pemanis buatanKita harus selektif dalam memilih makanan dan minuman, apalagi saat bulan puasa seperti saat ini. Hampir sebagian besar produk makanan dan minuman yang dibuat dari pabrik menggunakan bahan pemanis buatan. Bahkan belakangan ini banyak produk yang menyatakan dirinya sebagai produk yang tidak menggunakan komposisi gula atau yang sering Anda dengar adalah sugar free. Sebagai konsumen kita harus bisa membedakan mana yang memang benar-benar sugar free atau pemanis yang digunakan digantikan dengan pemanis buatan.
Pemanis buatan biasanya yang digunakan sebagai pengganti gula ini justru tidak kalah berbahayanya dengan gula jika dikonsumsi secara berlebihan. Bahaya pemanis buatan bagi kesehatan antara lain:

Peningkatan berat badan

Pemanis bebas gula seperti sakarin, aspartam, siklamat, sukralosa, dan lainnya sebenarnya justru malah meningkatkan hasrat makan secara berlebihan dengan membingungkan otak. Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak bereaksi secara berbeda terhadap pemanis buatan dan gula pasir. Setelah mengkonsumsi pemanis buatan, otak manusia akan menafsirkan rasa manis secara berbeda, menyebabkan reaksi yang juga berbeda.

Otak biasanya mengaitkan rasa manis dengan kadar kalori untuk membantu mengatur asupan energi. Ketika kita berpuasa, misalnya, otak akan memotivasi kita untuk berbuka dengan yang manis-manis karena memiliki kalori yang diperlukan tubuh. Dalam kasus soda diet, ternyata rasa manis tidak terkait dengan kalori. Hal ini membuat otak bingung dan merasa “tertipu”. Setelah tertipu, sensor manis otak tidak lagi dijadikan alat ukur yang dapat diandalkan untuk mengatur konsumsi energi. Otak akan mengabaikan rasa manis dalam memprediksi kandungan energi dari makanan.

Sebuah penelitian pernah menyebutkan bahwa konsumsi pemanis buatan dalam minuman bisa meningkatkan berat badan dalam jangka panjang. Sejak minuman dengan pemanis buatan marak dijual di pasaran, semakin tinggi pula kasus obesitas yang dialami oleh masyarakat.

Sindrom metabolismetekanan darah

Sudah banyak penelitian yang mengaitkan antara konsumsi soda diet dan resiko sindrom metabolisme. Sindrom tersebut memiliki gejala hipertensi, kadar gula tinggi, lemak di pinggang, dan kadar kolesterol yang tidak stabil.

Diabetes tipe 2

Penelitian dari Eropa memaparkan bahwa resiko diabetes tipe 2 meningkat dua kali lipat lebih tinggi akibat konsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan. Bahkan konsumsi minuman sekali saja dalam sehari bisa meningkatkan risiko tersebut.

Hipertensi dan penyakit kardiovaskular

Bahaya terakhir dari pemanis buatan bagi kesehatan adalah meningkatnya resiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular, khususnya pada wanita.

Itulah berbagai resiko pemanis buatan bagi kesehatan kita. Maka dari itu, sebaiknya mulai sekarang Anda harus kurangi atau hindari makanan atau minuman dengan pemanis buatan berlebihan saat sahur dan berbuka puasa. Selamat mencoba!

sumber gambar:
1. http://medicapharm.com/wp-content/uploads/2013/03/Soft-drinks.jpg
2. http://i.brta.in/images/2012-10/ebb23fe7bf2125440be3fb9badd66506.jpg