bayi laki-laki,anak laki-laki,cara mendapatkan anak laki-lakiAda pasangan yang menginginkan anak pertamanya laki-laki atau ada yang menginginkan anak pertamanya perempuan atau ada yang hanya pasrah laki-laki atau perempuan sama saja. Untuk mendapatkan anak yang sesuai dengan keinginan kita bukan hal yang sulit lagi, tapi manusia hanya bisa berusaha sedangkan penentunya yaitu Tuhan yang Maha Esa.

Ada beberapa usaha yang dapat kita tempuh agar bisa menentukan anak yang akan lahir tersebut, bagi anda yang mempunyai keinginan memiliki anak laki-laki mungkin beberapa tips berikut ini dapat anda gunakan.

  •  Masa Ovulasi

Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim perempuan. Sperma berisi gen laki-laki (sperma Y) berenang lebih gesit daripada sperma berisi gen perempuan (sperma X), karena sperma Y membawa materi gen yang lebih sedikit. Bila keduanya “diadu” maka sperma Y akan mencapai sel telur lebih cepat. Namun, usia sperma Y hanya tiga hari, sedangkan sperma X lima hari. Usia sel telur hanya 12-24 jam. Bila hubungan dilakukan lebih dari 2 hari sebelum ovulasi, kemungkinan yang masih hidup di rahim tinggal sperma X. Bila hubungan dilakukan 12 jam setelah ovulasi, makan kemungkinan sel telur sudah mati.

Cara menghitung masa ovulasi atau puncak masa subur seorang wanita:

  1. Diketahui tanggal awal masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 05.
  2. Diketahui tanggal akhir masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 27.
  3. Rumus: ((tanggal setiap bulannya) – (tanggal setiap bulannya))/2 = n;
  4. kemudian n + tanggal awal masa bersih dari seorang perempuan = masa ovulasi atau puncak masa suburnya seorang perempuan

Penerapan:
(27 – 05)/2 = 11; 05 + 11 = 16 – setiap hari ke 16 dari sejak awal bersihnya seorang perempuan adalah puncak masa subur dari seorang perempuan atau masa ovulasi.

Ciri-ciri spermatozoa:

Androsperma, membawa gen Y:
– Bergerak lebih lambat.
– Lebih mampu bertahan hidup lebih lama (berumur rata-rata kira-kira 2 sampai 3 hari).
– Lebih tahan dalam ‘suasana’ asam.
– Tidak tahan dalam ‘suasana’ basa.
– Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih ringan.

Gynosperma, membawa gen X:
– Bergerak lebih gesit.
– Hidup lebih singkat (berumur rata-rata kira-kira hanya 1 hari saja)
– Tidak tahan dalam ‘suasana’ asam.
– Lebih tahan dalam ‘suasana’ basa.
– Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih berat.

  • Semakin tinggi jumlah sel sperma yg membuahi sel telur, maka kemungkinan memperoleh untuk memperoleh anak laki-laki juga semakin meningkat, salah satu cara adalah melakukan“puasa” dan melaksanakan saat ovulasi terjadi, dengan cara mengukur suhu tubuh istri, memperhatikan lendir cervix, atau melalui perhitungan 14 plus minus satu hari dari menstruasi berikutnya.
  • Lingkungan yang hangat akan membunuh sel sperma, hindari pakaian dalam yang terlalu ketat, hindari mandi sauna sebelum bersetubuh.
  •  Suasana mulut rahim yang basa adalah lingkungan yang paling sesuai, saat wanita orgasme lingkungan basa ini otomatis terjadi.
  •  Membasahi bagian V dengan satu liter air yang terlebih dahulu telah dicampur dengan 2 (dua) sendok soda kue.
  • Mengkonsumsi seafood dan daging juga sangat membantu dalam proses ini. Agar mendukung aktivitas sperma Y, calon ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan potasium serta mengurangi kalsium dan magnesium. Makanan tinggi natrium akan menciptakan lingkungan basa yang cocok bagi sperma Y. Makanan bernatrium dan potasium tinggi antara lain kedelai, pisang dan tomat. Makanan kaya kalsium dan magnesium yang perlu dihindari antara lain brokoli, bayam, dan kerang-kerangan.
  • Suami harus mengeluarkan sperma sedekat mungkin dengan mulut rahim. Hal ini diharapkan mempercepat Gynosperma melakukan perjalanannya membuahi sel telur.

(Dari Berbagai Sumber)
http://1.bp.blogspot.com/-YeaJHo1ijno/TbF0Vu_IQvI/AAAAAAAAAIo/D_yO987L4cU/s1600/baby+%25281%2529.jpg