Hari ini, tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO telah mengukuhkan batik sebagai salah satu aset dan warisan budaya Indonesia. Seharusnya kita bangga, dan tentu saja membantu melestarikannya, agar aset-aset budaya kita yang lain tidak lagi diklaim oleh negara lain.
Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan batik kepada anak-anak generasi muda sekarang. Anda bisa mengajak mereka melihat ke tempat-tempat pembuatan batik, atau bahkan mengikuti kursus yang biasanya sering diadakan.
Saat perpisahan di sekolah lama, seorang wali murid memberi saya sebuah bingkisan. Saat saya membukanya di rumah, ternyata bingkisan itu sangat unik dan berkesan. Sebuah tempat pensil, kantong HP dan gantungan HP dari kain flannel. Ada nama saya terjahit disana dan sebuah hiasan kupu-kupu yang cantik.
Banyak sekali kreasi yang bisa kita buat dari kain flannel. Hiasan jepit rambut, tirai, gantungan kunci, gantungan hp, kantong, tas, pigura, buku, dsb.
Ternyata, manisnya permen nggak cuma di lidah saja, lho. Manisnya bisa sampai ke mata juga, asalkan kita bisa kreatif memanfaatkannya. Bunga dari permen ini tidak hanya bisa dimakan, tapi, bisa menjadi sebuah craft yang menarik untuk pajangan atau tugas keterampilan si kecil Anda di sekolah.
Cara membuatnya? Mudah kok! Yuk, kita intip!
Sehabis makan es krim, ada bagusnya batangnya jangan dibuang. Bisa dimanfaatkan lho, untuk prakarya atau keterampilan anak-anak. Kemarin saya sudah mengulas gantungan kunci dari sendok es krim. Nah, sekarang, hiasan dinding berbentuk rumah.
Yuk kita coba!
Koran dan majalah di rumah menumpuk. Dibuang sayang, dibakar apalagi. Tapi, menumpuknya terus pun bukan solusi yang terbaik, mengingat tumpukan tersebut hanya menghabiskan tempat. Menjualnya di tukang loak? Boleh juga. Tapi, kenapa tidak mencoba sesuatu yang kreatif dan lebih bermanfaat?
Bagi seorang pecinta buku seperti saya, memiliki pembatas buku untuk setiap buku yang saya beli atau saya miliki adalah hal yang wajib. Rasanya, agak kurang sreg jika menekuk ujung halaman untuk menandainya sebagai batas baca. Namun, tidak setiap buku yang kita beli tersedia pembatas bukunya langsung dari penerbit.
Waktu SD saya pernah belajar membuat gantungan kunci dari sendok es krim yang dibentuk menjadi boneka. Hasilnya lucu dan cantik sekali. Anda mungkin bisa mencobanya bersama si kecil di rumah:
Saya pernah berkunjung ke rumah salah seorang murid saya, dan mendapati ikan hias dalam aquariumnya mati semua. Padahal, ikan-ikan tersebut cantik-cantik dan ukurannya cukup besar. Begitu juga dengan ikan hias adik saya yang baru dibeli 2 hari sebelumnya. Semuanya mati.
Apa penyebabnya? Mengapa ikan-ikan itu begitu mudah mati?
Untuk mengambil berbagai jenis masakan dari atas pemanas kita para ibu membutuhkan alas agar tangan kita tidak merasa panas saat melakukan hal tersebut. Alas ini biasa dikenal dengan sebutan cempal. Namun jika sudah terlalu tipis mungkin sudah waktunya cempal Anda diganti. Dengan bahan yang minimalis atau sisa potongan kain di rumah yang sudah tidak terpakai, kita bisa membuatnya sendiri dengan mengutak-atik sesuai kreasi kita. Selain bisa menghemat pengeluaran, tentu saja kita bisa mendapatkan sebuah cempal yang cantik dan fungsional.