November
Si putih yang satu ini selalu menjadi biang ributnya para wanita. Siapa dia? Para wanita tentu tahu, bahkan hampir semua wanita pernah merasakannya. Ya, keputihan namanya. Atau dalam bahasa Cina-nya disebut pek tay.
Keputihan adalah keluarnya cairan putih dari liang vagina baik itu bercampur warna kekuningan atau agak kelabu, encer maupun kental, kerap berbau tidak sedap (ada juga yang tidak berbau, tapi ada juga yang berbau anyir), dan sering kali menimbulkan rasa gatal pada bibir vagina.
Apa penyebabnya?
Jamur. Biasanya, warna keputihannya putih kekuningan dan berbau khas. Jamur ini muncul karena penyakit diabetes, penggunaan pil KB, daya tahan tubuh yang rendah, atau bisa juga karena antibiotic. Keputihan jamur ini juga sering kali mengakibatkan rasa gatal yang luar biasa pada bibir vagina.
Bakteri pathogen. Warna keputihannya agak kelabu. Bentuknya pun lebih encer dan cenderung amis. Biasanya keputihan jenis ini adalah akibat dari penggunaan KB spiral, atau bergonta-ganti pasangan seks.
Parasit. Warna keputihannya kuning bercampur kehijauan, baunya sangat tidak enak, dan gatal. Penggunaan alat mandi atau sering bergonta-ganti pakaian dalam bisa menjadi pemicu keputihan jenis ini. Hati-hati juga penggunaan kloset di toilet umum.
Penyebab lain: virus HIV/AIDS, pengaruh hormonal, benda asing di luar vagina, atau adanya gangguan ganas pada leher rahim.
Bagaimana mengatasinya?
Tidak semua perempuan peduli pada kebersihan organ intimnya. Inilah yang sering kali menjadi penyebab utama timbulnya keputihan. Padahal, vagina adalah bagian yang sangat sensitif dan rentan terjangkit penyakit.
Gunakan pembersih yang sesuai dengan pH (derajat keasaman) vagina. Pilihlah sabun pembersih dengan bahan susu, karena pH lebih cenderung stabil.
Keringkan vagina setelah dibasuh. Kebanyakan dari wanita segera memakai celana dalamnya setelah membasuh vagina-nya. Padahal, jika tidak dikeringkan terlebih dahulu, vagina akan terjebak pada kondisi yang lembab. Dan itu sangat mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri jahat.
Gunakan celana dalam berbahan katun, yang menyerap keringat. Bahan sintetik seperti satin hanya akan membuat bagian vagina menjadi panas dan lembab.
Hindari penggunaan celana yang ketat setiap saat. Vagina juga butuh udara. Jika menggunakan celana ketat seanjang hati, maka sirkulasi udaranya menjadi tidak leluasa bergerak.
Gunakan pantiliner seperlunya.










Sabun Susu Beras Mutiara 3 In 1 Untuk Kecantikan Kulit Anda
Kapsul Daun Sirsak Atasi Kanker, Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dan Anti Bakteri
Hand Body Walet Produk Pemutih Alami Untuk Meremajakan Kulit Anda
Madu Herbal Tasnim, Madu Istimewa Dari Bahan-Bahan Extra Yang Efektif Mengobati Penyakit
Sabun Jebuk Sari Natural Atasi Jerawat Untuk Semua Jenis Kulit
Khasiat Teh Untuk Kecantikan Wanita
Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kecantikan


thanxs infonya, bisa juga memakai crystal x untuk obat keputihan. kunjungi http://solusikeputihan.com
Thanks infonya
[...] Bahaya Keputihan Pada Wanita Hamil 10 February Sebagian perempuan hamil tidak pernah mengeluhkan keputihan yang tiba-tiba dideritanya. Hal ini karena merasa tidak merasa terganggu. Padahal, jika dibiarkan [...]