Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak

Terbit: 09 July 2012 Dibaca: 21,422 views Komentar: 5 Komentar Kategori: Bayi & Balita, Parenting
mimisan pada anak

Mimisan atau dalam bahasa kedokteran biasa disebut epistaksis adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Pendarahan hidung terjadi akibat lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil. Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis.

Mimisan yang kerap terjadi pada anak, biasanya tidak berbahaya selama anak masih terlihat sehat, aktif bergerak dan tidak disertai gejala demam.

Adapun penyebab mimisan antara lain :

Waspadai Benturan Di Kepala Anak

Terbit: 05 July 2012 Dibaca: 10,846 views Komentar: Beri Komentar Kategori: Bayi & Balita, Parenting, Tumbuh Kembang Anak
waspadai benturan di kepala anak

Setiap kali kepalanya terbentur agak keras, anak-anak yang masih kecil biasanya menangis karena kesakitan atau karena terkejut. Semakin keras tangis si anak, semakin cemas kita dibuatnya. Sebaliknya kalau benturan di kepala tidak sempat membuat anak menangis ataupun rewel, bayangan cedera yang berat pun lekas pupus karenanya. Setiap benturan di kepala bisa saja menimbulkan trauma atau cedera yang berbahaya. Secara klinis, trauma ini akan ditandai dengan benjolan, memar atau bisa juga disertai perdarahan atau gegar otak, entah karena perlukaan di bagian luar atau di dalam tulang tengkorak (intrakranial). Saat mengalami trauma, anak bisa tetap sadar atau sampai tidak sadarkan diri/koma.

Mengatasi Kepala Peyang Pada Bayi

Terbit: 04 July 2012 Dibaca: 17,388 views Komentar: 1 Komentar Kategori: Bayi & Balita, Tumbuh Kembang Anak
mengatasi kepala peyang pada bayi

Tidur terlentang pada bayi memang sangat berguna untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), namun jika bayi anda terlalu lama berada pada posisi tidur terlentang akan berakibat terjadinya ketidaknormalan pada bentuk kepalanya yang disebut Flat head syndrome, atau lebih dikenal dengan kepala peyang.

Kepala peyang tidak hanya bisa terjadi pada kepala bagian belakang saja, namun juga sisi samping kepala bayi. Hal ini biasanya disebabkan bayi terlalu lama berada pada posisi kepala miring ke kiri atau ke kanan saja saat tidur. Selain posisi tidur, kepala peyang pada bayi juga disebabkan oleh beberapa penyebab, yaitu:

- Craniosynostosis, yang merupakan sebuah keadaan medis dimana pembentukan tulang tengkorak kepala pada bayi terbentuk secara prematur. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ketidaknormalan pada bentuk tulang tengkorak kepala. Yang paling parah peyang yang disebabkan oleh Craniosynostosis dapat menyebabkan terjadinya penekanan pada otak bayi anda sehingga harus segera ditangani.

Anak Sudah Besar Kenapa Masih Ngompol

Terbit: 03 July 2012 Dibaca: 10,988 views Komentar: 2 Komentar Kategori: Bayi & Balita, Parenting, Tumbuh Kembang Anak
anak besar kenapa masih ngompol

Sebagian besar kasus ngompol pada anak dapat sembuh dengan sendirinya ketika usia anak mencapai 10 – 15 tahun. Hanya sekira 1 dari 100 anak yang masih tetap ngompol setelah usia 15 tahun. Bila diabaikan, hal ini akan berpengaruh bagi anak. Biasanya, anak menjadi tak percaya diri, rendah diri, malu, dan hubungan sosial dengan teman-temannya pun terganggu. Dalam dunia kedokteran, ngompol-tidak dapat menahan keluarnya air kencing dikenal dengan istilah enuresis. Lebih khusus lagi, ngompol yang terjadi ketika tidur pada malam hari biasa disebut nocturnal enuresis. Ngompol masih dianggap normal bila terjadi pada anak balita. Namun, jika anak di atas usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, setidaknya 2 kali dalam sebulan, hal ini perlu mendapat perhatian khusus.

Penyebab mengompol pada anak-anak antara lain :

Cara Jitu Hadapi Anak Yang Ngambek

Terbit: 29 June 2012 Dibaca: 4,354 views Komentar: 1 Komentar Kategori: Parenting, Pendidikan & Psikologi, Tumbuh Kembang Anak
cara jitu hadapi anak yang ngambek

Apa yang mesti anda lakukan jika tiba-tiba anak anda ngambek gara-gara ingin mendapatkan suatu barang yang diinginkannya tidak terpenuhi. Mungkin perasaan anda tidak enak karena pasti orang akan mengira anda tidak becus mengurus anak. Daripada ribut, akhirnya Anda pun mengalah, meluluskan permintaan si kecil.

Menurut psikolog anak, Dr. Seto Mulyadi, orangtua tak perlu malu bila anaknya tiba-tiba bertingkah tak menyenangkan di depan umum. Toh, orang lain pun tahu kalau ini bukan masalah orangtua, tapi masalah anak-anak. “Justru yang perlu diupayakan adalah menenangkan si anak agar tak lebih lama mengganggu ketenangan umum. Dengan tegas, angkatlah ia dan ajak pulang. Pengalaman saya, tatap mata anak dan ajak ia pulang. Jangan tatap anak dengan kesal atau memelototinya, ia akan tahu itu dan akan makin keras mengamuk,” terang Doktor Psikologi lulusan Program Pasca Sarjana UI ini. Kata Seto, lebih baik tatap mata si anak dengan penuh kasih. Ia akan mengerti, ibu atau ayahnya tetap menyayanginya dan permintaannya bisa dibicarakan di rumah.

Waspadai Infeksi Mata Pada Bayi

Terbit: 28 June 2012 Dibaca: 8,197 views Komentar: 2 Komentar Kategori: Bayi & Balita, Parenting
infeksi mata pada bayi

Belekan pada bayi belum tentu merupakan hal yang serius, namun untuk amannya kita harus selalu waspada. Untuk belekan yang normal, umumnya terjadi pada waktu bangun tidur.  Hal ini wajar karena ‘belek’ memang adalah kotoran mata yang biasa dikeluarkan saat tidur, sehingga saat bangun terkumpul di ujung atau daerah bulu mata. Untuk mengatasi hal ini pada bayi cukup menggunakan kapas yang telah dibasahi air matang dan dibersihkan dari arah dalam ke luar (arah area mata yg dekat hidung ke arah area mata yg dekat pipi).

Namun belekan bisa saja menjadi abnormal apabila terjadi juga diluar dari waktu bangun tidur dan disertai gejala lain. Belekan abnormal pada bayi bisa disebabkan oleh penyumbatan saluran air mata.  Umumnya 90% bayi ketika lahir sudah mengalami pembukaan katub pada saluran air matanya. Namun 10% bayi masih mengalami katub yang masih menutup pada saluran air mata yang menghubungkan antara kantung air mata dan rongga hidung.

Tips Membantu Anak Mengatasi Rasa Malu

Terbit: 27 June 2012 Dibaca: 7,177 views Komentar: Beri Komentar Kategori: Parenting, Tumbuh Kembang Anak
membantu anak mengatasi rasa malu

Orangtua kerap merasa kebingungan untuk mengatasi anak mereka yang punya sifat pemalu. Jika selalu membantu sang anak untuk mengatasi rasa takut dan malu saat bertemu orang baru, Anda pasti khawatir akan perkembangan kehidupan sosialnya di masa depan. Selain itu, anak-anak juga akan selalu tergantung pada orangtuanya. Anak-anak pemalu cenderung membatasi pengalaman mereka, tidak mengambil resiko sosial yang diperlukan, dan hasilnya mereka tidak akan memperoleh kepercayaan diri dalam berbagai situasi sosial.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu anak mengatasi rasa malu, yaitu:

Orangtua sebaiknya tidak mengolok-olok sifat pemalu anak ataupun memperbincangkan sifat pemalunya di depan anak tersebut. Dengan mengatakan hal-hal ini anak dapat merasa tidak diterima sebagaimana dia adanya.

Peran Keluarga Dalam Mendidik Anak

Terbit: 26 June 2012 Dibaca: 8,603 views Komentar: 1 Komentar Kategori: Parenting, Pendidikan & Psikologi
peran keluarga dalam mendidik anak

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah. Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan.  Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak  dan  mendidik anak di rumah serta fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan di sekolah.

Berjuta Manfaat Kolostrum Bagi Bayi

Terbit: 26 June 2012 Dibaca: 3,406 views Komentar: Beri Komentar Kategori: Bayi & Balita, Kehamilan & Kelahiran
manfaat kolostrum untuk bayi

Kolostrum adalah cairan bening kekuningan yang sering disebut “Pre-milk” yang  akan diproduksi pada tahap akhir kehamilan dan pada hari-hari setelah melahirkan. Kolostrum kemudian disusul dengan ASI matang yang akan menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif rendah lemak dan karbohidrat, tetapi kaya akan protein. Kandungan tersebut  sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-sel hidup yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen.

Dua minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang. Namun kondisi tersebut tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan berubah menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tersebut  terlihat lebih kekuningan dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian.

Jika Bayi Anda Sembelit Atau Konstipasi

Terbit: 25 June 2012 Dibaca: 7,993 views Komentar: Beri Komentar Kategori: Bayi & Balita, Tumbuh Kembang Anak
sembelit atau konstipasi pada bayi

Sembelit atau susah buang air besar (konstipasi) merupakan salah satu gangguan yang sering terjadi pada bayi. Gejala umumnya selain susah buang air besar, adalah tinja keras, rasa nyeri di daerah anus dan bahkan keluarnya darah segar akibat terjadinya luka pada anus.

Secara umum konstipasi dikaitkan dengan kesulitan buang air besar selama dua minggu atau lebih. Pada bayi,  jika frekuensi BAB 2-4 hari sekali, maka sudah dimasukkan ke dalam kategori konstipasi. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi yang mengkonsumsi susu formula. Untuk bayi yang mengkonsumsi ASI, walaupun frekuensi BAB 2-5 hari sekali tidak dianggap konstipasi (asalkan konsistensi tinja lembek).

Pentingnya Memahami Kebutuhan Emosional Anak

Terbit: 18 June 2012 Dibaca: 1,794 views Komentar: 3 Komentar Kategori: Parenting, Pendidikan & Psikologi
memahami kebutuhan emosional anak

Anak-anak dan remaja memang lebih dikendalikan oleh emosi-emosi mereka daripada pemikiran rasional dan logis, terbukti dengan perilaku mereka yang juga termasuk perilaku merusak diri sendiri. Jadi jika kita ingin memotivasi mereka, sebaiknya kita pahami lebih dulu emosi yang mengendalikan mereka dan memanfaatkannya untuk mengarahkan perilaku dan pemikiran kearah yang lebih memperdayakan.

Berikut adalah kebutuhan emosional anak:

Kebutuhan untuk merasa aman

Salah satu kebutuhan terkuat yang dibutuhkan soerang anak adalah perasaan aman. Aman didalam diri dan lingkungannya.

Seorang psikolog Dr. Gary Chapman, dalam bukunya “lima bahasa cinta” mengatakan kita semua memiliki tangki cinta psikologis yang harus diisi, lebih tepatnya jika anak maka orangtuanya yang sebaiknya mengisi. Anak yang tangki cintanya penuh maka dia akan suka pada dirinya sendiri, tenang dan merasa aman. Hal ini dapat diartikan sebagai anak yang berbahagia dan memiliki “inner” motivasi.

Efek Negatif Dari Teori Glenn Doman

Terbit: 09 June 2012 Dibaca: 7,034 views Komentar: 1 Komentar Kategori: Parenting, Pendidikan & Psikologi
efek negatif glenn doman

Memberikan stimulasi kepada bayi atau anak dengan metode flash card mungkin pernah Anda dengar atau bahkan dipraktekkan. Dikalangan para ahli psikologi dan perkembangan anak, memberi stimulasi dengan metode flash card ini mengundang pro dan kontra.

Ada yang menilai metode ini baik selama sifatnya tidak memaksa dan disesuaikan dengan tahapan. Namun ada pula yang berpendapat stimulasi dengan cara flash card bukanlah stimulasi alami seperti halnya aktivitas bermain pada anak.

Salah satu ahli yang menentang metode stimulasi flash card adalah Psikolog dan Playtherapist dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Dra. Mayke S.Tedjasaputra, M.Si. Dalam pandangannya, mengajarkan anak dengan flash card termasuk kategori overstimulation atau stimulasi yang berlebihan.

© 2007-2012 pondokIBU.com "Inspirasi Ibu Membentuk Keluarga Bahagia dan Berkarakter!"
POWERED BY LantaburaMedia & WordPress