16
February

mengajari cara berkomunikasi pada anakDalam keluarga diperlukan komunikasi yang baik. Sehingga orangtua bisa benar-benar mendefinisikan perannya sebagai orang tua. Untuk mempersiapkan anak menghadapi dunia luar anak perlu diajari caranya berkomunikasi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi dengan anak: 1. Konsisten

Konsisten adalah dasar berkomunikasi yang baik. Bersikap konsisten adalah aturan yang paling penting dan terberat yang harus dipatuhi orang tua. Orangtua harus konsisten dengan aturan yang mereka buat, sehingga anak mengerti batasan-batasan yang harus mereka patuhi.

Mana yang boleh mereka lakukan dan mana yang tidak boleh mereka lakukan. Hal ini akan membuat membuat anak merasa aman.

2. Katakan Yang Ingin Anda Katakan dan Patuhi.

Sikap ini seiring dengan sikap konsisten. Peraturan yang dibuat orang tua harus disertai dengan konsekuensi. Jika orangtua melarang anaknya melakukan sesuatu hal tanpa diberi tahu konsekuensinya anak-anak akan mengabaikan kata-kata orangtua mereka karena mereka tahu kalau mereka tidak akan dapat ganjaran yang disebabkan orantua mereka tidak punya peraturan yang mengatakan kalau tindakan mereka memiliki konsekuensi. Mereka tahu tidak ada hukuman bagi mereka.

3. Ibu dan Ayah bertanggung jawab mengajari anak-anak mereka cara berkomunikasi.

Orantua bertanggung jawab menegakkan rasa aman di rumah baik rasa aman fisik juga rasa aman emosi. Sebuah rumah yang aman secara emosi akan membuat anak dan orantua bisa berbicara dengan bebas tentang apa saja. Anak-anak akan merasa nyaman menceritakan rasa takut dan kekhawatiran terdalamnya tanpa merasa takut dihakimi atau dikritik.

Sebuah Rumah tempat cinta, kebangaan dan dorongan ditegaskan dengan jelas serta teratur. Kondisi orangtua mempengaruhi cara berkomunikasi anak-anaknya. Orangtua yang tidak saling bicara satu sama lain tidak akan mampu berbicara dengan anak-anak mereka.

Suara orangtua yang terbiasa lantang kemungkinan membuat anak takut oleh suara yang menggelegar dan amarah orangtua sehingga enggan berbicara dengan orangtuanya. Atau kalau orang tua tidak merasa nyaman dengan emosinya sendiri dan cenderung menutup diri dan menyangkal, kemungkinan besar anak-anak akan melakukan hal yang sama.

Tidak ada yang akan berbicara hal-hal yang penting lagi. Sehingga anak-anak akan merasa tertekan dan pada akhirnya perasaan itu suatu saat akan meledak.

Be Sociable, Share!

Artikel yang Berkaitan:

8 Responses to “Aturan Yang Harus Diperhatikan Saat Belajar Komunikasi Dengan Anak”

  1. Tasha S says:

    Artikel yg keren. Akan saya coba terapkan pada anak :) Terima kasih sudah di share

  2. mamatasha says:

    Artikel nya bagus. Akan saya coba terapkan pada anak. Terima kasih sudah sharing :))

  3. Nilaya says:

    terima kasih ya atas artikelnya
    sangat bermanfaat sekali, apalagi untuk ibu baru seperti saya

  4. tania says:

    iya nih..
    penting banget sejak dini.. :)
    supaya nanti kedepannya..
    anak akan semakin dekat dengan kita.. :)
    kalau tidak, nanti kedepannya, anak akan segan “curhat” dengan kita.. :)

  5. [...] belajar berkomunikasi dari mendengar kata-kata orangtua, keluarga dan orang-orang sekitarnya, dia menyerap semua [...]

  6. [...] mengubah kenakalan dan mencegah tingkah laku normal menjadi masalah yang tidak bisa dikendalikan. Komunikasi yang dilakukan dengan bicara yang lembut secara berulang-ulang mengajari bayi tentang apa yang [...]

  7. [...] bersama, berdekatan secara fisik tanpa berusaha  menjalin kedekatan dengan anak-anaknya. Padahal kedekatan emosi antara orangtua dan anak-anaknya sangat berpengaruh terhadap penerimaan diri, harga diri dan percaya diri anak-anaknya. Anak yang [...]

  8. [...] bersama, berdekatan secara fisik tanpa berusaha menjalin kedekatan dengan anak-anaknya. Padahal kedekatan emosi antara orangtua dan anak-anaknya sangat berpengaruh terhadap penerimaan diri, harga diri dan percaya diri anak-anaknya. Anak yang [...]

Leave a Reply

*