Anak-anak balita sangat rawan mengalami kecelakan ringan maupun berat. kecelakaan ringan yang saya maksudkan adalah terjatuh, terpeleset, dan lain sebagainya. Rata-rata respon mereka saat mengalami kecelakaan ini adalah dengan menangis.

Apa yang biasanya dilakukan oleh orangtua jika anaknya menangis karena kecelakaan ini. Tidak jarang para orangtua berusaha menenangkan anak-anaknya dengan memukul benda-benda yang mengenai mereka. misalnya anak menangis karena kepalanya terbentur tembok. maka orang tua dengan serta merta memukul tembok tersebut untuk menenangkan mereka, kemudian mengasihani mereka secara berlebihan.

Apa yang dilakukan nampaknya sederhana saja, tidak memberi pengaruh bagi psikologi perkembangan anak. Tangis anak mereda, anak sudah bermain lagi seprti sediakala. Tapi tahukah anda bahwa tindakan kita yang nampak sepele dan sederhana ini memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kehidupan mereka?

Ya… Menurut Fauzil adhim dalam bukunya “salahnya kodok” menjelaskan bahwa tindakan orangtua yang demikian itu membuat anak BELAJAR MENYALAHKAN ORANG LAIN. anak tidak belajar bahwa kejadian-kejadian yang menimpanya adalah karena kesalahannya sendiri akibat kurang hati-hati. walaupun anak-anak yang masih berusia dibawah 2 tahun belum begitu mengerti arti hati-hati tapi kita tetap perlu menekankan bahwa mereka akan baik-baik saja, dan hendaknya mereka berhati-hati misalnya”oh.. sakit ya? ga apa-apa sayang…insyaAllah akan segera sembuh..anak hebat anak yang kuatkan? lain kali hati-hati ya..agar ga kejedut lagi”. Orang tua juga tetap perlu memberikan perhatian pada rasa sakit mereka dengan memberikan empati dengan bertanya apakah sakit dan mengusap bagian yang sakit seraya mendoakan kesembuhannya. Dengan demikian anak juga belajar berempati sekaligus mengoreksi diri.

Jika tindakan orang tua yang selalu menyalahkan benda-benda yang menyakiti anaknya itu, terus terjadi secara berulang-ulang, maka pola itulah yang akan tertanam dalam dirinya hingga ia dewasa. akibatnya dia akan tumbuh menjadi Pribadi yang selalu menyalahkan orang lain. Betapa buruk akibatnya hal ini bagi kehidupan sosialnya. Besar kemungkinan dia akan selalu bermasalah dengan orang lain. Karena setiap ada permasalahan dengan teman, kerabat, sahabat, pasangan hidupnya,  dalam pandangannya orang lainlah yang salah.

So Kita harus terus berhati-hati dan bijak dalam menyikapi setiap prilaku anak. Jangan-jangan rasa sayang kita justru merusak mental mereka sepanjang hidup mereka. Akibatnya ujung-ujungnya kita sendiri sebagai orang tua juga akan menerima akibatnya…