March
Siapa yang tak kenal anggrek? Bunga yang di klaim sebagai bunga nusantara dan juga dikenal sebagai the everlasting flower ini, tak pernah lekang dimakan zaman. Dengan banyaknya para pehobi, bunga anggrek hampir dapat kita temui di mana-mana. Disini kita akan pelajari bagaimana cara budidaya yang benar mulai dari bibitnya.
Jika ingin memelihara sebuah tanaman, yang terbaik adalah dengan memelihara mulai dari bibit. Sehingga kita mengetahui perkembangan tanaman tersebut mulai dari bibit yang kecil, hingga kemudian dewasa lalu berbunga. Tapi seringkali ketidaktahuan, kita sembrono mengkondisikan dan akhirnya bibit tersebut gagal menjadi tanaman yang didambakan.
Anggrek pun demikian. Tanaman yang termasuk jenis epifit ini memerlukan perlakuan maupun perhatian yang khusus agar bibitnya kemudian dapat berkembang menjadi tanaman anggrek lalu berbunga. Karena, tak jarang jika bibitnya salah dikondisikan, justru bibit tersebut tidak akan berkembang, busuk atau malah mati. Padahal, beberapa jenis bunga anggrek dapat bertahan lama, yang tentunya keindahannya pun bisa dinikmati lebih lama.
Perlakuan khusus yang dilakukan kepada bibit anggrek, diantaranya adalah temperatur yang hangat, tidak terlalu banyak air, dan menempel di media khusus agar dapat berakar karena ia termasuk jenis epifit yang hidupnya menempel pada organisme lain, tapi tidak merugikan. Selain perlakuan tersebut juga haruslah mendapatkan pencahayaan yang cukup.
Bibit anggrek awalnya dibudidayakan di dalam botol. Hal ini dilakukan agar lebih mudah dalam pemeliharaannya. Dalam satu botol, terdapat beberapa buah bibit yang nantinya bisa menjadi beberapa tanaman. Setelah dirasa cukup besar dan kuat, maka harus dipindahkan ke dalam pot. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan anggrek menjadi lebih baik, serta menemukan kondisi lingkungan yang lebih sesuai dan tidak lagi berdesak-desakkan di dalam botol. Karena dengan berada dalam pot, bibit anggrek dapat berkembang lebih maksimal.
Media yang digunakan untuk bibit anggrek yang dipelihara dalam pot adalah gabus putih atau pecahan genteng, arang dan pakis yang telah dimasak atau mos (mudah didapat dengan harga terjangkau). Susunan penempatan media tanam adalah gabus putih atau pecahan genting diletakkan di tempat paling bawah. Kemudian diatasnya ditempatkan arang yang berfungsi sebagai media penghilang racun. Lalu diatasnya barulah diletakkan pakis atau mos.
Setiap tanaman dapat menggunakan susunan seperti itu, akan tetapi, bila menggunakan mos khususnya pada anggrek bulan, maka pertumbuhannya akan lebih bagus dan akarnya berwarna putih bersih Hal ini dikarenakan mos merupakan media yang baik untuk pertumbuhan akar dari anggrek sebabĀ mos tidak mematikan sejenis jamur yang terdapat di akar anggrek yang berfungsi untuk pertumbuhan anggrek.
Tidak terdapat perbedaan perlakuan di antara bibit-bibit anggrek. Jadi, jenis anggrek apaun diperlakukan sama ketika kan dipindahkan ke dalam pot. Yang terpenting adalah semua dilakukan dalam kondisi steril. Hal ini dimaksudkan agar kuman-kuman tertentu tidak akan menjadi penyakit bagi tanaman anggrek. Yang harus dijaga adalah kadar air bibit untuk mengurangi resiko pembusukan. Selain itu setelah bibit tanaman dipindahkan ke dalam pot, usahakan agar tidak tersiram air hujan secara langsung selama 5 bulan pertama. Hal ini pun dilakukan untuk menghindari agar tanaman tidak busuk dan kelebihan air.

Xamthone Plus Minuman Super Antioksidan, Terapi Penyembuhan Berbagai Penyakit
Kompres Mata Cara Tradisional Untuk Membantu mengurangi Kelelahan Pada Mata
Milky Jasmine Rice Pearl Cream Pelembab Alami Untuk Semua Jenis Kulit
Jamu Pil Manjakani Jamu Tradisional Perawatan Organ Kewanitaan Dari Dalam
Foredi Solusi Anti Ejakulasi Dini, Gasa Solusi Ereksi Keras Lebih Kenceng
Mengatasi Rambut Rontok Dan Lepek Bagi Muslimah Berjilbab
Penyebab Dan Cara Mencegah Timbulnya Jerawat
Sabun Susu Kambing Dengan VCO Untuk Mempercantik Kulit
Sabun Prilly -De Whitening Soap Membantu Memutihkan Dan Menghaluskan Kulit

