Belajar Bagaimana Berkomunikasi dengan Anak Anda (1)


Belajar Bagaimana Berkomunikasi dengan Anak AndaTiap anak mempunyai sifat dasar yang mereka miliki sejak lahir. Dan sifat dasar mereka itu berbeda pada tiap anak. Ada yang mudah bergaul, ada yang pemalu, ada ramah,ada yang rajin dst. Akan tetapi janganlah mencap anak dengan sifat dasar mereka.

Jangan beri label pada anak-anak anda.Karena bila anak mendengar hal itu berulang-ulang dia  akan percaya bahwa hal itu benar dan dia akan mulai bertingkah seperti itu.

Orangtua biasanya memberi cap pada anak-anak mereka karena gaya komunikasi orangtua didasarkan pada kepribadian mereka sendiri.  Memberi cap pada anak-anak mereka akan memberikan pembeda sehingga orangtua lebih mudah mengenali siapa mereka dan bagaimana mereka bertindak. hal itu membuat mereka merasa nyaman.

Hilangkan cap yang ada pada diri anak, pandangi kepribadiannya dan bersikaplah konsisten dengan ekspektasi anda sehingga anak mendapat kebebasan menemukan jati dirinya.

Ada beberapa anjuran dan larangan tentang bagaimana berkomunikasi dengan anak yang artinya berbicara dengan anak dengan sopan penuh hormat, tidak ada teriakan, tanpa rasa iba dan tak ada desakan.

1.       Bagaimana berbicara dengan anak anda (teknik dasar)

Bicara dengan anak  dimulai sejak dini yaitu ketika anak masih bayi karena  akan semakin efektif untuk mengubah kenakalan dan mencegah tingkah laku normal menjadi masalah yang tidak bisa dikendalikan. Komunikasi yang dilakukan dengan bicara yang lembut secara berulang-ulang mengajari bayi tentang apa yang pantas dan apa yang tidak pantas untuk dilakukan.

Ada beberapa teknik dasar untuk berbicara pada anak (sesuai umur). Untuk menenangkan anak yang sedang kesal ada beberapa langkah yang bisa dilakukan

  • Turunkan tubuh anda sejajar dengan anak/ setinggi anak
  • Tatap matanya. Palingkan kepala dengan lembut sehingga dia menatap langsung mata anda
  • Usap punggung atau perutnya jika anak sangat marah. Jika dia histeris dan perlu ditenangkan peluk dia.
  • Ubah nada suara anda dengan tegas tapi lembut.
  • Beri kata-kata pada anak untuk membantu mengalirnya percakapan. Tanya apa yang membuatnya kesal atau marah.
  • Ulangi apa yang dikatakan oleh anak. Agar mereka tau bahwa anda benar-benar mendengarkan ceritanya.
  • Jangan menyela bila anak mengatakan apa yang ada dibenaknya. Dan katakana anda mengerti. Sehingga ketika anda berbicara anak akan mendengarkan anda.
  • Tetap tenang. Biarpun anda sangat marah, bersikaplah tetap tenang.
Sumber Gambar : http://grandviewkids.ca/sites/default/uploads/images/Audiology%20-%20whispering%20children.jpg

7 Komentar

  1. kasian dampaknya nanti kalau anak kita suka makan yang manis2, emang enak sih tapi sesaat doang namun dampaknya dikemudian hari lebih merepotkan..lgan ug skrg bnyk mknan yg mengandung bahan yang aneh2 seperti pewarna pakaian dijadiakan pewarna mknan hny krn supaya wrnnya menarik dan anak mau membelinya..

  2. iya bunda anak2 juga jgn dbiasain jajan yahh….apa lg makan fastfood..terlalu sering ga bgs juga….pengawetnya.. ngeri obesitas anak2 kita

  3. iya sejak kecil anakku aku biasakan tdk terlalu banyak makan yg manis manis …skrg aku memberikan minuman atau susu pun yg ga pake tambahan gulanya

  4. iya nie jadi takut ya kl ngasih anak anak yg berkadar gula tinggi …apalagi anakku sukanya minum susu rata rata manis semua ya…ada ga ya yg no added sugar gt

  5. klo lagi emosi susah bgt mau ngomong baik2,klo ga lagi emosi sih ingat teknik2nya, hehhe… Paling sebel klo da dilarang makan yg manis2 seperti permen & coklat masih aja bandel malah rengek2 terus. Padahal itu kan demi anak jg, takutnya anak klo kebanyakan manis malah jd obesitas.

  6. Berkomunikasi dengan anak sama pentingnya dengan apa yg kita berikan ke tubuhnya. Komunikasi harus dibiasakan sejak dini, begitu juga makanan yg dikonsumsinya, jangan sampai anak kita mengalami obesitas gara2 dr kecil kita suka memberikan makanan or minuman yg manis2.

  7. iya mom, soal makanan anak itu yg paling utama dulu. kalo anak sehat pinter kita ngarahinnya jg enak kan? kitanya jg ga stress mikir macem2.. baru deh tanamkan pola asuh yg benar..

Komentar