
“Aduh ada apa dengan anakku ini? muter aja kayak gasing ga ada diamnya kecuali tidur. Teriak sana teriak sini..ngoceh ga karuan“
Cukup banyak orangtua yang mengeluhkan kondisi anaknya yang demikian. Memang sebagai orangtua kita mesti waspada akan adanya gejala autis, hiperaktif atau ADHD pada anak.
Tidak mudah punya anak autis atau hiperaktif. Semua orang tua pasti menginginkan anaknya lahir dengan selamat dan normal, baik secara fisik, perilaku maupun mental. Namun, bagaimana jadinya jika pada kenyataannya bahwa anak mereka harus mengalami ketidaknormalan. Sebenarnya apa sih penyebab ketidaknormalan ini? Read the rest of this entry »
Mengapa ya anak sulungku yang sudah 10 tahun tapi masih sering menangis? lagi marah..menangis..: kalau protes juga nangis, lagi kesal juga nangis.. ” begitu pertanyaan seorang ibu, teman yang ku kenal lewat pondok ibu.
Setiap anak itu berbeda. ada tipe anak yang mudah, anak yang sedang, dan tipe anak yang sulit. Sehingga cara menangani setiap anak juga berbeda. ada yang perlu ditangani dengan mudah dan sederhana sudah mampu memahami apa yang di ajarkan / diarahkan. Tapi ternyata tidak begitu keadaannya dengan anak yang bertipe sulit. Lalu kapan saat mengajarkan anak menendalikan dirinya? Read the rest of this entry »
“Ayo sayang kamu bisa kok…Ummi tahu kamu bisa melakukannya” aku berusaha selalu memberi support anak-anak bisa melakukan hal-hal sederhana yang mestinya bisa mereka lakukan sendiri. Tapi adakalanya mereka mau, adakalnya juga tidak. Bahkan berbuntut anak jadi rewel dan ngambek. waw… memang menghadapi anak-anak harus super sabar. Di paksa sedikit aja sudah membuat suasana berubah jadi kisruh.
Betapa senangnya memiliki anak mandiri dan memiliki kepercayaan diri. Sebenarnya apa sih yang mempengaruhi kemandirian dan kepercayaan diri anak ? Read the rest of this entry »
Mengembangkan potensi anak bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Permainan adalah salah satunya, yang justru kerap disepelekan orang tua. Padahal bermain selain memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan juga dapat mengembangkan kreativitas anak akan nilai, sikap, toleransi, serta pemahaman.
Tiga tahun pertama merupakan periode emas perkembangan otak anak. Pada masa itu, ia membutuhkan banyak stimulasi. Semakin banyak stimulasi yang diberikan, maka hubungan koneksi antar saraf akan semakin banyak. Artinya, anak akan semakin cerdas. Salah satu bentuk stimulasinya adalah mainan. Read the rest of this entry »
Kebiasaan membaca harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Sebab buku tak hanya fondasi dasar utama bagi perkembangan mental dan spritual seorang anak, tapi juga sumber pengetahuan serta sarana pembina kematangan berpikirnya. Melalui buku, sianak akan belajar mengenal segala sesuatu di alam sekitarnya sebagai apresiasi terhadap ciptaan Allah. selain itu juga buku merupakan salah satu sarana komunikasi, yang membantu meningkatkan pengetahuannya. sehingga ini sangat membangtu pembentukan keperibadaian dan pola pikir anak. Read the rest of this entry »
Posted by admin 2 | Posted in Tumbuh Kembang Anak | Posted on 08-03-2010
Kepedulian, empati, juga sikap mengalah adalah hal yang seringkali belum dimiliki oleh anak-anak. Mereka belum memahami apa itu “berbagi” dan belum mengerti tentang arti kepemilikan. Mereka berpikir bahwa apa yang mereka inginkan, itulah milik mereka. Masih benar-benar egois. Dan itu wajar. Untuk itulah orangtua dituntut untuk mengajarkan nilai-nilai mendasar kepada mereka.
Anda mungkin pernah melihat si kecil berkata “ini punyaku” atau “nggak mau” saat Anda memintanya untuk membagi mainan atau makanan kepunyaannya kepada kawan atau saudaranya. Read the rest of this entry »
Posted by admin 3 | Posted in Tumbuh Kembang Anak | Posted on 24-02-2010
Kepala bisa pusing ketika sang buah hati mulai mogok makan, padahal sudah kita paksa dengan berbagai cara. Kenapa ya? Bisa jadi anak kita tidak mau makan karena ada masalah dengan pencernaannya, atau mungkin juga si kecil bosan dengan menu yang itu-itu saja. Nah,kita sebagai orang tua musti pintar untuk mengetahui kira-kira kenapa ya si kecil tidak mau makan? Read the rest of this entry »
Sampai mana perkembangan kematangan sosial anak Anda? Skala anak ini digunakan sebagai acuan apakah anak Anda berkembang normal. Anak umur 5 tahun bisa saja masih berada di perkembangan anak umur 3 tahun dan sebaliknya. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan dan lingkungan di sekitarnya
UMUR 0-1 TAHUN
1. Tidak lagi ngiler
2. Minum dari gelas/cangkir dengan dibantu
3. Berteriak-teriak
4. Minta perhatian orang lain (ingin diajak bicara dsb)
5. Mengamati dengan mata
6. Menggunakan/menirukan suara
7. Mengikuti perintah-perintah sederhana
8. Memegang benda-benda yang berada dalam jangkauan
9. Mencapai benda-benda yang dekat
10. Menyibukkan diri sendiri tanpa dibantu
11. Memegang antara ibu jari dan jari-jari
12. Mengimbangkan kepala
13. Berguling
14. Menarik diri sendiri untuk berdiri
15. Berdiri sendiri
UMUR 1-2 TAHUN
1. Tidak digendong
2. Membuka kaos kaki
3. Mengunyah makanan
4. Minum dengan gelas/cangkir tanpa bantuan
5. Makan dengan sendok
6. Membedakan bahan-bahan yang dimakan
7. Mengupas makanan/membuka bungkus gula-gula
8. Bermain-main dengan anak lain
9. Mengetahui nama-nama benda yang umum
10. Bercakap-cakap dengan kalimat pendek
11. Mencoret-coret dengan pensil atau kapur
12. Memindah-mindahkan benda
13. Mengatasi halangan-halanga sederhana
14. Mengambil atau mebawa benda-benda yang dikenal
15. Berjalan-jalan dalam kamar tanpa bantuan
16. Berjalan keliling dalam rumah/pekarangan
17. Menaiki anak tangga/trap tanpa ditolong
UMUR 2-3 TAHUN
1. Minta pergi ke belakang (WC)
2. Mengeringkan tangan
3. Menanggalkan pakaian
4. Memakai baju atau pakaian tanpa bantuan
5. Makan dengan sendok tanpa berceceran
6. Mengambil minuman tanpa dibantu
7. Menceritakan pengalaman
8. Mengatakan sesuatu keinginan
9. Berprakarsa sendiri untuk memulai permainan
10. Menghindari bahaya-bahaya yang sederhana
11. Memotong-motong dengan gunting
12. Dapat mengenal tempat
UMUR 3-4 TAHUN
1. Minta pergi ke WC
2. Mengancing baju atau pakaian
3. Mencuci tangan tanpa bantuan
4. Minta tambah makan
5. Mengambil alat-alat makan dan minum sendiri tanpa dibantu
6. Memilih permainan atau barang untuk dirinya
7. Menunjukkan suatu aktivitas kepada orang lain
8. Bermain-main bersama pada tingkat taman kanak-kanak
9. Menceritakan pengalaman-pengalaman kecil
10. Membantu pekerjaan rumah tangga
11. Naik turun trap lantai rumah tanpa dibantu
12. Pergi ke lingkungan tetangga tanpa diantar
UMUR 4-5 TAHUN
1. Pergi tidur sendiri tanpa ditemani orang tuanya
2. Menyisir rambut secara sederhana
3. Menggosok gigi
4. Mencuci muka tanpa dibantu
5. Dapat disuruh membeli sesuatu
6. Bermain-main permainan yang bersifat lomba
7. Menyampaikan pesan sederhana
8. Memakai pensil atau kapur untuk menggambar
9. Naik turun tangga tanpa dibantu
UMUR 5-6 TAHUN
1. Pergi tidur dengan bantuan
2. Mandi masih dengan bantuan orang lain
3. Melayani diri sendiri dalam hal makan
4. Dapat berbelanja kecil-kecilan
5. Bermain permainan meja sederhana
6. Menulis satu atau lebih huruf sederhana
7. Bermain-main permainan yang beresiko seperti kereta atau geedekan dorong, meloncat panggug, jungki r balik
8. Pergi ke sekolah tanpa diantar
Sebagian besar gejala autisme sudah terlihat sejak anak berusia di bawah 3 tahun. Bahkan, beberapa orangtua sudah melihat gejala autis saat bayi mereka berusia 9 bulan. Tanda-tanda autisme berikut sudah bisa dikenali sejak bayi berusia satu tahun ke atas.
1. Apakah anak Anda memiliki rasa tertarik pada anak lain? (Ya/Tidak)
2. Apakah anak Anda pernah menggunaan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu? (Y/T)
3. Apakah anak Anda menatap mata Anda lebih dari satu atau dua detik? (Y/T)
4. Apakah anak Anda meniru Anda? Misalnya, bila Anda membuat raut wajah tertentu, apakah ia menirunya? (Y/T)
5. Apakah anak Anda memberi reaksi bila namanya dipanggil? (Y/T)
6. Bila Anda menunjuk pada sebuah mainan/apapun di sisi ruangan, apakah anak Anda melihat pada mainan/benda tersebut? (Y/T)
7. Apakah anak Anda pernah bermain “sandiwara” misalnya berpura-pura menyuapi boneka, berbicara di telepon, dan sebagainya? (Y/T)
Seorang anak berpeluang menyandang autis, jika minimal dua dari pertanyaan di atas dijawab Tidak. Konsultasikan hal ini kepada dokter ahli untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Sumber: Kompas.com - The Modified Checklist for Autism in Toddlers
Posted by admin 2 | Posted in Tumbuh Kembang Anak | Posted on 21-11-2009
Satu hal yang sering kali membuat seorang ibu kewalahan adalah manakala si kecil tidak mau makan. Ada saja alasan yang ia buat untuk menghindar jika disuruh makan. Katanya lauknya tidak enak, diberi lauk enak, eh bilang sudah kenyang. Repot juga kalau setiap hari begini. Gimana, dong?
Perhatikan apa yang masuk ke perutnya. Pada bayi, mereka biasa menolak makan makanan tambahan selain ASI karena Read the rest of this entry »
Posted by admin 2 | Posted in Tumbuh Kembang Anak | Posted on 19-11-2009
Apa sih, yang dimaksud dengan perkembangan motorik itu? Apa pula bedanya motorik kasar dengan motorik halus?
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Read the rest of this entry »
Posted by admin 2 | Posted in Tumbuh Kembang Anak | Posted on 20-10-2009
Para ibu biasanya bingung kapan dan bagaimana harus memulai toilet training untuk balitanya. Sebetulnya, cukup mudah untuk mengetahui kapan balita Anda sudah dapat dikenalkan dengan toilet training. Misalnya, balita Anda mulai menunjukkan minatnya untuk melepas popoknya, atau ia bangun tidur siang dalam keadaan kering/tidak mengompol, atau ia tahu kapan waktunya ia harus pup atau pis. Read the rest of this entry »