Banyak wanita mengunakan produk pembalut tanpa tahu apakah pembalut mereka aman atau tidak. Sebagian wanita lebih memilih pembalut karena merk, karena merasa nyaman dipakai atau karena harganya murah.

Tanpa tahu apa  resiko dan akibat kesehatannya dari pemakaian pembalut dan pantyliner yang tidak baik. Mereka tidak pernah curiga dan tidak pernah mencoba mengamati bahan pembalut yang biasa mereka pakai.Cara menguji kualitas pembalut sebagai berikut:

  1. Sobek produk pembalut anda kemudian ambil bagian inti didalamnya.
  2. Ambil segelas air putih dengan menggunakan gelas yang transparan agar lebih jelas
  3. Celupkan sebagian inti dari pembalut tadi kedalam gelas, aduk-aduk dengan sumpit.
  4. Lihat perubahan warna air dan apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp.
  5. Jika air berwarna keruh dan produk yang dicelupkan hancur berarti pembalut yang digunakan kualitasnya buruk serta banyak mengandung pemutih. Bahan yang digunakan kertas bukan kapas.

Produk yang berkualitas buruk mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah. Seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, serta memicu terjadinya kanker mulut rahim/servilks. Menurut penelitian terdapat sebanyak 107 bakteri per millimeter persegi ditemukan diatas pembalut wanita.

Kondisi inilah yang membuat pembalut biasa menjadi sarang pertumbuhan bakteri merugikan. Meski pembalut biasa hanya dipakai selama 2 jam. Bayangkan banyaknya bakteri pada permukaan seluas pembalut apalagi jika dipakai lebih dari 2 jam.

Pembalut wanita termasuk produk konsumen cepat saji dan produk sekali pakai. Karena itulah para produsen pembalut biasa kerap mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas ini menjadi bahan dasar untuk menghemat biaya produksi.

Dalam proses daur ulang sampah kertas bekas ini tentu banyak menggunakan bahan-bahan kimia untuk pemutihan kembali, menghilangkan bau sampah, dan proses sterilisasi bakteri yang terdapat pada sampah kertas bekas.Kertas daur ulang yang telah diproses dengan bahan kimia ini kemudian dibungkus rapi dan dipasarkan sebagai pembalut biasa yang kita temukan dipasaran.

Para wanita membelinya dengan harga murah dan menggunakanya tanpa merasa was-was akan potensi buruk bagi kesehatannya.Saat sedang haid dan memakai pembalut biasa tanpa disadari cairan terserap dan tercampur dengan bahan kimia dan bercampur dengan bahan yang tidak steril dari pembalut biasa.

Dan saat mereka duduk tanpa disadari cairan kotor dari pembalut akan keluar kembali terkena tekanan dan naik keatas dan masuk ke organ kewanitaan. Hal ini yang akan menyebabkan infeksi timbulnya masalah kewanitaan. Hati-hati jika anda merasa saat memakai pembalut terasa becek/ tidak kering.