Faktor Penyebab Bayi Lahir Besar

Bila anda seorang ibu yang sedang hamil, anda mungkin merasa takut jika bayi anda kelak lahir dengan bayi besar yaitu bayi lahir dengan berat diatas 4 kilogram. Setiap bayi yang lahir besar beresiko terjadi komplikasi saat melahirkan, resiko yang terjadi bisa berupa sulitnya bayi keluar melalui jalan lahir, perdarahan pasca melahirkan akibat robekan pada jalan lahir atau tersangkutnya bahu anak yang berakibat bayi sulit bernafas, bahkan bila tersangkutnya bahu tak segera tertolong menyebabkan kematian sang anak.
Hal ini adalah satu bentuk komplikasi saat proses persalinan yang terjadi dengan bayi besar. Sebenarnya prediksi anak besar telah dapat diprediksi lebih dini dengan periksa kehamilan yang teratur baik di bidan maupun pada dokter.
Mengenal Gejala Hamil Anggur (molahidatidosa )

Pengertian hamil anggur atau secara medis disebut molahidatidosa adalah suatu bentuk tumor jinak dari sel-sel trofoblas (yaitu bagian dari tepi sel telur yang kelak terbentuk menjadi ari-ari janin) atau merupakan suatu hasil pembuahan yang gagal. Jadi dalam proses kehamilannya mengalami hal yang berbeda dengan kehamilan normal, dimana hasil pembuahan sel sperma dan sel telur gagal terbentuk dan berubah menjadi gelembung – gelembung yang bergerombol berbentuk menyerupai buah anggur. Semakin hari pertumbuhan gelembung semakin banyak bahkan bisa berkembang secara cepat. Hal ini yang membuat perut seorang ibu hamil dengan molahidatidosa tampak cepat membesar .
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar HCG ( dengan pemeriksaan GM titrasi ) atau dapat dilihat dari hasil laboratorium beta sub unit HGG pada ibu hamil tinggi. Pemeriksaan USG kandungan akan terlihat keadaan kehamilan yang kosong tanpa ada janin dan tampak gambaran seperti badai salju dalam bahasa medis di sebut ” Snow storm”.
Kenali 7 Tanda Bahaya Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami keluhan-keluhan sakit yang kadang membuatnya merasa cemas. Ibu hamil kadang tidak tahu apakah gejala sakit tersebut tergolong berbahaya atau tidak berbahaya bagi janinnya. Bagaimana cara membedakan antara gejala yang membutuhkan perhatian medis segera dengan yang tidak berbahaya. Ketika timbul tanda-tanda yang tidak biasa yang membuat Anda ragu, telepon atau kunjungi dokter. Ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan. Berikut adalah tujuh tanda yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius selama kehamilan.
Tanda 1 : Pendarahan pada trimester berapapun
Pendarahan bisa berarti banyak hal. Pendarahan parah disertai sakit perut yang amat sangat dan juga kram seperti sedang menstruasi, atau terasa akan pingsan dan semuanya terjadi pada trimester pertama, itu bisa menjadi pertanda hamil di luar kandungan," kata Peter Bernstein, MD, profesor obgin klinis di Albert Einstein College of Medicine dan Montefiore Medical Center di Bronx.
Berjuta Manfaat Kolostrum Bagi Bayi

Kolostrum adalah cairan bening kekuningan yang sering disebut “Pre-milk” yang akan diproduksi pada tahap akhir kehamilan dan pada hari-hari setelah melahirkan. Kolostrum kemudian disusul dengan ASI matang yang akan menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif rendah lemak dan karbohidrat, tetapi kaya akan protein. Kandungan tersebut sangat tepat sesuai dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-sel hidup yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen.
Dua minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang. Namun kondisi tersebut tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan berubah menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tersebut terlihat lebih kekuningan dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian.
Cegah Perineum Robek Saat Persalinan Dengan Pijat Perineum

Perineum adalah area kulit antara liang vagina dengan anus (dubur) yang dapat robek ketika melahirkan atau secara sengaja digunting guna melebarkan jalan keluar bayi (episiotomi). Daerah ini merupakan jaringan yang “kaya” akan ujung sel-sel saraf sehingga sangat peka terhadap sentuhan, dan cenderung mengalami perobekan saat berlangsungnya proses persalinan alami. Ketika mengalami perobekan itu, baik yang alami maupun disengaja bisa mengakibatkan gangguan fungsi dasar otot panggul, sehingga menurunkan kualitas hidup ibu setelah melahirkan. Misalnya, ibu menjadi tidak mampu mengontrol BAK dan BAB karena ada beberapa saraf atau bahkan otot yang “tergunting”.
Bagi wanita, perineum sangatlah penting peregangan dan robekan pada perineum selama proses persalinan dapat melemahkan otot-otot dasar panggul pada dinding vagina. Trauma pada perineum juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada saat melakukan hubungan seksual (Barret et al 2000, Eason et all 2002).
Oligohidramnion (Cairan Ketuban Yang Terlalu Sedikit)

Cairan ketuban adalah salah satu bagian dari sistem pendukung kehidupan bayi yang terbentuk sekitar 12 hari setelah pembuahan. Cairan ini bisa melindungi bayi dan membantu pertumbuhan dan perkembangan otot, kaki, paru-paru dan sistem pencernaan bayi, menjadi bantalan untuk melindungi janin terhadap trauma dari luar, menstabilkan perubahan suhu, pertukaran cairan, sarana yang memungkinkan janin bergerak bebas, sampai mengatur tekanan dalam rahim. Tak hanya itu air ketuban juga berfungsi melindungi janin dari infeksi.
Pada awalnya cairan ketuban berisi air yang berasal dari ibunya, tapi pada usia kehamilan 20 minggu cairan ketuban berisi urin janin. Cairan ketuban ini bisa terlalu rendah atau terlalu tinggi, jika terlalu rendah disebut dengan oligohidramnion dan jika terlalu tinggi disebut dengan polihidramnion. Cairan ketuban ini tidak boleh sedikit, tapi beberapa komplikasi bisa menyebabkan cairan ketuban ibu hamil habis yang bisa membahayakan ibu hamil dan bayinya.
Cara Menghitung Usia Kehamilan Dan Perkiraan Persalinan

Saat dokter mengatakan Anda positif hamil, saat itu pula Anda mulai menghitung usia kehamilan. Namun seringkali ibu hamil tidak tahu pasti berapa usia kehamilannya. Hal ini karena terkadang si ibu tidak mengetahui secara pasti kapan pembuahan terjadi.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan. Anda bisa memilih yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan .
1. Hari pertama haid terakhir (HPHT)
Bahayakah Flek Saat Hamil?

Ketika dokter kandungan mendiagnosis bahwa Anda positif hamil, maka perasaan sukacita biasanya akan menyelimuti Anda dan pasangan, apalagi bagi suami istri yang memang telah menanti-nantikan kehadiran si buah hati. Namun bagaimana perasaan anda yang sudah positif hamil dan tiba-tiba kemudian mengalami spotting/perdarahan. Yang akan anda rasakan mungkin panik, gelisah, takut, atau bingung.
Keluar flek (spotting) adalah perdarahan ringan yang bisa terjadi kapan saja pada saat hamil, terutama pada trimester pertama. Sekitar 20% wanita hamil mengalami spotting pada trimester pertama. Hal ini bisa jadi merupakan bagian alami dari kehamilan, namun perlu dipastikan dahulu bahwa tidak terjadi komplikasi.
Langsing Setelah Melahirkan Dengan Menyusui

Masalah berat badan adalah satu hal yang mungkin menghantui calon ibu ketika sedang hamil atau ketika berencana ingin hamil. Masa kehamilan memang identik dengan bertambahnya berat badan dengan angka yang cukup signifikan. Hal ini tentu membuat khawatir para perempuan yang sebelum hamil telah mati-matian berusaha mendapatkan bentuk tubuh ideal yang mereka idamkan. Sebab itulah tidak mengherankan jika setelah melahirkan, banyak perempuan yang terobsesi untuk kembali mendapatkan bentuk tubuh idealnya dengan menjalani semacam program untuk bisa langsing setelah melahirkan.
Hal ini tampaknya cukup terburu-buru sebab perempuan yang ketika itu telah menjadi seorang ibu tidak bisa hanya mempertimbangkan penampilannya saja, akan tetapi juga harus menjaga kesehatan dan ASI eksklusif untuk bayi yang baru dilahirkannya.
Depresi Pada Ibu Hamil Pengaruhi Perkembangan Anak

Kehamilan seharusnya menjadi saat-saat yang paling membahagiakan bagi seorang Ibu. Namun terkadang, sebagai seorang calon Ibu (apalagi karena baru pertama kali menghadapi kehamilan) ada saja rasa kekhawatiran yang berlebihan sehubungan dengan semakin dekatnya proses kelahiran.
Sekitar 10-20% wanita berusaha untuk melawan gejala depresi dan seperempat sampai setengahnya terkena depresi yang berat. Pada suatu studi terhadap 360 ibu hamil, maka 10% dari mereka mengalami depresi saat kehamilan dan hanya 6,8% yang mengalami depresi pasca kehamilan.
Cara Meringankan Sakit Punggung Saat Hamil

Pegal-pegal dan sakit pada punggung seringkali dikeluhkan oleh wanita yang sedang hamil. Hal ini wajar saja karena beban tubuh yang bertambah berat dengan semakin besarnya janin dalam kandungan.
Tulang punggung dan otot-otot pada punggung adalah penyangga tubuh. Dengan posisi tubuh yang lebih berat didepan membuat beban punggung bertambah dan menimbulkan pegal-pegal bahkan sakit pada punggung.
Sakit punggung saat hamil bisa disebabkan karena beberapa faktor, seperti dilansir Lifemojo, antara lain:
Bahaya Air Ketuban Yang Berlebih (Polihidramnion)

Air ketuban sangatlah penting bagi kehamilan, khususnya bagi perkembangan janin. Air ketuban melindungi janin saat berusia 12 hari setelah terjadi pembuahan. Di saat minggu-minggu awal kehamilan air ketuban ini berasal dari persedian air dalam tubuh si ibu. Setelah mencapai 12 minggu, air ketuban ini dipenuhi sebagian besar dari air kencing sang bayi.
Air ketuban menjaga bayi dalam janin agar selalu aman dan juga membantu perkembangan bayi. Cairan inilah yang dihirup sebagai udara oleh sang bayi dan makanan mereka selama dalam rahim.

















