stop “Nggak mau! Aku nggak mau makan! Aku maunya jajan!!”

Reaksi apa yang paling sering Anda dapatkan dari anak-anak ketika Anda melarangnya melakukan sesuatu? Tentu yang paling sering adalah penolakan dan bantahan keras dari si anak.

Pada dasarnya, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Mereka aktif mencoba hal-hal baru, menginginkan banyak hal, dan masih sangat egois. Mereka akan cenderung membantah dan melakukan penolakan keras ketika keinginan mereka terhalangi oleh larangan Anda.

Misalnya seperti contoh di atas, Anda ingin anak Anda makan siang, tapi ia minta uang untuk pergi jajan. Tentu saja Anda menolak keinginannya dan memaksanya untuk makan. Apa reaksinya? Membantah, sudah pasti.

Lalu, bagaimana agar “larangan” Anda menjadi efektif tanpa dibantah?

Hargai keinginan anak. Menghargai keinginan anak bukan berarti menuruti setiap kemauannya, lho. Tapi, menghargai bahwa keinginan tersebut adalah lumrah bagi anak-anak. Rasa penghargaan ini akan membuat Anda menahan diri untuk tidak mengkritik, mencela, memaksa, dan bereaksi keras terhadap kemauannya. Dengan menghargai keinginan anak, anak Anda pun akan memberikan reaksi yang lebih “lembut”, karena ia merasa And amengerti keinginannya.

Berikan pelukan dan kata-kata lembut. Anda tahu, efek dari sebuah pelukan? Pelukan atau lebih umumnya sentuhan lembut, itu memiliki efek menenangkan. Dan anak-anak suka itu. Mereka suka dipeluk dan merasakan ketenangan pada hangatnya pelukan Anda. Setelah memeluknya, Anda bisa menggunakan kata-kata yang lembut, yang juga dapat menenangkannya. Misalnya, “Sayang, Ummi tahu kamu pingin jajan. Itu boleh kok. Tapi, bagaimana dengan ayam goreng yang sudah Ummi buatkan untukmu? Itu spesial lho…”

Tahan diri jika dia tetap membantah. Jika dengan bujukan lembut pun, anak Anda masih berkeras untuk dipenuhi keinginannya, tinggalkan dia dengan mengatakan: “kalau kamu sudah bisa berkata-kata yang baik, silakan temui Ummi di meja makan.”

Selalu ada cara, untuk mendidik anak dengan cinta!