
Karena itulah, kita patut mengingat, bahwa semua ini hanyalah sementara. Seperti sesaatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1617" title="roda" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/10/roda.jpg" alt="roda" width="111" height="115" />Seperti roda yang berputar, terus bergulir, kadang di atas, kadang di bawah, itulah hidup. Adakalanya kita diuji dengan ketidakenakan, masa-masa sulit yang membuat kita sering kali berkeluh kesah. Adakalanya kita diuji dengan kesenangan dan kebahagiaan, sebuah karunia yang membuat hati terasa lapang dan ringan.<span id="more-1616"></span></p>
<p>Karena itulah, kita patut mengingat, bahwa semua ini hanyalah sementara. Seperti sesaatnya siang yang ditelan gelapnya malam. Tidak selamanya kesengsaraan menggelayut. Tidak selamanya pula kesenangan melingkupi kita. Semuanya datang silih berganti.</p>
<p>Ada satu saat dimana tiba-tiba kita merasakan ketakutan akan sesuatu dan merasa hidup begitu sempit dan tidak adil. Tak apa, biarkan saja mengalir. Coba alihkan pikiran Anda kepada masa-masa dimana Anda begitu bahagia. Anak-anak yang lucu, suami yang setia, sahabat-sahabat yang bisa diajak berbagi, mengapa tidak? Pikirkan tentang kesementaraan. Bahwa ketakutan yang Anda rasakan saat ini hanyalah sementara. Anda akan mendapatkan jalan keluar dari permasalahan Anda. Pikirkan pula kebaikan-kebaikan orang yang pernah menyakiti Anda. Niscaya Anda akan menemukan bahwa kesempitan itu berkurang.  Maka cobalah.</p>
<p>Ketika Anda mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, rizki yang berlimpah, maka bersyukurlah. Temukan sebuah makna kebersamaan dengan berbagi terhadap sesama, tunaikan hak-hak mereka yang menjadi kewajiban Anda. Ingatlah masa-masa sulit Anda, bukankah ada banyak tangan yang mau menolong Anda untuk keluar? Maka berbuatlah yang lebih baik dari itu.</p>
<p>Semua yang ada di dunia ini hanyalah sementara…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/semua-hanya-sementara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RASULULLAH IS MY IDOL</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/rasulullah-is-my-idol/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/rasulullah-is-my-idol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 06:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[idola anak]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1556</guid>
		<description><![CDATA[“Aku suka sama spiderman, soalnya baik…suka nolong orang…”
Tersenyum saya mendengar celoteh anak-anak di halaman. Hmm…anak-anak itu sungguh polos. Tapi, kenapa spiderman? Manusia laba-laba khayalan itu?
Zaman telah berubah. Anak-anak sekarang mungkin hanya berbilang saja yang hafal kisah-kisah para nabi dan para sahabat. Apalagi, kisah-kisah ajaib dalam Al-Qur’an. Kebanyakan justru lebih hafal dengan nama-nama tokoh kartun, tokoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><em><img class="size-thumbnail wp-image-1557 alignleft" title="rosulullah" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/09/kal-1-150x150.jpg" alt="rosulullah" width="101" height="101" />“Aku suka sama spiderman, soalnya baik…suka nolong orang…”</em></p>
<p>Tersenyum saya mendengar celoteh anak-anak di halaman. Hmm…anak-anak itu sungguh polos. Tapi, kenapa spiderman? Manusia laba-laba khayalan itu?<span id="more-1556"></span></p>
<p>Zaman telah berubah. Anak-anak sekarang mungkin hanya berbilang saja yang hafal kisah-kisah para nabi dan para sahabat. Apalagi, kisah-kisah ajaib dalam Al-Qur’an. Kebanyakan justru lebih hafal dengan nama-nama tokoh kartun, tokoh khayal, dsb.</p>
<p>Sedih? Pastinya.</p>
<p>Idola terbaik sepanjang zaman adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengapa tidak menumbuhkan kecintaan terhadap beliau sejak dini pada anak-anak? Seharusnya, sejak kecil, anak-anak dibiasakan dengan kisah-kisah para nabi, para sahabat, kisah-kisah teladan, agar tertanam kecintaan mereka terhadap tokoh-tokoh muslim itu.</p>
<p>Sesungguhnya Rasulullah adalah teladan yang paling baik. Beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya, paling berani, dan paling dermawan. Poin-poin penting inilah yang tidak pernah benar-benar dimiliki oleh para superhero lainnya.</p>
<p>Sediakan buku-buku cerita yang menarik tentang para nabi dan rosul, juga para sahabat. Setiap kali menjelang tidur, bacakanlah untuk mereka. Jika Anda jago bercerita, anak-anak akan lebih mudah mengingat dan merekam apa yang Anda bacakan untuknya.</p>
<p>Temani mereka saat menonton TV. Ada banyak acara di TV yang tidak mendukung edukasi anak. Kebanyakan adalah acara-acara khayalan yang tak bisa diterima oleh akal. Karena itu, Anda perlu untuk ada di sisinya, dan menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah. Hindari sinetron-sinetron.</p>
<p>Atau, lebih baik lagi jika Anda “menyingkirkan” televisi dari rumah Anda. Anda bisa saja menyetelkan VCD edukatif dari komputer. Bukankah ini lebih menarik?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/rasulullah-is-my-idol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JADI ORANG BAIK ITU PENTING!!!</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/jadi-orang-baik-itu-penting/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/jadi-orang-baik-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 03:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[orang baik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1414</guid>
		<description><![CDATA[
It is nice to be important, but more important to be nice. 
Tahu slogan ini? Tentu Anda tahu. Memang baik untuk menjadi orang penting, tapi jauh lebih penting untuk menjadi orang baik.
Kebanyakan orang begitu ingin menjadi penting. Lihat saja contohnya, orang-orang yang berlomba-lomba mengikuti audisi untuk menjadi bintang terkenal alias artis. Banyak sekali bukan? Urutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1415 alignleft" title="sukses3" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/09/sukses3.jpg" alt="sukses3" width="105" height="120" /></p>
<p><em>It is nice to be important, but more important to be nice. </em></p>
<p>Tahu slogan ini? Tentu Anda tahu. Memang baik untuk menjadi orang penting, tapi jauh lebih penting untuk menjadi orang baik.<span id="more-1414"></span></p>
<p>Kebanyakan orang begitu ingin menjadi penting. Lihat saja contohnya, orang-orang yang berlomba-lomba mengikuti audisi untuk menjadi bintang terkenal alias artis. Banyak sekali bukan? Urutan antriannya bahkan hingga ratusan ribu. Dibela-belain antri dari subuh pula! Padahal, tak semuanya memiliki bakat untuk menjadi bintang.</p>
<p>Dan, apakah jaminan setelah mereka menjadi “penting”, lantas mereka menjadi “baik”? Tidak juga. Contohnya banyak. Kalau Anda mengikuti acara-acara gosip, Anda pasti tahu jawabannya. Entah perceraian, kasus narkoba, atau gaya hidup hedonis yang sangat jauh dari nilai “baik” itu sendiri.</p>
<p>Tapi, coba lihat di sekeliling Anda. Orang-orang yang memiliki kepribadian yang baik, selalu melakukan kebaikan-kebaikan dan sikap terpuji, dengan sendirinya mereka menjadi “penting”. Dicintai banyak orang, dan selalu mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam urusannya.</p>
<p>Banyak orang cantik dan tampan, tapi mereka tidak mengiringi keindahan fisik itu dengan keindahan hati dan jiwa. Akhlaknya buruk, dengan banyak kasus yang menimpa mereka. Kehidupan mereka kacau, dan kekacauan itu dikonsumsi orang banyak, sehingga segala aib tersebar. Belum puas aib tersebar, dikenangpun dengan imej yang buruk. Nah, lo!</p>
<p>Sebaliknya, orang-orang yang memiliki keindahan hati dan jiwa, berakhlak baik, selalu disorot karena kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Ketika ia harus “pergi”, orang-orang akan senantiasa membicarakan kebaikan-kebaikannya. Segala tentangnya yang baik selalu dikenang, yang akhirnya menjadi amal jariyah yang dapat menolongnya di dalam kubur.</p>
<p>Nah, mana yang akan kita pilih?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/jadi-orang-baik-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KESUKSESAN TIDAK MEMILIKI RAHASIA</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/kesuksesan-tidak-memiliki-rahasia/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/kesuksesan-tidak-memiliki-rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 02:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1373</guid>
		<description><![CDATA[
Setiap orang ingin sukses. Anda ingin sukses, saya juga ingin sukses. Jika Anda bertanya pada pengamen di jalanan pun, mereka juga akan menjawab hal yang sama. Namun, tak banyak orang yang bisa berkomitmen dengan kesuksesan yang mereka inginkan.
Ada 3 golongan orang yang menginginkan kesuksesan:
Golongan pertama, golongan “bawah”. Golongan ini adalah golongan yang menginginkan kesuksesan, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1372 alignleft" title="sukses" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/09/sukses.jpg" alt="sukses" width="116" height="103" /></p>
<p>Setiap orang ingin sukses. Anda ingin sukses, saya juga ingin sukses. Jika Anda bertanya pada pengamen di jalanan pun, mereka juga akan menjawab hal yang sama. Namun, tak banyak orang yang bisa berkomitmen dengan kesuksesan yang mereka inginkan.<span id="more-1373"></span></p>
<p>Ada 3 golongan orang yang menginginkan kesuksesan:</p>
<p>Golongan <strong>pertama</strong>, golongan “bawah”. Golongan ini adalah golongan yang menginginkan kesuksesan, namun masih dalam tingkat “ingin” saja. Contohnya, ketika Anda bertanya pada pengemis di lampu merah. Mereka akan menjawab, “ingin sukses”. Dan hanya sebatas itu.</p>
<p>Golongan <strong>kedua</strong>, golongan “menengah”. Golongan ini menginginkan kesuksesan, namun memiliki syarat. Misalnya, Anda bertanya kepada seorang pegawai di kantor Anda. Ia akan menjawab, “saya ingin sukses, <strong>TAPI</strong> saya tidak ingin bekerja seperti ini dan seperti ini. Saya ingin pekerjaan yang santai dan uang mengalir,”.</p>
<p>Golongan <strong>ketiga</strong>, golongan “atas”. Golongan ini adalah golongan yang menginginkan kesuksesan, dan mereka berkomitmen pada apa-apa saja yang harus mereka jalani dan mereka hadapi untuk mendapatkan kesuksesan tersebut. Apapun. Meski harus memulainya sebagai seorang OB (office boy).</p>
<p>Mari kita merenung!</p>
<p>Termasuk golongan yang manakah kita? Silakan menjawabnya sendiri.</p>
<p>Sebetulnya, kesuksesan tidak memiliki rahasia. Sungguh!! Anda boleh saja tidak percaya, tapi, inilah yang sebenarnya. Ya, <strong>KESUKSESAN TIDAK MEMILIKI RAHASIA</strong>. Tanamkan kalimat ini baik-baik pada diri Anda.</p>
<p>Lalu mengapa ada orang sukses, dan ada orang yang bangkrut?</p>
<p>Jawabannya tergantung bagaimana orang tersebut. Kesuksesan itu bisa terjadi karena adanya persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.</p>
<p>Orang yang tanpa persiapan, hampir bisa dipastikan ia tidak bisa mencapai kesuksesan. Lihat saja, para pekerja yang tidak menyusun time schedule dan program kerjanya. Apakah dia bisa sukses? Tidak sepenuhnya. Jikapun ia bisa berhasil, namun keberhasilan itu bukanlah keberhasilan yang optimal dari seluruh potensi yang ia miliki. Saya sendiri sering merasakan, efek dari “tanpa persiapan” alias terburu-buru. Pekerjaan saya bisa jadi terselesaikan. Namun, sangat tidak memuaskan. Jika biasanya saya bisa mendapatkan nilai A untuk tugas-tugas terencana saya, maka nilai untuk tugas tanpa persiapan ini hanya C minus.</p>
<p>Orang yang tak memiliki kemauan untuk bekerja keras alias pemalas, juga pasti tidak akan pernah bisa meraih sukses. Pernahkah Anda melihat orang kaya yang berhasil mendapatkan kekayaannya begitu saja? Tidak ada. Semuanya pasti dengan kerja keras. Jika Anda ingin bermalas-malasan, maka jangan pernah bermimpi untuk menjadi sukses. Anda harus berjuang dulu, harus mengorbankan keinginan-keinginan pribadi Anda dulu, harus bersusah payah dulu, baru Anda akan mendapatkan kesuksesan itu. Kalaupun bisa tanpa perjuangan, hmm…saya yakin Anda tidak akan pernah merasakan nikmatnya menjadi sukses dengan tangan Anda sendiri. Contohnya? Orang kaya yang memperoleh kekayaannya dari warisan orang tuanya saja, akan berbeda mentalnya dengan orang kaya yang mendapatkan kekayaannya dari perjuangan dan kerja keras. Orang pertama cenderung tidak disiplin, senang berfoya-foya, tak memiliki penghargaan terhadap orang lain, meremehkan hal-hal kecil, dan menganggap segalanya bisa dibeli dengan uang. Namun, orang kedua akan bersikap lebih bijak dalam memanajemen sesuatunya. Ia lebih disiplin, lebih menghargai orang lain, tidak takut kegagalan, dan memiliki kedisiplinan yang tinggi.</p>
<p>Orang yang takut akan kegagalan, juga bisa dipastikan tidak akan meraih sukses. Kenapa? Karena dalam pikirannya telah tertanamkan ketakutan-ketakutan yang menjadi tabir yang menghalangi langkahnya untuk maju. Padahal, kenapa harus takut pada kegagalan? Jelas-jelas kegagalan itu adalah sebuah pelajaran atau peringatan akan sesuatu untuk Anda, mengapa harus ditakuti? Jika Anda takut, berarti memang Anda adalah orang yang pengecut dan tidak berani menghadapi tantangan!! Coba Anda baca sejarah Abraham Lincoln, bagaimana ia berkali-kali gagal sebelum menjadi seorang presiden. Lihat bagaimana Thomas Alfa Edison memulai hidupnya sebelum ia menjadi seorang ilmuwan luar biasa.</p>
<p>Segalanya, tergantung pada diri kita sendiri. Sekarang, silakan tentukan langkah Anda sendiri!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/kesuksesan-tidak-memiliki-rahasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UJIAN KITA NGGAK SAMA…!</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/ujian-kita-nggak-sama%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/ujian-kita-nggak-sama%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 02:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[ujian hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1114</guid>
		<description><![CDATA[

Hidup adalah ujian. Dan masing-masing orang diuji dengan ujian yang berbeda-beda. Ada orang yang diuji dengan kemiskinan, kejelekan, penderitaan, tapi, juga ada manusia yang diuji dengan harta, kekuasaan, juga keindahan fisik.
Kita tahu, para nabi adalah orang-orang yang paling berat ujiannya. Mereka menyandang status yang berbanding lurus dengan cobaan yang harus mereka hadapi. Tidak seperti kita, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-1113" title="ombak" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/07/ombak.jpg" alt="ombak" width="130" height="98" /><br />
</strong></p>
<p>Hidup adalah ujian. Dan masing-masing orang diuji dengan ujian yang berbeda-beda. Ada orang yang diuji dengan kemiskinan, kejelekan, penderitaan, tapi, juga ada manusia yang diuji dengan harta, kekuasaan, juga keindahan fisik.</p>
<p>Kita tahu, para nabi adalah orang-orang yang paling berat ujiannya. Mereka menyandang status yang berbanding lurus dengan cobaan yang harus mereka hadapi. Tidak seperti kita, manusia biasa, yang sering kali lebih senang mengeluh daripada menerima ujian itu sebagai sesuatu yang harus diselesaikan dan “lulus”.</p>
<p><span id="more-1114"></span></p>
<p>Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau. Padahal, belum tentu tetangga menyukai rumputnya sendiri. Bisa jadi ia tengah merasa bosan dan ingin berganti rumput. Atau…malah bisa jadi ia iri pada rumput kita yang kuning! Nah, kan…</p>
<p>Apakah jaminan, orang yang kaya, hartanya melimpah, cantik dan tampan, punya rumah mewah, mobil berderet-deret, itu selalu bahagia? Mungkin saja mereka bahagia dengan kelebihan harta tersebut, tapi, apa mereka bisa luput dari rasa sedih? Dari kemalangan dan ujian? Bisa jadi, hidup mereka terancam, dengan adanya orang-orang yang mengincar harta mereka. Hidup mereka selalu was-was, hingga harus selalu memastikan bahwa makanan yang mereka santap bebas dari racun, atau memastikan rumah mereka dipasangi detector keamanan yang canggih.</p>
<p>Apakah juga jaminan, orang yang hidupnya serba pas-pasan, rumah mengontrak di pinggiran kota, tepat di pinggir sungai kotor, pekerjaan sebagai pegawai rendahan, fisik pun pas-pasan, hidupnya pasti selalu sengsara? Tidak juga…Dengan keterbatasan bisa jadi hidup mereka lebih tenang, lebih bahagia karena tidak perlu pusing-pusing memikirkan saham yang anjlok, atau merasakan indahnya kebersamaan dengan sesama.</p>
<p>Sekali lagi, milikilah rasa syukur. Jika kita senantiasa berandai-andai menjadi orang lain, maka ujian tersebut akan terasa semakin berat. Belajarlah untuk menerima dengan ikhlas. Jika tidak, maka yang terasa hanyalah kesedihan dan kekecewaan yang dalam, keinginan untuk menjauh dan menarik diri, bahkan banyak orang yang melakukan aksi bunuh diri hanya karena kekecewaan yang bisa dianggap sepele.</p>
<p>Sangat disayangkan, bukan?</p>
<p>Kita harus memulai dari diri sendiri. Tanamkan pada hati dan pikiran kita, bahwa setiap ujian pasti ada jalan pemecahannya, asalkan kita mau mencari dan berusaha. Tidak ada yang tidak mungkin.</p>
<p>Cobalah untuk selalu berpikir positif. Hilangkan prasangka-prasangka buruk terhadap ketentuan Allah. Ingat, bahwa Allah mengikuti prasangkaan hambanya. Jika kita pikir kita tidak bisa, maka yang terjadi adalah kita tidak bisa alias gagal. Tapi, jika kita berpikir dan mengatakan pada diri kita, “aku pasti bisa dengan bersungguh-sungguh”, maka Anda akan melihat hasil yang luar biasa dari kekuatan tersebut.</p>
<p>Saya memiliki seorang kakak kelas di universitas. Semua orang tahu dan mengenalnya sebagai pribadi yang sangat baik, pemurah, dan senang menolong. Secara akademis, dia adalah seseorang dengan kemampuan yang sangat biasa. Benar-benar sangat biasa. Sistem di universitas kami adalah sistem gugur atau DO. Jika mahasiswa tidak bisa memenuhi standar penilaian, maka akan gugur.</p>
<p>Nah, yang sungguh mengagumkan adalah bahwa kakak kelas saya ini sanggup bertahan dalam posisinya, sementara teman-teman seangkatannya berguguran. Saat saya bertanya apa kuncinya? Ternyata jawabannya adalah kepercayaan dan kesungguh-sungguhan. Nilainya memang rata-rata, namun yang terpenting adalah bagaimana ia percaya pada dirinya sendiri untuk sanggup melewati semua ujian dengan baik, serta bersungguh-sungguh menjalaninya.</p>
<p>Atau…cerita lain yang sangat menggugah, bagaimana seorang cacat yang tak memiliki kedua tangan, bisa melakukan renang gaya dada yang mengalahkan juara renang yang normal. Saya mendapatkan cerita ini dari atasan saya yang memberikan training motivasi di kantor. Saya berpikir, jika bukan karena keinginannya yang kuat, juga semangat untuk berbuat lebih baik itu tidak besar, maka mungkin ia akan menjadi seperti penyandang cacat yang lain.</p>
<p>Luar biasa sekali, bukan?</p>
<p>Kita juga bisa. Mari kita buka pikiran kita. Hadapi ujian hidup sebagaimana kita menghadapi ujian akhir sekolah. Jika kita berhasil menyelesaikannya, Alhamdulillah, itu berarti kita  telah lulus pada tahap itu. Jika ternyata kita belum menemukannya, maka tetaplah berusaha, sampai akhirnya kita bisa menemukan penyelesaiannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/ujian-kita-nggak-sama%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ARTI BAHAGIA</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/arti-bahagia/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/arti-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 19:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[ 

 
Akhirnya, sang pangeran dan putri pun menikah, dan mereka hidup bahagia….
Dongeng-dongeng seperti itu dulu kerap membuat saya menangis haru. Betapa bahagianya, bisa menikah dengan seseorang yang kita cintai, seseorang yang kita inginkan untuk bersama kita. Seperti kisah sang putri dan pangerannya.
Tapi, seiring berjalannya waktu, dan semakin banyak kehidupan yang saya baca, saya mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --></p>
<p><!--[endif]--><a href="http://pondokibu.com/wp-admin/www.pondokibu.com"><img class="size-full wp-image-1027 alignleft" title="happy" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/07/happy.jpg" alt="happy" width="135" height="96" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><em><span lang="EN-US">Akhirnya, sang pangeran dan putri pun menikah, dan mereka hidup bahagia….</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Dongeng-dongeng seperti itu dulu kerap membuat saya menangis haru. Betapa bahagianya, bisa menikah dengan seseorang yang kita cintai, seseorang yang kita inginkan untuk bersama kita. Seperti kisah sang putri dan pangerannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Tapi, seiring berjalannya waktu, dan semakin banyak kehidupan yang saya baca, saya mulai menemukan sebuah fakta: <strong>menikah bukan akhir, namun sebuah awal</strong>. Ya, sebuah awal. Salah jika menikah menjadi <em>ending</em> dalam sebuah cerita. Hanya sepenggal episode, karena kehidupan terus berlanjut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Apakah dengan menikah, lantas kita bahagia? Belum tentu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US"><span id="more-1026"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Saya banyak menemukan kehidupan pernikahan yang tidak bahagia. Padahal, pelakunya adalah orang-orang yang sering kali kita anggap mereka sebagai orang yang seharusnya bahagia. Yang wanita cantik, yang pria tampan. Sama-sama kaya dan memiliki karir sukses. Atau artis. Kehidupannya <em>glamour</em>, penuh dengan harta, semua yang diinginkan bisa dengan mudah didapatkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Tapi, apa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Perceraian. Lagi-lagi itu yang menjadi konsumsi publik. Lihat saja <em>infotainment</em>. Bukankah kebanyakan membahas soal perceraian artis?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Ternyata, indah fisik saja tak cukup untuk membuat kita bahagia dalam pernikahan. Banyak harta juga bukan jaminan untuk membeli kebahagiaan pernikahan. Ketenaran bukan pula hal yang dapat membuat kita bahagia selamanya! Cinta? Apalagi cinta. Pernikahan tidak butuh hanya sekedar cinta. Karena cinta bisa pudar termakan oleh waktu. Semua itu hanya semu…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Lalu apa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Jawabannya adalah ikhlas dan rasa syukur. Tanpa dua hal ini, apa-apa yang kita miliki, kita dapatkan saat ini hanyalah sesuatu yang semu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Kita tidak akan bahagia, jika kita tidak mensyukuri apa yang telah kita dapatkan. Kita tidak akan bahagia, jika kita tidak ikhlas dengan apa yang kita miliki saat ini. Kita mungkin saja memiliki uang yang banyak di bank. Kita memiliki pasangan yang “sempurna” dan didambakan semua orang. Tapi, jika kita tak memiliki rasa syukur, maka apalah artinya semua itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Mari kita syukuri dan ikhlas atas apa yang telah Allah berikan untuk kita. Suami yang sholeh dan bertanggungjawab, syukurilah dan ikhlas, meski dia  tak romantis. Anak-anak yang sehat dan cerdas, syukurilah dan ikhlaslah, meski mereka seringkali membuat Anda merasa lelah dan kewalahan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Izinkan saya menuturkan sebuah kisah pilu…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Saya mengenal Fulanah sebagai wanita yang cantik fisiknya, kaya raya, dan menjadi idola banyak pria. Dia telah menikah, memiliki 3 orang anak yang semuanya cantik-cantik. Melihat latar belakang kehidupan pernikahannya, saya merasa, seharusnya orang seperti Fulanah ini bahagia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Apa yang kurang darinya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Suaminya lelaki yang baik, bertanggungjawab, memberinya nafkah yang lebih dari cukup. Bisnisnya sukses dan memiliki banyak pelanggan. Dan dia cantik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Tapi, mengapa tiba-tiba saja ia memutuskan untuk bercerai dari suaminya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Wanita ini rupanya telah kehilangan rasa syukurnya. Coba pikirkan, seorang wanita yang telah menikah, asyik bertelepon ria dengan lelaki asing. Ketika suaminya menyatakan rasa cemburunya, bukannya ia segera menghentikan semua itu dan meminta maaf, melainkan justru semakin memanas-manasi suaminya. Masya Allah….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Hingga akhirnya, suaminya pun melakukan “pembalasan” dengan memiliki teman wanita yang bisa diajak mengobrol dan chatting. Wanita ini pun kelimpungan dan akhirnya terkena batunya. Dan karena itulah ia menuntut cerai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Gemas? Tentu saja. Sebagai sesama wanita saya sangat menyayangkan. Bagaimana tidak? Dia yang tidak bisa menjaga dirinya. Dia yang memancing-mancing dan membuat suasana yang adem ayem menjadi keruh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Mengapa tidak mencoba mensyukuri apa yang ada? Mengapa harus menunggu sampai pecah perang dulu? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Semoga ini dapat menjadi renungan bagi kita semua…</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/arti-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JANGAN PERNAH TAKUT GAGAL!</title>
		<link>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/jangan-pernah-takut-gagal/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/jangan-pernah-takut-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 17:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPIRIT & MOTIVASI]]></category>
		<category><![CDATA[jangan takut gagal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[  
 
Kebanyakan orang begitu mudahnya menyerah pada kegagalan. Sekalinya mencoba, dan gagal, membuat semangat menjadi surut dan enggan mencoba lagi. 
Tahukah Anda, bahwa sebenarnya yang banyak menjadi penyebab kegagalan kita adalah cara kita berpikir. Sering kali, kita berpikir “tidak bisa”, sebelum mencoba. Sehingga pemikiran itulah yang akhirnya melahirkan kegagalan. Jangan pernah takut untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]> <mce:style><!<br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-priority:99;<br />
mso-style-qformat:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0cm;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:11.0pt;<br />
font-family:"Calibri","sans-serif";<br />
mso-ascii-font-family:Calibri;<br />
mso-ascii-theme-font:minor-latin;<br />
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";<br />
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;<br />
mso-hansi-font-family:Calibri;<br />
mso-hansi-theme-font:minor-latin;<br />
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";<br />
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}<br />
--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="EN-US"> <img class="aligncenter size-full wp-image-1005" title="gagal" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/07/gagal.jpg" alt="gagal" width="107" height="107" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Kebanyakan orang begitu mudahnya menyerah pada kegagalan. Sekalinya mencoba, dan gagal, membuat semangat menjadi surut dan enggan mencoba lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Tahukah Anda, bahwa sebenarnya yang banyak menjadi penyebab kegagalan kita adalah cara kita berpikir. Sering kali, kita berpikir “tidak bisa”, sebelum mencoba. Sehingga pemikiran itulah yang akhirnya melahirkan kegagalan. Jangan pernah takut untuk mencoba. Sekalipun rasanya akan sangat berat, tapi, teruslah maju. Sambil, terus berpikir positif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US"><span id="more-1004"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Jika Anda merasa takut, maka cobalah berpikir, rasa takut itu akan membuat Anda menjadi lebih waspada, lebih bisa mencari solusi untuk hal-hal yang tersulit sekalipun, membuat Anda akan mampu melahirkan ide-ide kreatif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Rasa takut ini muncul sebetulnya bukan untuk menahan langkah kita. Namun, untuk membuat kita terdorong, dan melangkah. Meski harus sedikit demi sedikit pada langkah kecil, berat, dan lambat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"><span lang="EN-US">Kegagalan yang paling menyakitkan adalah kegagalan untuk mencoba. Anda akan sangat-sangat menyesal manakala kesempatan itu pergi begitu saja, tanpa Anda sempat mencobanya. Tapi, jika Anda bertahan untuk tetap maju, menaklukkan segala rintangan, dan mengenyahkan semua rasa takut akan kegagalan dan ketidakbisaan Anda, maka percayalah…Anda akan terkejut melihat betapa “hebat”nya Anda.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/spirit-motivasi/jangan-pernah-takut-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
