<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pondok IBU &#187; RUMAH TANGGA</title>
	<atom:link href="http://pondokibu.com/category/rumah-tangga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pondokibu.com</link>
	<description>Informasi Seputar Dunia Ibu &#38; Anak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 15:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>MAKANAN PENAMBAH GAIRAH BERCINTA</title>
		<link>http://pondokibu.com/kesehatan/makanan-penambah-gairah-bercinta/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/kesehatan/makanan-penambah-gairah-bercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 03:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SEX]]></category>
		<category><![CDATA[coklat]]></category>
		<category><![CDATA[gairah bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan-makanan Penambah Gairah Bercinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2835</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Duh..Susahnya jika tak memiliki gairah bercinta. Bagaimana ya agar bisa melayani suami dengan penuh gairah, sehingga suamipun bahagia&#8220;
Banyak sekali wanita terutama yang sudah melahirkan beberapa kali mengeluh tak bergairah bercinta. Bercinta atau sex hanya sekedar rutinitas dan kewajiban saja sebagai seorang istri. Sehingga acara bercinta menjadi suatu ritual yang hambar, bahkan melelahkan, mungkin pula menyebalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/04/makanan-penambah-gairah.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2837 alignleft" title="makanan penambah gairah" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/04/makanan-penambah-gairah-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><em><strong>&#8220;Duh..Susahnya jika tak memiliki gairah bercinta. Bagaimana ya agar bisa melayani suami dengan penuh gairah, sehingga suamipun bahagia</strong></em>&#8220;</p>
<p>Banyak sekali wanita terutama yang sudah melahirkan beberapa kali mengeluh tak bergairah bercinta. Bercinta atau sex hanya sekedar rutinitas dan kewajiban saja sebagai seorang istri. Sehingga acara bercinta menjadi suatu ritual yang hambar, bahkan melelahkan, mungkin pula menyebalkan dan yang lebih parah lagi barangkali banyak para suami yang mengalami penolakan-penolakan secara langsung atau tidak langsung dari istrinya dan merasa kecewa, sementara hasrat sudah memuncak. Parahnya lagi jika para suami itu adalah suami yang tak mau ambil pusing, maka jalan alternatif terlarangpun bisa ditempuh. Akibatnya banyak sekali konsekuensi dari masalah ini. Kalau sudah begini siapa yang bertanggungjawab?<span id="more-2835"></span>Nah untuk mengantisipasi masalah yang lebih besar ada baiknya kita mencoba menempuh berbagai cara untuk menyelesaikan masalah ini, agar tidak menimbulkan kemudharatan yang lebih besar dalam rumah tangga. Salah satu diantara cara untuk menambah gairah bercinta adalah dengan memperbaiki asupan gizi terutama vitamain dan mineral. Vitamin dan mineral tertentu bisa membantu mendorong tingkat hormon seseorang, menambah sensitivitas, dan membuat momen bercinta makin panas dan seru.<br />
<em><strong><br />
Stroberi</strong></em><br />
Selain bentuknya yang sudah menggoda, kandungan di dalamnya pun juga memiliki khasiat yang &#8220;menggoda&#8221;. Stroberi mengandung antioksidan dan mampu membantu sirkulasi pada tubuh. Itulah yang dibutuhkan untuk membantu memompa darah saat berkegiatan fisik nanti malam.</p>
<p><strong>Telur</strong><br />
Entah itu direbus, diorak-arik, dibuat dengan bentuk dadar, tetap saja telur mengandung vitamin B6. Vitamin tersebut membantu tubuh mencapai keseimbangan hormon dan membantu Anda menghadapi stres. Vitamin B6 tak hanya berasal dari telur, tapi bisa juga dari bayam, wortel, kacang polong, biji bunga matahari, atau ikan.<br />
<em><strong><br />
</strong><strong>Nasi Merah</strong></em><br />
nasi merah bisa membantu tubuh memproduksi hormon prolaktin, yang dalam level tinggi bisa meningkatkan gairah bercinta.  Anda juga bisa mendapatkannya dari daging merah, roti whole-grain, sayuran berdaun hijau, dan keju Cheshire atau Lancashire.<br />
<em><strong><br />
Bawang putih</strong></em><br />
Meski aromanya tidak akan membantu Anda untuk bercinta, khasiat bawang putih yang membantu membuka saluran darah merah, dan meningkatkan sirkulasi peredaran darah, akan membantu meningkatkan gairah Anda.<br />
<em><strong><br />
Jeruk</strong></em><br />
Makanan yang kaya akan vitamin C tak hanya baik untuk melawan flu, tapi juga bisa membantu meningkatkan gairah bercinta. Pasalnya, vitamin C meningkatkan level oksitosin seseorang, yakni hormon yang meningkatkan perasaan ingin merasa dekat dengan orang lain, lewat cara tergamblang manusia, yakni berpelukan.<br />
<em><strong><br />
Oatmeal</strong></em><br />
Mungkin bentuknya tidak menarik, namun menurut studi, oatmeal meningkatkan level testosteron dalam aliran darah seseorang.<br />
<em><strong><br />
Jahe</strong></em><br />
Jahe bisa membantu menghangatkan tubuh karena ia bisa meningkatkan metabolisme tubuh seseorang, yang bisa membuat tubuh memanas dan penuh energi, termasuk untuk bercinta.<br />
<em><strong><br />
Madu</strong></em><br />
Biasa menambahkan gula pada teh Anda? Coba ganti dengan pemanis alami ini. Madu mengandung boron, mineral yang bisa meningkatkan level libido seseorang, yang bisa mendorong hormon testosteron seseorang.</p>
<p><em><strong>Cokelat</strong></em><br />
Nah, yang satu ini sudah sangat terkenal akan kemampuannya menambah gairah bercinta. Pasalnya, ada zat di dalamnya yang bernama <em>methylxanthine</em>, yang mencetus pelepasan dopamin dalam tubuh. Hal inilah yang membuat Anda merasa menjadi bergairah dan selalu menginginkan untuk berada dipelukannya.</p>
<p>Sumber : www.kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/kesehatan/makanan-penambah-gairah-bercinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMART SHOPPING</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/smart-shopping-2/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/smart-shopping-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 02:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[shopping]]></category>
		<category><![CDATA[tips bijak berbelanja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2674</guid>
		<description><![CDATA[Untuk urusan belanja, sebagian besar kaum perempuan adalah makhluk yang sering kalap mata. Mungkin, sebelum masuk suatu supermarket untuk berbelanja, sebenarnya saat di rumah, telah didata barang apa saja yang masuk daftar list untuk dibeli. Namun kenyataannya setelah masuk kebanyakan dari mereka banyak yang membelanjakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam daftar list tadi. Yah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/03/supermarket.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2678" title="supermarket" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/03/supermarket.jpg" alt="" width="150" height="113" /></a>Untuk urusan belanja, sebagian besar kaum perempuan adalah makhluk yang sering kalap mata. Mungkin, sebelum masuk suatu supermarket untuk berbelanja, sebenarnya saat di rumah, telah didata barang apa saja yang masuk daftar list untuk dibeli. Namun kenyataannya setelah masuk kebanyakan dari mereka banyak yang membelanjakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam daftar list tadi. Yah, beginilah kaum ibu-ibu. Tapi hal ini tidaklah menjadi soal jika barang yang dibeli memang dibutuhkan untuk keperluan di rumah.<span id="more-2674"></span><br />
Belanja seharusnya tidak hanya sekedar membeli barang yang dibutuhkan, tapi juga mencermati barang yang sudah atau akan dibeli. Cermat dalam arti nilai barang yang dibeli sesuai dengan standar kualitas juga harga. Membuat daftar belanjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan ataupun menu yang telah dibuat dapat menghemat uang dan waktu berbelanja, sehingga tenaga kita pun tidak terbuang secara percuma.</p>
<p>Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berbelanja, baik itu di pasar tradisional ataupun di supermarket. Apa saja sih, ayo kita intip satu persatu.</p>
<ol>
<li>Jika Anda ingin membeli buah-buahan dan sayuran, belilah buah dan sayuran sesuai musim. karena selain harganya lebih murah, rasanya pun tentu lebih segar.</li>
<li>Jangan terlalu rakus! Hanya karena harga yang sedang murah ataupun diskon, Anda membeli bahan  makanan segar dalam jumlah yang terlalu banyak. Batasi pembelian bahan makanan segar sesuai kebutuhan. Karena bahan makanan segar lebih cepat rusak apalagi jika terlalu lama disimpan.</li>
<li>Kadang di beberapa supermarket memang menjual atau menyediakan sayuran dalam bentuk paket seperti sayur asem, sayur sop, capcay, oseng-osengan, bahkan juga soto lengkap dengan daging rebusnya. Tidak ada salahnya Anda sesekali membelinya karena selain lebih murah, Anda juga tak perlu repot-repot memotong lagi.</li>
<li>Berhati-hatilah dengan produk makanan kaleng. Lihat tanggal kadaluarsa yang tertera pada kaleng atau bungkusnya dan juga bentuk kaleng. Ada supermarket yang sengaja ataupun tidak memiliki barang-barang yang telah kadaluarsa. Usahakan mengambil di bagian atas atau bawah rak atau  di bagian belakang. Biasanya makanan kaleng dengan tanggal kadaluarsa yang masih baru tidak diletakkan di rak depan.</li>
<li>Belilah telur dalam bentuk kiloan, bukan dalam wadah siap beli. Tanyakan pada pelayan apakah telur tersebut baru datang atau sudah lama. Pilihlah sendiri telur berdasarkan tingkat kesegarannya.</li>
<li>Jika berbelanja daging, belilah daging dalam kemasan porsi. Anda bisa mengambil beberapa porsi untuk disimpan dalam lemari pembeku. Jangan lupa untuk mengambil daging yang berada di bagian belakang atau atas karena biasanya jauh lebih segar dibandingkan dengan daging yang terletak di bagian depan pada lemari display.</li>
<li>Jangan pernah membeli makanan jadi seperti roti, cake atupun muffin yang dipajang di atas meja tanpa penutup. Ada beberapa supermarket yang menggunakan desinfektan terlalu banyak untuk menghalau tikus dan serangga, sehingga aromanya terserap oleh bahan makanan diatas. Sebaiknya pilihlah yang baru keluar dari oven.</li>
</ol>
<p>Bijaksanalah dalam memilih suatu bahan makanan. Bahan makanan yang masih baik dan segar tentulah akan menghasilkan makanan yang sehat dengan kualitas gizi yang baik.</p>
<p>hmmm ibu-ibu selamat berbelanja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/smart-shopping-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGINGATKAN SUAMI YANG SALAH</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/mengingatkan-suami-yang-salah/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/mengingatkan-suami-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 23:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[problema rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2224</guid>
		<description><![CDATA[“Abi ini gimana sih?! Kan ummi sudah bilang, kacamata renang itu mau ummi pakai hari ini?! Kenapa abi tidak mengembalikan ke tas ummi lagi?!”
Telepon dengan nada tinggi itu membuat saya dan dua orang teman saya yang baru datang di kolam renang bengong. Aseli kaget.
“Ya sudah, ummi nggak usah renang saja!!” Klik, telepon diputus, lalu dilempar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2225" title="woman n man" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/11/woman-n-man.jpg" alt="woman n man" width="124" height="112" />“Abi ini gimana sih?! Kan ummi sudah bilang, kacamata renang itu mau ummi pakai hari ini?! Kenapa abi tidak mengembalikan ke tas ummi lagi?!”</p>
<p>Telepon dengan nada tinggi itu membuat saya dan dua orang teman saya yang baru datang di kolam renang bengong. Aseli kaget.</p>
<p>“Ya sudah, ummi nggak usah renang saja!!” Klik, telepon diputus, lalu dilempar ke dalam tas. Lagi-lagi kami berpandangan. Untuk sesaat lamanya saya terdiam, seolah ada godam dihantamkan ke kepala saya, membuat saya tersadar akan sesuatu: suamiku di kantor pagi ini, apakah aku sudah menjadi istri yang baik untuknya?<span id="more-2224"></span></p>
<p>Ribut istri versus suami dalam sebuah rumah tangga adalah sesuatu yang lumrah, wajar. Perbedaan pendapat, perbedaan keinginan, sering menjadi pemicu bentrok. Itu bumbu pernikahan. Kalau adem ayem terus, mana seru?</p>
<p>Tapi, yang harus diingat adalah bagaimana kedudukan seorang istri terhadap suaminya. Layakkah seorang istri membentak-bentak suaminya? Terlebih jika itu hanya untuk urusan sepele; kacamata renang, kaus kaki yang dilempar sembarangan, buku yang tidak dikembalikan ke tempat semula, baju kotor yang disimpan di lemari, dsb. Layakkah? Apalagi jika membentaknya di depan umum, didengar dan dilihat orang lain. Itu namanya menjatuhkan martabat suami.</p>
<p>Jika ingin mengingatkan, bukankah bisa menggunakan kata-kata yang lebih bijak dan enak di dengar? Suami tentu akan merasa sangat dihormati.Dan perlahan-lahan, ia akan mulai mengubah dirinya. Cara kasar akan membuat laki-laki merasa jenuh, lambat laun ia akan merasa tidak berharga jika istrinya sering memberlakukannya dengan seenak hati. Jangan salahkan kalau tiba-tiba laki-laki memilih pergi dan mencari wanita lain.</p>
<p>Gunakan sindiran halus. Misalnya, suami Anda sangat pelupa. Ia selalu lupa menaruh kunci motor, atau lupa menyimpan sepatunya di tempat yang benar. Tidak mengapa Anda mengingatkannya dengan sindiran halus, yang tidak membuatnya merasa tersinggung atau Anda melecehkannya.</p>
<p>Tulis di buku harian Anda berdua. Jika Anda sering menggunakan buku komunikasi suami-istri dalam rumah tangga Anda, tuliskan saja apa yang Anda inginkan dari suami Anda. Misalnya, Anda ingin suami Anda lebih teliti dan lebih disiplin lagi masalah kebersihan, itu bisa membuat suami Anda merasa lebih nyaman.</p>
<p>Nah, bagaimana menurut Anda? Siap menjadi istri yang baik?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/mengingatkan-suami-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BIJAK DALAM BELANJA</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/bijak-dalam-belanja/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/bijak-dalam-belanja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 03:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/rumah-tangga/bijak-dalam-belanja/</guid>
		<description><![CDATA[Tiap kali berbelanja ke supermarket, atau sekedar berjalan-jalan, pasti selalu saja ada “pengeluaran” mendadak yang sering kali bukanlah hal yang benar-benar diperlukan. Pegang erat dompet Anda! Mengapa?
Lihatlah di sekeliling Anda saat Anda berbelanja. Barang-barang dagangan yang dijajakan penjualnya saling berebut meminta perhatian Anda, bukan? Dan para pedagang tersebut sangat gigih “memperebutkan” uang Anda.
Tentu, kita tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2082" title="uang belanja" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/11/uang-belanja.jpg" alt="uang belanja" width="121" height="112" />Tiap kali berbelanja ke supermarket, atau sekedar berjalan-jalan, pasti selalu saja ada “pengeluaran” mendadak yang sering kali bukanlah hal yang benar-benar diperlukan. Pegang erat dompet Anda! Mengapa?</p>
<p>Lihatlah di sekeliling Anda saat Anda berbelanja. Barang-barang dagangan yang dijajakan penjualnya saling berebut meminta perhatian Anda, bukan? Dan para pedagang tersebut sangat gigih “memperebutkan” uang Anda.<span id="more-2083"></span></p>
<p>Tentu, kita tidak akan menyalahkan para pedagang. Ini sudah merupakan <em>sunnatullah.</em> Yang harus kita salahkan adalah manakala kita tidak bisa bersikap bijak dalam mengeluarkan uang.</p>
<p>Pilihlah barang yang benar-benar Anda butuhkan. Seringkali saat berbelanja, kita melalaikan prioritas ini. Melihat barang bagus sedikit, kita langsung menyambarnya. Melihat diskon murah sedikit, kita langsung membuka dompet dan membayarnya. Padahal sebetulnya barang tersebut belum betul-betul dibutuhkan.</p>
<p>Jangan menuruti setiap keinginan yang tidak penting. Ini kuncinya. Jika setiap kali Anda selalu memperturutkan keinginan ini dan itu, maka Anda hanya akan semakin menambah panjang daftar bon Anda. Bersabarlah, dan utamakan prioritas Anda.</p>
<p>Miliki buku kas. Agak ribet memang. Tapi, ini penting bagi Anda untuk melihat seberapa besar rata-rata pemasukan dan pengeluaran Anda dalam 1 bulannya. Dari sini Anda akan belajar bagaimana memenej keuangan Anda dengan lebih bijak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/bijak-dalam-belanja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NYATAKAN CINTAMU</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/nyatakan-cintamu/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/nyatakan-cintamu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa cinta]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ungkapan cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2048</guid>
		<description><![CDATA[Rasa cinta bukanlah untuk dipendam, namun untuk diungkapkan. Mengapa? Karena cinta adalah pondasi pokok terbangunnya sebuah rumah tangga yang kokoh. Tanpa adanya pengungkapan cinta, maka sebuah kebersamaan dalam rumah tangga menjadi hambar. Ibarat sayur tanpa  bumbu.
Tapi, apakah harus selalu dengan kata-kata?
Tidak juga. Menyatakan cinta tidak harus selalu dengan kata-kata atau berwujud bunga. Meski sebagian besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2049" title="bunga" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/11/bunga.jpg" alt="bunga" width="124" height="109" />Rasa cinta bukanlah untuk dipendam, namun untuk diungkapkan. Mengapa? Karena cinta adalah pondasi pokok terbangunnya sebuah rumah tangga yang kokoh. Tanpa adanya pengungkapan cinta, maka sebuah kebersamaan dalam rumah tangga menjadi hambar. Ibarat sayur tanpa  bumbu.</p>
<p>Tapi, apakah harus selalu dengan kata-kata?<span id="more-2048"></span></p>
<p>Tidak juga. Menyatakan cinta tidak harus selalu dengan kata-kata atau <a href="../rumah-tangga/ketika-cinta-tak-harus-berwujud-bunga/">berwujud bunga</a>. Meski sebagian besar wanita menginginkan pasangannya mengungkapkan rasa cintanya dengan bunga atau kata-kata mesra, tapi, cinta tak bisa dimutlakkan dengan 2 hal tersebut.</p>
<p>Senyuman,belaian sayang,wajah ceria, dan kemesraan adalah bahasa cinta yang lain. Wanita mana yang tak senang,ketika suaminya menyuapkan nasi ke mulutnya dengan penuh kasih? Atau meminjamkan bahunya untuk bersandar di saat ia merasa lelah? Atau memberinya senyuman matahari di saat ia bangun tidur di pagi hari?</p>
<p>Kesetiaan. Kesetiaan bukan berarti hanya selalu membersamai dalam setiap kondisi. Tapi juga dengan cara tidak saling membiarkan salah satu pihak terus menerus berada dalam penyimpangan. Dengan kata lain, saling menasehati dalam kebaikan dan taqwa adalah bentuk kesetiaan. Ketika salah satu pasangan melakukan kesalahan, tidak sebaiknya kita pergi meninggalkannya. Tapi, justru seharusnya tetap berada di sisinya untuk memberikan bantuan dan mengeluarkannya dari “jurang” tersebut.</p>
<p>Cemburu yang santun. Jangan salah, kita diperbolehkan kok, untuk cemburu. Tapi, cemburu yang santun tentunya. Karena cemburu itu tanda cinta. Patut dipertanyakan jika tidak ada rasa cemburu di antara pasutri.</p>
<p>Penampilan yang baik. Anda berdandan, memakai wewangian ketika di rumah, menjaga kebersihan diri dan rumah Anda, adalah salah satu bentuk cinta yang dapat dilihat oleh pasangan Anda. Anda berdandan berarti ingin menyenangkan hatinya, menyejukkan pandangannya.</p>
<p>Perhatian dan hadiah. Sekali lagi, tidak harus selalu bunga untuk menyatakan cinta. Perhatian yang diberikan pasangan Anda kepada Anda adalah bukti bahwa dia mencintai Anda. Hadiah kecil,seperti pelukan atau ciuman ringan di kening, juga merupakan bentuk ekspresi cintanya.</p>
<p>Jangan memaksakan. Ada memang jenis-jenis orang yang tidak ekspresif dalam menyatakan cintanya. Dan itu adalah bagian dari karakternya. Kita tidak bisa memaksakan, itu intinya. Sesekali kita bisa memintanya mengikuti apa yang kita inginkan. Tapi, tipikal orang seperti ini jelas tidak bisa dipaksa terus  menerus. Kitalah yang harus belajar bersabar menerima kekurangan pasangan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/nyatakan-cintamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 HAL ROMANTIS BERSAMA PASANGAN ANDA</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/5-hal-romantis-bersama-pasangan-anda/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/5-hal-romantis-bersama-pasangan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 03:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[belajar romantis]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>
		<category><![CDATA[romantisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1774</guid>
		<description><![CDATA[Mempertahankan cinta dalam pernikahan adalah sesuatu yang wajib bagi semua pasangan. Salah satunya adalah dengan melakukan hal-hal romantis untuk menyegarkan kembali cinta Anda bersama pasangan Anda. Tak ada patokan usia dalam hal ini. Karena romantisme adalah hal yang tidak pernah usang oleh zaman.
Love massage. Pijatan cinta. Anda tahu arti sebuah sentuhan lembut? Sesungguhnya sentuhan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1776" title="keranjang piknik4" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/10/keranjang-piknik4.jpg" alt="keranjang piknik4" width="124" height="92" />Mempertahankan cinta dalam pernikahan adalah sesuatu yang wajib bagi semua pasangan. Salah satunya adalah dengan melakukan hal-hal romantis untuk menyegarkan kembali cinta Anda bersama pasangan Anda. Tak ada patokan usia dalam hal ini. Karena romantisme adalah hal yang tidak pernah usang oleh zaman.<span id="more-1774"></span></p>
<p><strong>Love massage</strong>. Pijatan cinta. Anda tahu arti sebuah sentuhan lembut? Sesungguhnya sentuhan dan pijatan-pijatan lembut dapat memberikan efek kenyamanan dan ketenangan yang luar biasa. Wanita biasanya suka dengan sentuhan dan pijatan-pijatan seperti ini. Tidak ada salahnya jika Anda dan pasangan Anda saling memijat. Siapkan saja massage oil yang beraroma terapi atau massage lotion untuk melembutkan gerakan memijat Anda.</p>
<p><strong>Mandi bersama.</strong> Hmm…yang satu ini pun layak Anda coba. Jika kamar mandi Anda memiliki bath up, berendamlah berdua bersama dengan pasangan Anda dengan busa melimpah. Sambil berendam, Anda berdua bisa saling bercengkrama sambil menikmati limpahan busa atau air hangat yang bisa merefreshkan tubuh. Romantis juga, lho!</p>
<p><strong>Piknik romantis.</strong> Tinggalkan sejenak kesibukan Anda bekerja. Ambil keranjang piknik Anda, dan siapkan perbekalan. Anda bisa memilih tempat-tempat yang cocok untuk menyepi berdua, atau jika Anda nyaman dengan keramaian, Anda bisa berpiknik kecil di taman kota. Pantai atau danau juga bisa menjadi pilihan Anda.</p>
<p><strong> Lingerie</strong>. Tampil cantik dan seksi di hadapan suami Anda bukan lagi hal yang tabu. Bahkan, berpahala jika niat Anda untuk menyenangkan suami Anda. Setelah seharian bekerja, dengan rasa lelah yang luar biasa, tentunya ia ingin melihat Anda tampil cantik saat menyambutnya. Jika Anda merasa nyaman, Anda bisa memilih lingerie dengan potongan yang seksi dan menarik untuk menyenangkan hatinya. Dijamin, suami Anda pun semakin cinta!</p>
<p><strong>Sepiring berdua</strong>. Ini bukan lagu lama, lho. Tapi, makan sepiring berdua dengan pasangan Anda akan menambah kuat ikatan kasih sayang Anda terhadapnya.  Saling menyuapi juga tidak identik dengan pengantin baru. Sepotong berdua pun juga tidak apa-apa. Misalnya, Anda membeli sebatang coklat, makanlah berdua dengannya. Saling menggigit? Bukan masalah.</p>
<p>Nah, bagaimana menurut Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/5-hal-romantis-bersama-pasangan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKU PERCAYA KAMU</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/memupuk-rasa-saling-percaya/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/memupuk-rasa-saling-percaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 02:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[percaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[saling percaya]]></category>
		<category><![CDATA[suami istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan melahirkan berbagai konsekuensi. Salah satunya adalah menjalani suka duka seumur hidup bersama pasangan. Kenyamanan hidup bersama pasangan bisa diperoleh bila tercipta rasa saling percaya diantara keduanya. Tanpa rasa percaya, suami istri tidak akan merasakan ketenangan batin. Yang akan muncul adalah sikap curiga terus menerus yang akhirnya meretakkan rumah tangga itu sendiri. 
Menikah berarti menyempurnakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-550" title="images_011" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/03/images_011.jpg" alt="images_011" width="124" height="88" />Pernikahan melahirkan berbagai konsekuensi. Salah satunya adalah menjalani suka duka seumur hidup bersama pasangan. Kenyamanan hidup bersama pasangan bisa diperoleh bila tercipta rasa saling percaya diantara keduanya. Tanpa rasa percaya, suami istri tidak akan merasakan ketenangan batin. Yang akan muncul adalah sikap curiga terus menerus yang akhirnya meretakkan rumah tangga itu sendiri. <span id="more-506"></span><br />
Menikah berarti menyempurnakan ibadah, bahkan bisa membuat kaya. Tengoklah surat An-nur ayat 32 : <em>&#8220;Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan menjadikan mereka kaya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em></p>
<p>Singkirkanlah keraguan untuk menikah. Bertekadlah untuk menjadi pribadi mandiri yang bertanggungjawab. Menikmati hidup di masa muda bukan sekedar memperbanyak harta lalu membeli apapun yang diinginkan. Melainkan, bersyukur dengan melakukan sesuatu yang membuat hidup lebih bermakna. Jadikan menikah sebagai pilihan. Jika ada orang bertanya, jangan terus-menerus menjawab &#8220;belum siap&#8221;, tapi gantilah dengan &#8220;insya Allah, siap.&#8221;</p>
<p>Wahai calon pengantin, sebelum melangkah ke pelaminan ingatlah selalu pesan orangtua dalam memilih pendamping hidup. Ingatlah bahwa ridha Allah berada pada ridha orangtua. Jangan terpesona dengan penampilan fisik dan gelimang materi yang memabukkan. Sadarlah, roda hidup selalu berputar dan tak ada yang abadi di dunia ini. Cari suami dan istri sesuai bibit, bebet dan bobot yang Allah tentukan. Yang mampu mengimami dan pandai mengaji. Pilihlah pribadi yang bisa kau percaya keimanan, akhlak dan karakternya.</p>
<p>Wahai pengantin baru, masa awal pernikahan memanglah indah. Segalanya terasa indah, dunia serasa milik berdua. Tapi janganlah terlena karenanya. Ini adalah waktu untuk merencanakan masa depan, membangun rasa saling percaya dan memulai lembaran baru dengan ikhlas. Bila pendamping yang terpilih sesuai dengan kriteria yang dianjurkan Islam, insya Allah tak sulit untuk berkata, &#8220;Aku percaya padamu.&#8221;</p>
<p>Wahai para suami, saling percaya adalah buah dari memilih istri shalihah. Saat menceritakan masalah yang membuatmu geram, kata-kata bijaknya akan menyejukkan hatimu. Sepulang dari lelah mencari nafkah, dia akan menyambutmu dengan kata-kata yang membuatmu merasa tak sia-sia bekerja. Tak ada provokasi atau ghibah meluncur dari bibirnya, yang bisa membuatmu merasa iri,terhina ataupun marah. Kau percaya bahwa dia mampu mengurus rumah tangga dengan baik, menghindarkan diri dari fitnah dan menjaga aibmu.</p>
<p>Wahai para istri, saling percaya adalah buah dari memilih imam yang baik. Hati tetap tenang sekalipun waktu 24 jam terasa kurang baginya untuk bekerja. Tak ada gundah meskipun dia berada jauh di benua lain. Tak ada prasangka buruk seandainya ada sms atau nama seorang perempuan memanggil dari layar <em>handphone</em>-nya. Kau percaya bahwa kesibukannya di luar rumah semata bertujuan untuk memperkuat kondisi rumah tanggamu dengannya. Begitu juga denganmu, suamimu berhak untuk tahu setiap ada SMS atau telpon masuk yang mengusilimu atau mengganggumu.</p>
<p>Wahai pasangan suami istri, niat yang baik, kriteria yang baik dan cara yang baik dalam memulai perkawinan adalah bekal untuk dapat saling percaya. Jika pasangan suami istri saling percaya, hasilnya adalah saling mendukung dan saling menghargai. Suami dan istri dapat mengembangkan diri demi meningkatkan kualitas anak-anak kelak. Hati tak dikotori prasangka, pikiran terbebas dari curiga, hidup pun terasa tenang. Semua dimulai dari saling percaya.</p>
<p>Sikap saling percaya tidak tumbuh begitu saja. Pupuknya adalah kejujuran dan keterbukaan dalam menyikapi berbagai peristiwa dalam hidup. Tak perlu melebih-lebihkan atau mengurangi porsi fakta dalam sebuah kisah. Keberhasilannya tergantung dari usaha pasangan suami istri. Seperti yang dikatakan Aisyah ra, &#8220;Pernikahan itu sangat sensitif dan tergantung kepada kepribadian masing-masing untuk mendapatkan kemuliannya.&#8221;</p>
<p>Sumber : <em>Anggun</em>, dengan beberapa tambahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/memupuk-rasa-saling-percaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUNAIKAN HAK-HAK TETANGGAMU!!</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/tunaikan-hak-hak-tetanggamu/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/tunaikan-hak-hak-tetanggamu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 07:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[adab bertetangga]]></category>
		<category><![CDATA[adab islami]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[hak tetangga]]></category>
		<category><![CDATA[tetangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1451</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-full wp-image-1450 alignleft" title="chaos" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/09/chaos.jpg" alt="chaos" width="95" height="95" /></strong><em>Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, <strong>maka hendaklah ia memuliakan tetangga</strong></em><strong><em>nya</em></strong><em> dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. </em><strong>[Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]<span id="more-1451"></span></strong></p>
<p>Musik dangdut itu berdentum-dentum memekakkan telinga. Hari masih sangat pagi untuk membuat suasana yang tenang menjadi hingar bingar. Bayangkan, jam 6 pagi! Saya sampai tak bisa mendengar materi yang disampaikan Ustadz saya pagi itu. Masya Allah…</p>
<p>Pada sebuah tempat dan waktu yang lain, saya juga pernah mendapatkan situasi yang nyaris sama. Jam 1 dini hari, saya tiba-tiba terbangun karena hentakan musik keras yang membuat jantung saya seperti melompat ke perut. Asalnya dari rumah di belakang rumah saya. Meski terpisah oleh kebun, tapi suaranya masih sangat keras terdengar.</p>
<p>Kemana perginya empati orang-orang itu?</p>
<p>Saya teringat sebuah cerita dari seorang sahabat saya yang pernah tinggal di Jerman. Bagaimana orang-orang disana sangat menghargai hak-hak tetangganya. Begitu juga dengan cerita teman-teman di Australia. Ada jam-jam dimana musik keras baru boleh dinyalakan. Jika ada pelanggaran, maka boleh dilaporkan ke polisi. Itu di negara-negara yang mayoritasnya orang-orang non muslim, lho. Mengapa negara kita yang mayoritas muslim justru hal-hal seperti ini dilalaikan? Ironis…</p>
<p>Rosulullah bahkan bersabda: <em>“Jibril selalu menasehati diriku tentang urusan tetangga, sampai-sampai aku beranggapan bahwa tetangga itu dapat mewarisi harta tetangganya”.</em></p>
<p>Lihatlah!! Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hak-hak tetangga.</p>
<p>Islam telah mengajarkan adab-adab bertetangga. Tidak boleh berbuat kekacauan yang dapat menganggu ketentraman tetangga, jika memasak dan baunya tercium sampai tetangga wajib memperbanyak kuahnya agar bisa dibagi, dsb.</p>
<p>Tetangga memiliki hak untuk hidup tenang. Menyetel musik keras-keras, atau bahkan kaset apapun yang terlalu keras volumenya, pertengkaran rumah tangga, dapat menganggu ketenangan. Bagaimana jika ada bayi atau orang yang sedang sakit dan butuh istirahat? Tentulah jika kita sendiri yang mengalaminya, akan sangat-sangat merasa terganggu.</p>
<p>Yuk, kita belajar menjadi tetangga yang baik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/tunaikan-hak-hak-tetanggamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MIMPIKU DAN MIMPIMU</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/mimpiku-dan-mimpimu/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/mimpiku-dan-mimpimu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 04:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1393</guid>
		<description><![CDATA[ 
Tidak setiap pasangan memiliki mimpi yang sama. Bahkan tak jarang ada pasangan yang memiliki impian, cita-cita, dan tujuan hidup yang jauh berseberangan. Ibarat yang satu di kutub utara, yang lainnya di kutub selatan.
Yang namanya perbedaan, itu sudah pasti ada, dan wajar. Tak bisa dipaksakan untuk selalu sama. Yang terpenting adalah bagaimana saling menghargai dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> <img class="size-full wp-image-1394 alignleft" title="dream" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/09/dream.jpg" alt="dream" width="116" height="116" /></strong></p>
<p>Tidak setiap pasangan memiliki mimpi yang sama. Bahkan tak jarang ada pasangan yang memiliki impian, cita-cita, dan tujuan hidup yang jauh berseberangan. Ibarat yang satu di kutub utara, yang lainnya di kutub selatan.<span id="more-1393"></span></p>
<p>Yang namanya perbedaan, itu sudah pasti ada, dan wajar. Tak bisa dipaksakan untuk selalu sama. Yang terpenting adalah bagaimana saling menghargai dan menjembatani perbedaan-perbedaan tersebut. Ingatlah, bahwa kebersamaan itu bukan untuk bersaing, namun untuk saling melengkapi.</p>
<p>Bagaimana cara menjembatani 2 mimpi yang berbeda?</p>
<p>Ambillah dua buah buku kosong. Masing-masing, beri judul “Impian….(nama Anda)” dan satu lagi “Impian…(nama pasangan Anda)”.</p>
<p>Setiap harinya, luangkan sedikit waktu untuk Anda berdua untuk menuliskan impian-impian (baca: keinginan-keinginan/harapan-harapan) Anda di buku masing-masing. Entah itu  masalah karir, keluarga, rumah, sosialisasi sekitar, kekayaan, dsb. Dibuat per sub bahasan lebih bagus.</p>
<p>Misalnya, dalam masalah karir, tuliskan saja keinginan-keinginan apa yang ingin Anda capai selama ini dalam karir Anda, dsb. Begitu juga dalam masalah keluarga, tuliskan berapa jumlah anak yang Anda harapkan, bisa juga harapan-harapan Anda terhadap si dia, dsb.</p>
<p>Setelah itu, bertukarlah buku dengannya. Baca setiap detil yang ia tuliskan disana, lalu bicarakanlah dengannya. Buatlah kesepakatan-kesepakatan dengan musyawarah. Ingat: jangan pernah lakukan ini jika Anda dalam keadaan emosi atau marah. Karena api akan semakin berkobar jika Anda tidak berbicara dengan kepala dingin dan santai.</p>
<p>Temukan solusi-solusi bersama untuk mengatasi perbedaan-perbedaan di antara kalian. Berikan penjelasan-penjelasan yang detail atas keinginan-keinginan Anda, juga alasan-alasan mengapa Anda menginginkannya. Sebaliknya, Anda harus mendengarkannya saat ia berbicara dan mengungkapkan keinginan-keinginannya. Jika sudah menemukan solusi bersama, tuliskan itu dalam buku Anda masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/mimpiku-dan-mimpimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FAMILY TRIP</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/family-trip/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/family-trip/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 02:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[KELUARGA]]></category>
		<category><![CDATA[piknik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1225</guid>
		<description><![CDATA[
Piknik…piknik…
Sudahkah Anda merencanakan acara piknik untuk keluarga Anda di akhir pekan ini? Subhanallah, akan kemana Anda pergi bersama keluarga Anda? Tentu menyenangkan sekali, bukan?
Luangkan waktu Anda sejenak untuk menyusun sebuah rencana perjalanan atau piknik. Meski hanya sebatas jalan-jalan ke mall atau toko buku, misalnya. Hal itu sudah dapat memenuhi kebutuhan Anda untuk refreshing bersama dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1224 alignleft" title="piknik" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/08/piknik.jpg" alt="piknik" width="143" height="98" /></p>
<p>Piknik…piknik…</p>
<p>Sudahkah Anda merencanakan acara piknik untuk keluarga Anda di akhir pekan ini? Subhanallah, akan kemana Anda pergi bersama keluarga Anda? Tentu menyenangkan sekali, bukan?<span id="more-1225"></span></p>
<p>Luangkan waktu Anda sejenak untuk menyusun sebuah rencana perjalanan atau piknik. Meski hanya sebatas jalan-jalan ke mall atau toko buku, misalnya. Hal itu sudah dapat memenuhi kebutuhan Anda untuk refreshing bersama dengan anak-anak Anda.</p>
<p>Kesempatan itu juga dapat menjadi ajang pengakraban Anda dengan anak-anak juga dengan pasangan Anda. Jika Anda mengajak keluarga mengunjungi family, itu justru lebih baik lagi. Agar jalinan kekeluargaan menjadi semakin erat, dan agar anak-anak Anda belajar menjaga tali silaturahim dengan keluarga besarnya.</p>
<p>Sebelum melakukan perjalanan, adakanlah sebuah rapat keluarga. Tentukan tujuan piknik Anda dengan musyawarah bersama anak-anak. Setelah menetapkan tujuan, buatlah pembagian tugas. Misalnya, siapa yang bertugas membawa keranjang piknik, siapa yang bertugas membantu Anda menyiapkan bekal, dsb.</p>
<p>Biasanya, anak-anak gemar melakukan keributan saat perjalanan. Entah berebut mainan atau sepotong biscuit. Anda bisa mengadakan “kontrak” dengan mereka. Agar perjalanan lancar, dan piknik semakin menyenangkan, mereka harus mau bekerja sama dengan Anda untuk tidak berbuat keonaran. Agar mereka tidak bosan di jalan, Anda bisa membuat sebuah permainan yang menyenangkan dengan mereka. Tebak-tebakan misalnya. Jangan lupa, berdo’a sebelum berangkat…</p>
<p>Selamat berakhir pekan!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/family-trip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TERIMA KASIH, SUAMIKU…</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/terima-kasih-suamiku%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/terima-kasih-suamiku%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 03:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[magic word]]></category>
		<category><![CDATA[romantisme]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>
		<category><![CDATA[ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[
Kalimat di atas, mungkin sangat sederhana bagi Anda. Namun, tahukah Anda, bahwa kata-kata tersebut dapat menjadi luar biasa saat Anda mengungkapkannya pada suami Anda?
Coba Anda ingat-ingat sekarang, sudahkah Anda mengucapkan “terima kasih” pada suami Anda hari ini? Jika sudah, bersyukurlah, karena Anda telah selangkah lebih maju untuk membahagiakan suami Anda. Jika belum, maka cobalah untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1216" title="thanks" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/08/thanks.jpg" alt="thanks" width="145" height="96" /></p>
<p>Kalimat di atas, mungkin sangat sederhana bagi Anda. Namun, tahukah Anda, bahwa kata-kata tersebut dapat menjadi luar biasa saat Anda mengungkapkannya pada suami Anda?<span id="more-1215"></span></p>
<p>Coba Anda ingat-ingat sekarang, sudahkah Anda mengucapkan “terima kasih” pada suami Anda hari ini? Jika sudah, bersyukurlah, karena Anda telah selangkah lebih maju untuk membahagiakan suami Anda. Jika belum, maka cobalah untuk mengiriminya pesan singkat melalui ponsel Anda, dan ucapkan, “terima kasih” padanya.</p>
<p>Mengapa “terima kasih” menjadi begitu penting?</p>
<p>Anda tahu, suami Anda telah bekerja seharian, sangat lelah dengan pekerjaan kantor yang menumpuk, karyawan yang begitu sulit untuk diatur, atau persaingan bisnis yang kian hari kian menguras energi dan pikiran. Untuk siapakah ia bekerja sedemikian giat, jika bukan untuk Anda dan anak-anak Anda?</p>
<p>Maka, meski hanya sebuah kalimat “terima kasih”, segala penat dan lelahnya akan hilang secara sempurna. Ia akan merasa senang dan terharu, serta tahu bahwa ternyata Anda menghargai usaha dan kerja kerasnya.</p>
<p>Salah satu kebutuhan pria akan pasangannya adalah rasa penghargaan. Dan kata “terima kasih” adalah salah satu cara paling sederhana namun sangat ampuh untuk memenuhi hasrat tersebut. Jika hasrat tersebut telah terpenuhi, pria tahu bahwa usahanya tidak sia-sia, maka secara alami ia akan terdorong untuk memberi lebih banyak lagi.</p>
<p>Ucapan terima kasih yang tulus dari lubuk hati Anda yang terdalam, akan membuat suami Anda semakin giat bekerja, tidak peduli harus selelah apa ia akan bekerja, demi Anda. Dan baginya, segala yang ada hanyalah pelengkap. Rasa lelahnya terobati, hasrat penghargaannya terpenuhi, itu karena Anda.</p>
<p>Jika Allah saja berterima kasih kepada hamba-hamba-Nya dengan memberikan limpahan pahala bagi siapa saja yang tunduk dan patuh pada perintah-Nya, mengapa kita sebagai hamba harus “pelit” dalam berterima kasih?</p>
<p>Awalnya, Anda mungkin malu, karena tidak terbiasa. Tapi, Anda harus mencobanya. Anda bisa menuliskannya dalam sebuah kertas, dan meletakkannya di saku baju suami Anda, atau di atas meja kerjanya di rumah. Atau, lebih baik lagi jika Anda mengungkapkannya secara langsung, sambil memeluknya, atau mencium tangannya saat pulang dari kantor.</p>
<p>Percayalah, kata-kata ini sangat ajaib!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/terima-kasih-suamiku%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAAT HARUS BERBAGI</title>
		<link>http://pondokibu.com/rumah-tangga/saat-harus-berbagi/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/rumah-tangga/saat-harus-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUMAH TANGGA]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1201</guid>
		<description><![CDATA[

Setiap kita memiliki permasalahan. Tapi, tidak setiap kita bisa menemukan pemecahan masalah itu sendiri. Terkadang kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita memecahkan masalah, atau menemukan solusi-solusi. Inilah pentingnya kita untuk berbagi. Sharing, begitu kita sering menyebutnya.
Sadar atau tidak sadar, Anda tentu pernah melakukannya. Baik itu masalah pribadi Anda, ataupun masalah yang terjadi di lingkungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><img class="size-full wp-image-1202 alignleft" title="dermawan" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/08/dermawan.jpg" alt="dermawan" width="115" height="121" /><br />
</strong></p>
<p>Setiap kita memiliki permasalahan. Tapi, tidak setiap kita bisa menemukan pemecahan masalah itu sendiri. Terkadang kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita memecahkan masalah, atau menemukan solusi-solusi. Inilah pentingnya kita untuk berbagi. <em>Sharing</em>, begitu kita sering menyebutnya.<span id="more-1201"></span></p>
<p>Sadar atau tidak sadar, Anda tentu pernah melakukannya. Baik itu masalah pribadi Anda, ataupun masalah yang terjadi di lingkungan sosial Anda. Baik itu masalah yang sebetulnya tidak boleh Anda bagi dengan sembarang orang, ataupun masalah yang umumnya biasa terjadi.</p>
<p>Jika Anda seorang yang berkepribadian terbuka (<em>ekstrovert</em>), untuk berbagi masalah Anda dengan orang lain adalah hal yang mudah. Bahkan cenderung sangat mudah. Tanpa diminta pun Anda akan bercerita dan membagi permasalahan Anda.</p>
<p>Namun, bagi orang dengan kepribadian tertutup (<em>introvert</em>), <em>sharing</em> adalah hal yang sangat-sangat sulit dan memberatkan. Anda lebih senang menyimpannya sendiri. Tapi, sering kali menyimpan permasalahan bukanlah hal yang terbaik. Terlebih jika permasalahan itu menyangkut kehidupan sosial Anda, baik itu keluarga maupun masyarakat.</p>
<p>Cobalah untuk menuliskan permasalahan-permasalahan apa yang sedang Anda hadapi. Lalu, ajak pasangan Anda berdiskusi untuk menemukan pemecahan-pemecahannya. Atau, jika anak-anak Anda telah besar, Anda bisa juga melibatkan mereka. Dua kepala lebih baik daripada satu, setuju?</p>
<p>Atau Anda bisa menuliskannya dalam sebuah tabel atau kolom, menuliskan permasalahan-permasalahan Anda, juga solusi-solusinya, lalu tuliskan juga tenggat waktu yang Anda inginkan agar permasalahan itu selesai.</p>
<p>Permasalahan kecil yang dibiarkan berlarut-larut atau mengambang, semakin lama akan menumpuk, dan pada akhirnya itu akan menghancurkan Anda sendiri. Segera lakukan penanganan, agar Anda merasa lega dan dapat menyelesaikan permasalahan yang lain yang lebih besar.</p>
<p>Jangan lupa, yakinlah bahwa setiap masalah memiliki penyelesaian. Karena Allah tidak mungkin menguji dengan sebuah masalah jika Anda tidak bisa menyelesaikannya. Allah Mahatahu kemampuan hamba-Nya. Yang perlu Anda lakukan adalah berhusnudzan (berbaik sangka) pada Allah dan diri Anda sendiri. Maka mengalirlah hawa positif yang dapat membuka pikiran-pikiran Anda untuk menemukan jalan keluar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/rumah-tangga/saat-harus-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
