Keluarga, Motivasi

Belajarlah Dari Kegagalan

belajar dari kegagalanManusia hidup di dunia tidak ada yang sempurna. Yang sempurna hanyalah Allah karena Allah Maha Sempurna, Tuhan yang telah menciptakan bumi beserta seluruh isinya. Manusia diciptakan oleh Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Manusia bisa gagal, bisa juga sukses, ada yang di beri rejeki berlebih, ada juga yang rejekinya seret, ada yang di ciptakan dengan wajah cantik dan ganteng, tidak sedikit pula yang di ciptakan dengan wajah biasa-biasa saja bahkan buruk. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, oleh sebab itu dibutuhkan sikap saling membantu, peduli pada sesama, dan perhatian. Jangan sampai sombong atau justru merendahkan orang lain.

Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan, gagal dalam bekerja, dalam cinta ataupun dalam persahabatan. Belajarlah dari kegagalan, kegagalan mengingatkan kita untuk introspeksi diri, selain itu juga menunjukkan bahwa manusia itu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kita tidak boleh putus asa dengan kegagalan yang kita alami, dengan kegagalan diharapkan agar kita lebih berhati-hati dan lebih dewasa dalam menghadapi setiap masalah. Kegagalan akan memberikan motivasi agar kita mau untuk tetap mencobanya dengan jalan yang lain.

Sebaiknya kita tidak perlu takut dan malu untuk mengakui kesalahan yang telah kita buat. Jika kita salah, segeralah untuk menginstropeksi diri. Tidak perlu mengenal usia dan jabatan seseorang. Kesalahan akan memberikan perubahan dan kemajuan menuju ke arah yang lebih baik lagi. Berkat kesalahan dan kegagalan juga yang mengharuskan kita untuk menerima masukan dari orang lain, tujuannya agar kita menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Dari semua itu telah terbukti juga bahwa manusia itu tidak sempurna, membutuhkan bantuan ide, tenaga maupun bantuan yang lain dari orang lain.

Kesalahan mengajarkan kita untuk menjadi seseorang yang lebih bijaksana dan lapang dada dalam menerima segala sesuatu yang terjadi. Selalu ingat bahwa manusia tidak ada yang sempurna, maka jangan sombong dengan apa yang telah kita miliki. Semua itu hanyalah titipan dari Allah yang sewaktu-waktu dapat diminta dengan mudahnya.

Allah tidak pernah menilai seseorang berdasarkan kedudukannya, fisiknya atau secara materi. Orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah-lah yang kedudukunnya paling tinggi disisi Allah. Tetap semangat dan percaya diri dalam menghadapi segala hal. Belajarlah dari kegagalan, yakinlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Kita hidup didunia bukan untuk menjadi seseorang yang sempurna tetapi belajar menghargai orang lain yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna. Terus Semangat Kawan!

Sumber gambar : http://www.anthonybasich.com/uploads/2011/01/Success-2.jpg