gizi ibu menyusuiBanyak ibu menyusui bertanya-tanya, apakah masih bisa tetap berpuasa saat menyusui? Lalu bila menyusui, apakah bayi bisa mendapatkan nutrisi yang cukup? Apakah menyusui di bulan puasa aman?

Menurut dr. Utami S. Roesli, DSA, MBA, tak ada alasan bagi ibu menyusui yang mau berpuasa lalu menjadi tak menyusui. Karena ini menyangkut hak bayi, terutama bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. “Bayi-bayi usia sekitar itu, makanannya hanya dari susu. Jadi, ibu menyusui tak punya pilihan lain, harus tetap memberi ASI,” tegas dokter spesialis anak dari RS Sint. Carolus ini.

Menurut Utami, kalori sangat penting untuk ibu menyusui. “Ibu menyusui harus menambah 280-300 kalori setiap harinya.” Hal ini bisa diperoleh hanya dengan makanan pembuka saja saat berbuka puasa. Misalnya, semangkuk kolak pisang atau segelas es cendol. “Saya sudah menanyakan kepada ahli gizi, ternyata semangkuk kolak pisang atau segelas cendol memiliki 280-300 kalori.” Jadi, pada prinsipnya, gizi ibu menyusui yang berpuasa tak akan terganggu.

Tentunya untuk itu ibu menyusui mau tak mau harus sedikit mengubah kebiasaan makannya agar tetap bisa mendapatkan ekstra kalori tersebut. Misalnya, bila ketika tak menyusui sang ibu langsung mengkonsumsi makanan berat saat berbuka puasa, maka ketika menyusui sebaiknya para ibu menyantap lebih dulu makanan pembuka yang manis-manis. “Setengah jam kemudian barulah makan makanan yang berat.”

Asupan Gizi Yang Diperlukan Ibu Menyusui saat berpuasa :

  • Tiga Porsi Protein Setiap Hari.

Seporsinya sama dengan 3 gelas susu rendah lemak, 120-140 gram ikan, daging atau unggas, dan 200-240 gram tahu.

  • Dua Porsi Makanan Bervitamin C Setiap Hari.

Satu porsi setara dengan 1/4 semangka kecil, 1 buah jeruk kecil, 2/3 brokoli atau kembang kol, 2 tomat kecil atau 1 cangkir sari tomat.

  • Lima Porsi Kalsium Setiap Hari.

Seporsi sama dengan satu cangkir susu rendah lemak, 120 gram sarden kaleng berikut tulangnya, 50-60 gram keju keras.

  • Tiga Porsi Sayuran Hijau dan Kuning dan Buah-buahan Kuning.

Satu porsi setara dengan 1/8 semangka, 1/4 mangga besar, 1/2 wortel kecil, 1 tomat besar, 1/4 sampai 1/2 sayuran hijau yang telah masak.

  • Dua Porsi Atau Lebih Sayuran dan Buah Lain.

Satu porsi setara dengan 1 buah apel, pear atau pisang, 1 iris nanas, 5 buah kurma, 1 cangkir tauge, terong atau bawang, 1 kentang kecil.

  • Enam Porsi Karbohidrat.

Seporsinya sama dengan 1/2 cangkir nasi merah matang atau sejenisnya, 1/4 cangkir jagung, 1 iris roti dari bijian utuh, 1/2 kue muffin.

  • Sedikit Makanan Berlemak Tinggi.

Seperti: 1/2 cangkir es krim, 1/4 alpukat kecil, 140 gram daging merah, 9 kentang goreng, 1 kuning telur, 2 biskuit kecil.

  • Makanan Kaya Zat Besi.

Bisa diperoleh dari bayam, ikan sarden, kedelai atau produk kedelai, hati.

  • Makanan Asin Dalam Jumlah Terbatas.

Karena bayi harus sebisa mungkin dihindari dari garam maka ibu menyusui pun harus menghindari makanan yang mengandung garam. Seperti kacang yang diberi banyak garam, kripik kentang atau acar. Gantilah dengan keju atau makanan yang hanya bergaram sedikit.

  • Minimal 8 cangkir Cairan Setiap Hari.

Cairan ini bisa juga didapat dari sari buah, sayuran, susu atau sup.

  • Satu Tablet Vitamin Setiap Hari.
sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com/-DSxS4E9wckQ/Ti-rUoRFi0I/AAAAAAAAATM/6rjQasRycOM/s1600/prehrambena_piramida_3.jpg