<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pondok IBU &#187; Bayi &amp; Balita</title>
	<atom:link href="http://pondokibu.com/category/parenting/bayi-balita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pondokibu.com</link>
	<description>Informasi Seputar Dunia Ibu &#38; Anak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 15:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>MENGATASI BIANG KERINGAT PADA BAYI</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/mengatasi-biang-keringat-pada-bayi/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/mengatasi-biang-keringat-pada-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 01:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[biang keringat]]></category>
		<category><![CDATA[gatal-gatal]]></category>
		<category><![CDATA[kulit bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2608</guid>
		<description><![CDATA[Aduh, si dede nangis terus karena gatal dari biang keringat di tubuhnya! Kalau membahas biang keringat pada bayi, memang kasihan melihatnya. Tapi, penyebab sebenarnya adalah tersumbatnya kelenjar keringat pada bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa. Makanya kita lebih sering menemukan biang keringat ini pada kulit bayi.
Bagaimana mengatasinya?
Berikut ini ada beberapa cara mencegah dan mengobati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/03/bedak-bayi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2609" title="bedak bayi" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/03/bedak-bayi-150x150.jpg" alt="" width="133" height="133" /></a>Aduh, si dede nangis terus karena gatal dari biang keringat di tubuhnya! Kalau membahas biang keringat pada bayi, memang kasihan melihatnya. Tapi, penyebab sebenarnya adalah tersumbatnya kelenjar keringat pada bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa. Makanya kita lebih sering menemukan biang keringat ini pada kulit bayi.</p>
<p>Bagaimana mengatasinya?<span id="more-2608"></span></p>
<p>Berikut ini ada beberapa cara mencegah dan mengobati biang keringat pada bayi kita:</p>
<ul>
<li>Gunakan pakaian yang mudah menyerap      keringat seperti kain katun.</li>
<li>Jangan pakaikan pakaian yang ketat, jadi      pakaikan bayi dengan pakaian yang longgar.</li>
<li>Perbaikilah sirkulasi udara di ruangan atau      kamar bayi.</li>
<li>Mandikanlah bayi dengan teratur 1 sampai      dua kali sehari.</li>
<li>Jika anda memiliki budget lebih maka anda      bias menggunakan AC dalam ruangan si kecil agar bayi kita merasa sejuk dan      tidak memancing tubuhnya untuk berkeringat terus menerus.</li>
</ul>
<p><strong>Cara mengobati bayi yang mengalami biang keringat:</strong></p>
<ul>
<li>Bisa di olesi menggunakan minyak <em>Virgin      Coconut Oil</em> atau VCO.</li>
<li>Bisa juga menggunakan minyak telon yang      kandungan minyak kelapanya 60% agar tidak terlalu panas untuk kulit bayi.</li>
<li>Jika ingin menggunakan bedak gunakanlah      bedak tabur atau bedak <em>salycil</em>.</li>
</ul>
<p>Jika kondisi kulit bayi anda bertambah parah,coba periksakan bayi anda ke dokter karena mungkin gangguan kulit yang di derita si kecil bukanlah biang keringat biasa. Tentu harus mengikuti perawatan yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/mengatasi-biang-keringat-pada-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CARA MEMANDIKAN SI BABY</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/cara-memandikan-si-baby/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/cara-memandikan-si-baby/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 08:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[cara memandikan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[new mom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2590</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya ibu-ibu muda yang baru saja memiliki anak pertama pasti bingung dan belum tahu gimana sih caranya memandikan sang bayi dengan benar? Atau mungkin  takut karena bayinya masih terlihat sangat lemah. Kebanyakan, mereka mempercayakannya kepada seorang bidan, ibu, atau kepada mertua. Sebenarnya jika kita mau mempelajarinya itu bukan hal yang sulit. Justru peran kita sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/02/gambar-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2591" title="gambar 2" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/02/gambar-2.jpg" alt="" width="116" height="75" /></a>Biasanya ibu-ibu muda yang baru saja memiliki anak pertama pasti bingung dan belum tahu <em>gimana sih</em> caranya memandikan sang bayi dengan benar? Atau mungkin  takut karena bayinya masih terlihat sangat lemah. Kebanyakan, mereka mempercayakannya kepada seorang bidan, ibu, atau kepada mertua. Sebenarnya jika kita mau mempelajarinya itu bukan hal yang sulit. Justru peran kita sebagai ibu menjadi lebih indah dan berkesan.<span id="more-2590"></span></p>
<p>Berikut ini ada  sedikit penjelasan bagaimana cara yang benar untuk memandikan sang buah hati :</p>
<ul>
<li>Siapkan peralatan mandi bayi; seperti baskom mandinya, sabun, dan handuk.</li>
<li>Siapkan air hangat yang tingkat kehangatannya pas untuk kulit bayi, kira-kira suam-suam kuku.</li>
<li>Masukkan sang bayi ke dalam baskom dengan posisi tangan kita yang memegangi leher belakang si dede.</li>
<li>Sirami badan bayi sedikit demi sedikit, lalu sabuni secara merata.</li>
<li>Balikan posisi bayi dengan posisi tangan kita memegangi dadanya untuk menyabuni bagian belakang tubuh bayi.</li>
<li>Bilas tubuh bayi hingga bersih.</li>
<li>Kemudian keringkan tubuh bayi menggunakan handuk yang lembut agar tidak melukai kulit bayi kita.</li>
<li>Lalu bersihkan telinga dan hidung bayi perlahan-lahan menggunakan cotton bud.</li>
</ul>
<p>Yang paling penting adalah tiap orang tua jangan takut untuk memandikan anaknya sendiri, karena ternyata gampang kok, dan itu adalah salah satu sarana untuk memperkuat ikatan batin antara sang bunda dengan buah hatinya. Sebagaimana terbukti secara medis bahwa sentuhan seorang ibu kepada bayinya bisa memperkuat selain ikatan batin juga dapat mengaktifkan simpul-simpul saraf pada tubuh seorang bayi. So,ngga ada alasan lagi kita meminta bantuan orang lagi, kan? <em>DONT BE AFRAID</em><em>, MOM</em>…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/cara-memandikan-si-baby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MELATIH ANAK TIDAK MENGOMPOL</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/melatih-anak-tidak-mengompol/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/melatih-anak-tidak-mengompol/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 01:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[anak mengompol]]></category>
		<category><![CDATA[mengompol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2572</guid>
		<description><![CDATA[Sedih rasanya melihat si kecil setiap pagi dan bangun tidur selalu bermandikan ompolnya sendiri. Seprei, selimut, baju, semua terkena ompolnya, yang susahnya musim hujan seperti ini pakaian sulit kering walaupun sudah dibantu dengan mesin cuci. Mau melatihnya untuk tidak mengompol lagi, sulit. Sudah berbagai cara dicoba. Lalu bagaimana? 
Ibu-ibu, melatih anak untuk tidak mengompol sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/02/baby-diapers.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2573" title="baby diapers" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/02/baby-diapers.jpg" alt="" width="124" height="99" /></a>Sedih rasanya melihat si kecil setiap pagi dan bangun tidur selalu bermandikan ompolnya sendiri. Seprei, selimut, baju, semua terkena ompolnya, yang susahnya musim hujan seperti ini pakaian sulit kering walaupun sudah dibantu dengan mesin cuci. Mau melatihnya untuk tidak mengompol lagi, sulit. Sudah berbagai cara dicoba. Lalu bagaimana? <span id="more-2572"></span></p>
<p>Ibu-ibu, melatih anak untuk tidak mengompol sebenarnya sangat mudah, asalkan sejak dini kita melakukannya. Tidak menunggunya sampai agak besar. Kekeliruan yang sering terjadi seperti itu. Sampai usia anak 3 atau 4 tahun, kita baru membiasakannya untuk tidak mengompol. Padahal, latihan untuk tidak mengompol itu bisa dimulai sejak anak mulai dapat mengungkapkan keinginannya, lho.</p>
<p>Usia 18-24 bulan, bayi biasanya sudah bisa mengungkapkan keinginannya akan sesuatu. Kita pun bisa mengajarinya untuk selalu bilang saat ia ingin makan, ingin minum, atau buang air. Nah, bagaimana caranya?</p>
<p><strong>Pertama,</strong> usahakan Anda mengajak si kecil untuk pipis setiap 2-3 jam sekali. Atau kalau si kecil tipe anak yang gemar minum, tentunya kita bisa mengusahakan lebih sering lagi. 1 jam sekali, misalnya.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> sebelum tidur siang, usahakan si kecil pipis terlebih dahulu. Jadi, ia bisa tidur dengan nyaman. Dan tumpukan baju kotornya tidak menambah beban cucian Anda hari itu.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> sebelum si kecil berangkat tidur, usahakan ia minum susunya terlebih dahulu. Kemudian, 2 atau 3 jam setelah itu, Anda membangunkannya untuk pipis ke kamar mandi. Setiap malam, Anda bisa membangunkannya sekitar 2-3 kali untuk pipis.</p>
<p>Memang, awalnya terasa berat bagi kita maupun si kecil. Simpelnya, kita sering memakaikan pampers dan popok tebal pada si kecil. Tapi, itu bukan solusi terbaik. Tidak nyaman lho, jika saat tidur memakai pampers. Dan, jika kita tidak mulai membiasakan, tentunya sampai ia besar ia akan terus mengompol. Bahkan mengompol akan menjadi kebiasaan karena malas.Kesabaran kita insya Allah akan membuahkan hasil yang baik. Siapa yang tidak senang jika anaknya sudah tidak mengompol lagi saat umur 3 tahun?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/melatih-anak-tidak-mengompol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RESEP BUBUR UNTUK SI KECIL</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/resep-bubur-untuk-si-kecil/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/resep-bubur-untuk-si-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 00:14:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[bubur bayi]]></category>
		<category><![CDATA[makanan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[makanan pendamping ASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=2475</guid>
		<description><![CDATA[Hmm…saatnya si kecil mulai mendapatkan menu tambahan selain ASI. Di toko-toko banyak dijual bubur bayi instan. Tapi, kenapa tidak mencoba membuatnya sendiri?
Berikut ada 2 resep bubur bayi yang dapat Anda coba di rumah:
Resep 1: Bubur Ayam Tahu Bayam
Bahan-bahan:
-          3 sdm nasi merah matang
-          1 potong ayam yang sudah direbus, potong dadu
-          1 batang wortel, kupas
-          [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/12/bubur-bayi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2476" title="bubur bayi" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/12/bubur-bayi.jpg" alt="" width="150" height="113" /></a>Hmm…saatnya si kecil mulai mendapatkan menu tambahan selain ASI. Di toko-toko banyak dijual bubur bayi instan. Tapi, kenapa tidak mencoba membuatnya sendiri?</p>
<p>Berikut ada 2 resep bubur bayi yang dapat Anda coba di rumah:</p>
<p><strong>Resep 1: Bubur Ayam Tahu Bayam</strong></p>
<p><strong>Bahan-bahan:</strong></p>
<p>-          3 sdm nasi merah matang<span id="more-2475"></span></p>
<p>-          1 potong ayam yang sudah direbus, potong dadu</p>
<p>-          1 batang wortel, kupas</p>
<p>-          1 potong tahu</p>
<p>-          10 helai daun bayam</p>
<p>-          margarin, lelehkan</p>
<p>-          garam sedikit</p>
<p><strong>Cara membuat: </strong></p>
<ol>
<li>cuci bersih wortel dan tahu, lalu rebus hingga      setengah lunak.</li>
<li>masukkan bayam, garam, ayam, nasi merah      dan margarin, setelah lunak semua, angkat.</li>
<li>Masukkan ke dalam blender, haluskan.</li>
<li>Sajikan setelah agak dingin.</li>
</ol>
<p><strong>Resep 2: Bubur Pisang Kurma Madu</strong></p>
<p><strong>Bahan-bahan: </strong></p>
<p>-          1 buah pisang ambon, kukus sebentar</p>
<p>-          3 butir kurma, buang bijinya</p>
<p>-          1 sdm madu balita</p>
<p>-          4 sdm susu formula, seduh dengan 250 cc air</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Masukkan semua bahan ke dalam blender,      lalu haluskan.</li>
<li>sajikan setelah agak dingin.</li>
</ol>
<p>Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/resep-bubur-untuk-si-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALERGI SUSU SAPI</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/alergi-susu-sapi/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/alergi-susu-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 23:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[susu formula]]></category>
		<category><![CDATA[susu sapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/alergi-susu-sapi/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, kita banyak menemukan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya sejak lahir karena beberapa faktor. Sebagai gantinya, bayi mendapatkan asupan susu formula yang terbuat dari susu sapi.
Namun, patut kita ketahui bahwa pada sebagian besar bayi di usia ini, saluran pencernaannya masih sensitif dan belum mampu menoleransi susu formula dari susu sapi tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2413" title="susu" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/12/susu.jpg" alt="susu" width="111" height="91" />Saat ini, kita banyak menemukan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya sejak lahir karena beberapa faktor. Sebagai gantinya, bayi mendapatkan asupan susu formula yang terbuat dari susu sapi.</p>
<p>Namun, patut kita ketahui bahwa pada sebagian besar bayi di usia ini, saluran pencernaannya masih sensitif dan belum mampu menoleransi susu formula dari susu sapi tersebut. Inilah yangs erring kita sebut dengan alergi susu sapi.<span id="more-2414"></span></p>
<p>Tanda-tanda bayi yang alergi susu sapi adalah;</p>
<ol>
<li>sering muntah</li>
<li>diare</li>
<li>kolik</li>
<li>asma</li>
<li>eksim atau biduran</li>
</ol>
<p>Kedadaan yang demikian tentu akan sangat mengganggu aktifitas dan tumbuh kembang anak.</p>
<p>Jika dalam kedaan demikian anak Anda tidak segera ditangani dan diatasi, maka itu dapat berpengaruh terhadap kegagalan tumbuh kembang anak. Karena itu harus dicarikan sebuah solusi lain, misalnya, mencari susu formula alternatif lain atau kembali kepada ASI eksklusif jika mampu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/alergi-susu-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAKANAN PENGUAT TULANG BAYI</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/makanan-penguat-tulang-bayi/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/makanan-penguat-tulang-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 08:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[makanan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[penguat tulang]]></category>
		<category><![CDATA[tulang bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1967</guid>
		<description><![CDATA[Bayi yang baru lahir tulangnya belum cukup kuat untuk menopang tubuhnya. Sering kali kita menjumpai bagian-bagian tulang tertentu masih sangat rawan. Makanan apa saja yang harus diberikan kepada bayi agar tulangnya menjadi kuat?
Olesi minyak zaitun semenjak lahir. Minyak zaitun dapat menguatkan tulang anak dan melindungi dari pengeroposan tulang.
Madu. Madu mengandung zat besi dan mineral yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1968" title="baby food" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/11/baby-food.jpg" alt="baby food" width="97" height="126" />Bayi yang baru lahir tulangnya belum cukup kuat untuk menopang tubuhnya. Sering kali kita menjumpai bagian-bagian tulang tertentu masih sangat rawan. Makanan apa saja yang harus diberikan kepada bayi agar tulangnya menjadi kuat?</p>
<p>Olesi <strong>minyak zaitun</strong> semenjak lahir. Minyak zaitun dapat menguatkan tulang anak dan melindungi dari pengeroposan tulang.<span id="more-1967"></span></p>
<p><strong>Madu</strong>. Madu mengandung zat besi dan mineral yang dapat membantu proses pencernaan bayi, sehingga tidak ada pengendapan pada usus bayi. Bayi yang sering diberikan madu, akan jarang sekali yang mengalami sakit perut.</p>
<p><strong>Sari kurma + susu</strong>. Rendam buah kurma dalam susu, lalu lumatkan hingga halus. Berikan pada bayi say ia berusia 6 bulan ke atas. Kandungan gizi pada kurma sama dengan kandungan gizi daging dan ikan.</p>
<p><strong>Kubis</strong> yang direbus lalu dihaluskan. Kandungan kalsium dan kubis sangat tinggi dan baik untuk pertumbuhan tulang.</p>
<p><strong>Sup biji gandum</strong>. Rendam biji gandum selama 5-6 jam, lalu masak dalam air di dalam panci. Campur dengan sedikit nasi, susu, dan gula. Haluskan dan berikan pada bayi Anda. Biji gandum memiliki kalsium yang tinggi dan mengandung vitamin yang banyak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/makanan-penguat-tulang-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERAPA LAMA BAYIKU TIDUR?</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/berapa-lama-bayiku-tidur/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/berapa-lama-bayiku-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 03:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[tidur bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/tumbuh-kembang-anak/berapa-lama-bayiku-tidur/</guid>
		<description><![CDATA[Para ibu baru biasanya bertanya-tanya berapa jam normalnya bayi tertidur. Karena, mungkin mereka tak tahan melihat makhluk mungil nan menggemaskan itu menghabiskan waktunya hanya untuk tidur dan tidur saja. Hmmm…
Hal pertama yang harus Anda tahu adalah bahwa tidak semua bayi itu sama. Jangan terlalu khawatir jika bayi Anda banyak tidur. Ingat, ini adalah masa-masa awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1791" title="baby sleep" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/10/baby-sleep.jpg" alt="baby sleep" width="93" height="135" />Para ibu baru biasanya bertanya-tanya berapa jam normalnya bayi <a href="http://pondokibu.com/kesehatan/haruskah-bayi-anda-tidur-bersama-anda-di-ranjang/" target="_blank">tertidur</a>. Karena, mungkin mereka tak tahan melihat makhluk mungil nan menggemaskan itu menghabiskan waktunya hanya untuk tidur dan tidur saja. Hmmm…</p>
<p>Hal pertama yang harus Anda tahu adalah bahwa tidak semua bayi itu sama. Jangan terlalu khawatir jika bayi Anda banyak tidur. Ingat, ini adalah masa-masa awal baginya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.<span id="more-1792"></span></p>
<ul>
<li>1 bulan : 8 ½ jam tidur malam dan 7 jam tidur siang (total dari 3x tidur siang)</li>
<li>3 bulan : 10 jam tidur malam dan 5 jam tidur siang (total dari 3x tidur siang)</li>
<li>6 bulan : 11 jam tidur malam dan 3 ¼ jam tidur siang (total dari 2x tidur siang)</li>
<li>9 bulan : 11 jam tidur malam dan 3 jam tidur siang (total dari 2x tidur siang)</li>
<li>12 bulan : 11 ½ jam tidur malam dan 2 ½ jam tidur siang (total dari 2x tidur siang)</li>
</ul>
<p>Namun, ini bukan patokan pasti bagi siklus tidur bayi Anda. Tidak jarang bahkan ada bayi yang justru tidak bisa tidur pada saat malam hari.</p>
<p>Apa sebabnya?</p>
<p><strong>Pola tidur Anda selama hamil.</strong> Jangan remehkan hal seperti ini. Mengapa? Misalkan saja, semasa hamil, Anda begitu sulit tidur di malam hari. Entah karena Anda sibuk bekerja atau belajar, atau karena Anda memang tidak bisa tidur karena sakit. Efek sampingnya, ketika lahir, bayi Anda mengikuti pola ini. Nah, sebaiknya, usahakan Anda mengatur pola tidur yang baik ketika hamil, sehingga bayi Anda pun mengikuti pola ini setelah lahir.</p>
<p><strong>Sakit.</strong> Bayi yang sakit umumnya rewel di malam hari. Entah karena mereka kegerahan, kehausan, masuk angin, atau sakit perut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/berapa-lama-bayiku-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIAPA YANG BERHAK MEMBERIKAN NAMA?</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/siapa-yang-berhak-memberikan-nama/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/siapa-yang-berhak-memberikan-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 02:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[bayi lahir]]></category>
		<category><![CDATA[nama anak]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1424</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, saya “bertemu” dengan seorang teman yang cukup unik. Dia mencintai sejarah, dan sangat terobsesi dengan nama-nama yang mengandung sejarah. Saat ini, ia tengah menanti kelahiran anak pertamanya. Atas anjuran istrinya yang menyukai nama-nama Arab, ia bertanya pada saya nama-nama Arab yang tidak umum namun mengandung nilai sejarah.
Ribet juga. Beberapa kali kami sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-full wp-image-1423 alignleft" title="new baby" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/09/new-baby.jpg" alt="new baby" width="112" height="112" /></strong>Beberapa waktu lalu, saya “bertemu” dengan seorang teman yang cukup unik. Dia mencintai sejarah, dan sangat terobsesi dengan nama-nama yang mengandung sejarah. Saat ini, ia tengah menanti kelahiran anak pertamanya. Atas anjuran istrinya yang menyukai nama-nama Arab, ia bertanya pada saya nama-nama Arab yang tidak umum namun mengandung nilai sejarah.<span id="more-1424"></span></p>
<p>Ribet juga. Beberapa kali kami sempat memperdebatkan sebuah nama. Saya menyebutkan sebuah nama, tapi, ia ingin nama yang lebih panjang lagi, atau mengubahnya menjadi nama perempuan, jika bayinya yang lahir perempuan. Sampai akhirnya, suami istri itu berdebat sendiri soal pemberian nama. Phieww…</p>
<p>Sebenarnya, siapakah yang paling berhak memberikan nama pada anak?</p>
<p>Memberi nama adalah hak ayah (suami). Namun, disunnahkan untuk bermusyawarah dengan ibu (istri) untuk menjaga perasaan dan melunakkan hatinya. Anda tidak usah berebut nama dengan suami atau istri Anda. Musyawarahkan saja baik-baik soal pemberian nama ini.</p>
<p>Jika Anda seorang suami, berlaku bijaklah. Anda tidak boleh terlalu memaksakan secara mutlak apa yang Anda inginkan. Berikan kesempatan istri Anda untuk mengemukakan pendapatnya soal nama anak yang ia inginkan.</p>
<p>Bagaimanapun, istri Anda memiliki andil yang sangat penting. Dialah yang merasakan “berat”nya hamil, sakitnya melahirkan, juga merawat dan mendidik anak-anak Anda. Mengapa tak berbaik hati memberinya kesempatan untuk membantu Anda dalam memilihkan nama? Kebaikan hati Anda dalam memberinya kesempatan memilihkan nama akan membuatnya merasa dihargai sebagai seorang istri dan ibu.</p>
<p>Jika Anda istri, Anda pun juga perlu belajar bagaimana memberi saran kepada suami soal pemberian nama. Jangan bersikap menang-menangan juga. Tenang saja, suami Anda seorang yang baik, dan pastilah akan mau menerima pertimbangan-pertimbangan Anda, selama Anda mengemukakannya dengan baik.</p>
<p>Namun, patut diingat, dalam pemberian nama pun memiliki syarat. Kita tidak boleh memberikan nama-nama yang dibenci Allah, seperti nama-nama penghambaan kepada selain Allah (Abdul Ka’bah, Abdun Nabi, dsb), nama-nama yang buruk, atau nama-nama yang menyerupai nama orang-orang kafir.</p>
<p>Nama adalah do’a. Maka pilihkanlah nama yang terbaik bagi anak-anak Anda. Selamat menjadi orang tua!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/siapa-yang-berhak-memberikan-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JIKA ANAK ANDA KEJANG</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/jika-anak-anda-kejang/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/jika-anak-anda-kejang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 06:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[kejang]]></category>
		<category><![CDATA[pertolongan pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[
Ummu Ismail nampak panik melihat putra sulungnya kejang tiba-tiba. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Padahal, satu jam yang lalu Ismail tertidur dengan tenang, dan suhu tubuhnya tidak setinggi itu. Ibu beranak dua tersebut bergegas memanggil tetangganya untuk meminta bantuan.
Apakah anak Anda juga pernah mengalami kejang-kejang? Apa yang Anda lakukan pertama kali untuk menolongnya?
Berikut adalah cara-cara yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1198" title="demam2" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/08/demam2.jpg" alt="demam2" width="124" height="93" /></p>
<p>Ummu Ismail nampak panik melihat putra sulungnya kejang tiba-tiba. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Padahal, satu jam yang lalu Ismail tertidur dengan tenang, dan suhu tubuhnya tidak setinggi itu. Ibu beranak dua tersebut bergegas memanggil tetangganya untuk meminta bantuan.</p>
<p>Apakah anak Anda juga pernah mengalami kejang-kejang? Apa yang Anda lakukan pertama kali untuk menolongnya?<span id="more-1197"></span></p>
<p>Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang-kejang:</p>
<p><strong>Cobalah untuk tenang</strong>. Anda pasti khawatir, namun, cobalah untuk tenang dan tidak histeris. Ketenangan Anda akan memberikan hawa positif untuk anak Anda, juga lingkungan Anda. Percayalah, semua akan membaik.</p>
<p><strong>Jauhkan anak dari benda-benda yang dapat membahayakannya</strong>. Ketika kejang, anak Anda akan mengalami benturan-benturan. Maka hindarkan barang-barang yang dapat melukainya.</p>
<p><strong>Longgarkan baju agar ia tidak kesulitan bernafas</strong>. Setelah itu, <strong>miringkan posisinya</strong> agar jalan pernafasannya tidak terhambat. <strong>Jangan coba-coba membuka mulutnya</strong> karena ini akan dapat merusak gigi dan rahangnya. Jika ingin memberinya nafas buatan, berikan setelah anak tidak kejang lagi.</p>
<p>Kompres dengan air dingin jika suhu tubuhnya sangat tinggi. Pastikan pula Anda selalu berada di sisinya. Jika ia telah sadar, yakinkan anak Anda bahwa segalanya telah berlalu dan ia tidak perlu mencemaskannya lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/jika-anak-anda-kejang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEAJAIBAN MADU UNTUK BAYI</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/keajaiban-madu-untuk-bayi/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/keajaiban-madu-untuk-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 08:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[madu]]></category>
		<category><![CDATA[madu dan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/kesehatan/keajaiban-madu-untuk-bayi/</guid>
		<description><![CDATA[

Anda mungkin masih bimbang, dengan kadar pemberian madu pada bayi atau balita Anda. Beberapa pengunjung web ini sering menanyakan secara offline maupun online kepada kami tentang amannya memberikan madu pada bayi terutama bayi di bawah satu tahun.

Permasalahan pemberian madu untuk anak di bawah 1 tahun ini memang masih kontroversial. Menurut penelitian modern yang baru-baru ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-1168" title="madu 2" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/08/madu-2.jpg" alt="madu 2" width="116" height="118" /><br />
</strong></p>
<p>Anda mungkin masih bimbang, dengan kadar pemberian madu pada bayi atau balita Anda. Beberapa pengunjung web ini sering menanyakan secara offline maupun online kepada kami tentang amannya memberikan madu pada bayi terutama bayi di bawah satu tahun.</p>
<p><span id="more-1169"></span></p>
<p>Permasalahan pemberian madu untuk anak di bawah 1 tahun ini memang masih kontroversial. Menurut penelitian modern yang baru-baru ini dilakukan, madu asli (yang diambil langsung dari sarang lebah tanpa diolah lagi) ternyata mengandung kuman <em>clostridium botulinum</em> yang dibawa oleh kaki-kaki tawon. Bakteri ini memproduksi zat beracun yang bisa menyebabkan penyakit botulisme pada bayi.</p>
<p>Penyakit jenis keracunan makanan ini akan mengganggu sistem saraf bayi dan bisa berakibat fatal. Bayi yang kurang dari 1 tahun masih membangun daya kekebalan tubuhnya. Pada bayi, bakteria baik di saluran cerna belum selengkap orang dewasa. Padahal, bakteria baik ini bisa mengatasi spora botulisme dan mencegahnya berkembang biak. Sehingga, secara otomatis tidak akan terjadi pembentukan zat beracun yang berbahaya tersebut. Tapi, kasus keracunan itu sendiri memang jarang terjadi karena tidak semua madu mengandung bakteri tersebut. Karena itu, tidak heran bila banyak orang tua memberikan madu pada bayinya tanpa pernah terjadi efek negatif apapun.</p>
<p>Nah, bagaimana menyikapinya?</p>
<p>Saya pribadi, dengan berbagai pengalaman seputar madu yang sungguh ajaib, percaya bahwa madu sangat aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan, meski ia bayi sekalipun. Karena khasiat madu sendiri telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:</p>
<p><em>“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.”</em> (QS. An-Nahl: 69)</p>
<p>Tidak ada pengecualian untuk bayi dalam tafsir ataupun hadits yang menjelaskannya. Jalan amannya, berikan untuk bayi dan balita hanya yang <em>refined dan purified with no additive</em> (sudah dibersihkan dan dimurnikan)- dr.Adi Tagor Sp.A dari RS Pondok Indah Jakarta. Dan karena madu itu bersifat panas, campurkan madu dengan air sebelum memberikannya pada bayi.</p>
<p>Sebuah kisah keajaiban madu yang mungkin perlu Anda tahu:</p>
<p>Seorang bayi mengalami cacat pada matanya saat lahir. Matanya itu menonjol keluar, ada semacam tumor pada matanya. Tentunya, karena usianya kurang dari 3 bulan, tidak bisa dilakukan operasi terhadapnya.</p>
<p>Lalu, sambil menunggu saatnya operasi, nenek si bayi dengan telaten memberikan madu untuk bayi tersebut. Setiap jam, madu dioleskan tipis-tipis di sekitar mata dan juga diminumkan setelah sebelumnya dicairkan dulu dengan air.</p>
<p>Anda tahu hasilnya? Mata bayi tersebut berangsur masuk, tidak lagi menonjol ke luar. Saat diperiksa secara medis, tumor yang tadinya ada ternyata sudah tidak ada lagi. Padahal, usia bayi itu kurang dari 3 bulan!</p>
<p>Cerita ini saya dapatkan dari ibu saya yang memang biasa menangani pengobatan secara herbal dan tradisional. Beliau pun menuturkan, saat saya bayi, beliau sering memberikan madu pada saya. Sehingga, pada saat itu saya memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan paling jarang sakit.</p>
<p>Jika Anda ragu, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan spesialis herbal, yang dapat memberikan Anda masukan-masukan untuk konsumsi madu ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/keajaiban-madu-untuk-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ADUH, NAK…JANGAN ISAP JEMPOL LAGI…</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/aduh-nak%e2%80%a6jangan-isap-jempol-lagi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/aduh-nak%e2%80%a6jangan-isap-jempol-lagi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 08:51:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan anak]]></category>
		<category><![CDATA[menghisap jempol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[

“Iya, Ustadzah…Ansya masih suka ngemut jempol…Bagaimana menghilangkan kebiasaannya ini ya..?” 
Ummi Ansya menatap putranya yang berumur 5 tahun dengan prihatin. Kebiasaan mengisap jempol bungsunya itu belum juga bisa hilang. Padahal, tahun depan ia sudah harus masuk SD.
Tahukah Anda, bahwa setiap anak memiliki kecenderungan untuk melakukan gerakan mengisap? Tidak hanya jempol. Murid saya yang lain bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><img class="size-full wp-image-1142 alignleft" title="jempol" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/07/jempol.jpg" alt="jempol" width="95" height="114" /><br />
</strong></p>
<p><em>“Iya, Ustadzah…Ansya masih suka ngemut jempol…Bagaimana menghilangkan kebiasaannya ini ya..?” </em></p>
<p>Ummi Ansya menatap putranya yang berumur 5 tahun dengan prihatin. Kebiasaan mengisap jempol bungsunya itu belum juga bisa hilang. Padahal, tahun depan ia sudah harus masuk SD.</p>
<p>Tahukah Anda, bahwa setiap anak memiliki kecenderungan untuk melakukan gerakan mengisap? Tidak hanya jempol. Murid saya yang lain bahkan senang mengisap ujung jilbabnya, atau ujung bajunya. Atau bisa juga menggigit-gigit kukunya.</p>
<p><span id="more-1143"></span></p>
<p>Kecenderungan ini diakibatkan karena tidak terkontrolnya fungsi motorik anak. Tidak setiap anak mempunyai kebiasaan ini. Tapi, jika si kecil Anda mempunyai kebiasaan ini, Anda tidak perlu terlalu cemas.</p>
<p>Gerakan mengisap ini biasanya menimbulkan perasaan senang pada anak-anak. Saya sendiri pernah mengalaminya sampai umur 7 tahun. Dan memang ada keasyikan tersendiri yang saya rasakan setiap kali mengisap jempol.</p>
<p>Biasanya, anak-anak mulai mengisap jempolnya (atau bisa juga ujung jilbab/bajunya) jika mereka merasa takut, lapar, grogi, ngantuk, atau membutuhkan sesuatu. Murid saya yang senang mengemut ujung jilbab itu biasanya mulai “beraksi” jika saya memanggil namanya untuk maju ke depan.</p>
<p>Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Dan akan hilang dengan sendirinya bersamaan dengan bertambahnya usia anak, dimana ia mulai bisa mencari alternatif untuk menemukan rasa aman dan nyaman. Tapi, beberapa anak ada pula yang tidak bisa mengatasi kebiasaan-kebiasaan ini dan membawanya sampai dewasa. Kebanyakan, hal ini terjadi pada anak-anak perempuan, dan sangat sedikit terjadi pada anak laki-laki.</p>
<p>Ketika anak-anak dengan kebiasaan mengisap ini mulai beraksi, biasanya mereka menjadi kurang responsif terhadap orang-orang atau hal-hal lain di sekitarnya, karena asyik mengisap dan melamun.</p>
<p>Namun, Anda perlu mewaspadai kebiasaan ini, karena menurut ahli gigi, kebiasaan mengisap jempol ini akan berakibat buruk pada perkembangan tulang rahang, kelainan bentuk gigi, kesulitan mengunyah, dan gangguan pada bentuk wajah.</p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan ini:</p>
<p><strong>Buatlah anak merasa aman</strong>. Karena mengisap jempol biasa dilakukan saat anak merasa takut atau stress, maka bantulah anak Anda untuk mengatasi ketakutan-ketakutannya. Jika ia bisa menemukan rasa aman, maka kebiasaan ini akan menghilang perlahan-lahan.</p>
<p>Pada bayi, <strong>berikan perpanjangan waktu untuk menyusu</strong>. Jika bayi Anda mulai mencari jarinya saat selesai menyusu, berikanlah sedikit perpanjangan waktu baginya. Hal ini akan menghindarkan anak dari mengisap jempol.</p>
<p><strong>Jangan hukum anak</strong> karena kebiasaan ini. Kebiasaan ini adalah naluri anak-anak akan kebutuhannya terhadap rasa aman dan nyaman. Jika Anda menghukumnya, ia justru akan semakin menarik diri dari Anda. Lebih baik Anda berusaha untuk meningkatkan rasa bahagia anak, agar ia merasa dicintai, dipahami, dan diterima apa adanya.</p>
<p><strong>Berikan kesibukan</strong>. Sibukkan anak dengan berbagai aktivitas yang melibatkan tangannya. Seperti, bermain plastisin, menggambar dengan pastel atau crayon, bermain cat air, melipat-lipat, menggunting, dsb.</p>
<p>Nah, selamat mendidik dengan cinta!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/aduh-nak%e2%80%a6jangan-isap-jempol-lagi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MANFAAT MADU BAGI PERTUMBUHAN BALITA</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/manfaat-madu-bagi-pertumbuhan-balita/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/manfaat-madu-bagi-pertumbuhan-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 01:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[cara minum madu]]></category>
		<category><![CDATA[madu]]></category>
		<category><![CDATA[madu dan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat madu]]></category>
		<category><![CDATA[nadu untuk bayi]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[Memberi makanan anak- anak usia dibawah 5 tahun ( balita ) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, maka orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang nafsu makannya rendah atau susah makan akan membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-812" title="madu" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/05/madu.jpg" alt="madu" width="124" height="94" />Memberi makanan anak- anak usia dibawah 5 tahun ( balita ) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, maka orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang nafsu makannya rendah atau susah makan akan membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan.<span id="more-799"></span></p>
<p>Namun akhirnyahasil penelitian Y.Wadodo, peneliti pada pusat penelitian dan pengembangan gizi di bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi orang tua yang memiliki anak balita yang susah makan ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu (sebagai sampel ) menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan kelompok sirup (sebagai kontrol)</p>
<p>Penelitian tersebut menghasilkan dua kesimpulan :<br />
Pertama  : madu merupakan makanan yang kaya gizi sedangkan gula hanya mengandung   energi/ kalori<br />
Kedua    : madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik</p>
<p>Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41%), glukosa ( 35% ), sukrosa ( 1,9% ) dan dekstrin ( 1,5% ) karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.</p>
<p>Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino ensesial maupun non esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita. vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan sulfit. Meski jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan mineral ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat oleh darah manusia.</p>
<p>Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa bantuan madu. Madu juga mengandung zat antibiotik, kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Penelitian Peter. C. Molan (1992) penelitian dari Departemen of Biologikal Seinces, University of Waikoto, di Hamilton Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.</p>
<p><strong>Takaran Minum Madu</strong><br />
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu – cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini, konsumsinya harus secara teratur. Dalam penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20gram setiap hari.</p>
<p>Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0-4 bulan, karena makanan pertama dan utama untuk mereka adalah air susu ibu ( ASI ) setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu sering pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.<br />
Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu dua kali sehari sudah cukup memadai  untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh, namun untuk pengobatan dan penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan mudah peyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/manfaat-madu-bagi-pertumbuhan-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
